Kamis, 11 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish pasca rilisnya proyeksi terbaru EIA. Meski demikian, sinyal eskalasi situasi di Timur Tengah pasca Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan AS, dan Israel yang kembali menyerang Lebanon, menjadi katalis yang berpotensi mendukung harga kembali bullish.
Rabu, 10 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah di level US$4.256 per troy ons setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target di Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter militer AS di wilayah sekitar Selat Hormuz.
Rabu, 10 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia dan bertahan di sekitar level 0,5818, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Pergerakan dolar Selandia Baru masih terbatas karena investor belum mendapatkan katalis yang cukup kuat untuk mendorong arah pergerakan yang lebih jelas. Fokus utama pasar saat ini tertuju pada data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Rabu, 10 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak dalam tren bearish dipicu oleh sentimen dari komentar Wright terkait jalur Hormuz yang kembali normal. Meski demikian, situasi di Timur Tengah yang kembali memanas, dan laporan stok API menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali menguat.
Selasa, 09 Juni 2026 – Harga emas dibuka meningkat di level US$4.326 per troy ons seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang hingga saat ini relatif bertahan setelah seruan penghentian serangan dari Presiden AS Donald Trump.
Selasa, 09 Juni 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari meredanya ketegangan pasca Iran dan Israel saling menghentikan serangan. Selain itu, komentar optimis Trump atas kemenangan terhadap Iran turut menjadi katalis yang membatasi harga.
Selasa, 09 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7056 dan masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya. Dolar Australia belum mampu keluar dari tren pelemahan yang telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, seiring masih kuatnya posisi dolar AS di pasar global. Meskipun sentimen risiko sempat membaik setelah adanya indikasi meredanya konflik antara Iran dan Israel, pelaku pasar masih menilai bahwa ketidakpastian geopolitik belum benar-benar hilang.