Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Meredup Pasca Israel - Iran Sepakat Saling Hentikan Serangan
Minyak Meredup Pasca Israel - Iran Sepakat Saling Hentikan Serangan
Tuesday, 09 June 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1537

-0.01%

GBPUSD

1.3342

0.04%

AUDUSD

0.7043

0.18%

NZDUSD

0.5811

0.07%

USDJPY

160.14

0.02%

USDCHF

0.7975

-0.01%

USDCAD

1.3948

-0.01%

GOLDUD

4,540.13

0.86%

COFU

91.28

-0.50%

USD/IDR

18,166

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran umumkan penghentian serangan terhadap Israel, namun memperingatkan akan bertindak jika serangan ke Lebanon berlanjut.
  • Trump isyaratkan bahwa AS akan memenangkan pertempuran melawan Iran dalam dua minggu ke depan.

************************************************************

Selasa, 09 Juni 2026 - Harga minyak hari ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari meredanya ketegangan pasca Iran dan Israel saling menghentikan serangan. Selain itu, komentar optimis Trump atas kemenangan terhadap Iran turut menjadi katalis yang membatasi harga.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Senin mengumumkan penghentian serangannya terhadap Israel, namun memperingatkan akan memberikan respons keras jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut, sementara media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap Teheran atas permintaan Presiden AS Donald Trump. Pezeshkian juga mengatakan bahwa Teheran tetap berada di meja perundingan setelah menghentikan serangan terhadap Israel menyusul baku tembak pertama.

Turut membebani harga, Trump pada hari Senin mengisyaratkan bahwa AS akan memenangkan pertempuran atas Iran dalam dua minggu ke depan, tepat beberapa jam setelah Iran dan Israel sepakat untuk saling menghentikan serangan. Trump juga melihat kemungkinan harga minyak akan segera anjlok.

Sementara itu, Rusia kemungkinan akan mengurangi ekspor minyak mentahnya dari pelabuhan baratnya di Primorsk, Ust-Luga, dan Novorossiysk pada bulan Juni menjadi 1,7 juta bph dari 2,5 juta bph pada bulan Mei karena permintaan kilang yang lebih tinggi dan produksi yang lebih rendah, ungkap data awal dari sumber industri dan perdagangan. Produksi minyak Rusia dilaporkan telah menurun sejak awal tahun akibat pemeliharaan yang tidak direncanakan di kilang-kilang minyak, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.

Dukungan lainnya datang dari kelompok Houthi Yaman yang pada hari Senin memberlakukan larangan lengkap dan total terhadap navigasi maritim Israel di Laut Merah, dan memperingatkan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan Israel akan kembali menjadi sasaran seiring meningkatnya ketegangan regional. Selain itu, kelompok itu juga mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap target Israel yang sensitif di wilayah Jaffa.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $93 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $88 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-56.4B

$-60.3B

21:00

USA - Existing Home Sales

 

4.06M

4.02M

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.5%

1.5%

23:00

USA - EIA Short Term Energy Outlook

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788