Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Bergerak Stabil Menjelang Data Inflasi AS, Prospek Tiongkok Masih Membatasi Penguatan Kiwi
NZDUSD Bergerak Stabil Menjelang Data Inflasi AS, Prospek Tiongkok Masih Membatasi Penguatan Kiwi
Wednesday, 10 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1545

-0.06%

GBPUSD

1.3373

0.01%

AUDUSD

0.7030

-0.10%

NZDUSD

0.5816

0.03%

USDJPY

160.34

0.01%

USDCHF

0.7980

0.14%

USDCAD

1.3950

-0.01%

GOLDUD

4256.14

-1.71%

USD/IDR

18,136

0.00%

Fokus:

  1. Data inflasi AS dan prospek suku bunga The Fed.
  2. Perkembangan ekonomi Tiongkok dan dampaknya terhadap NZD.


NZDUSD

Rabu, 10 Juni 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia dan bertahan di sekitar level 0,5818, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Pergerakan dolar Selandia Baru masih terbatas karena investor belum mendapatkan katalis yang cukup kuat untuk mendorong arah pergerakan yang lebih jelas. Fokus utama pasar saat ini tertuju pada data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dari sisi eksternal, pasar juga mencermati perkembangan ekonomi Tiongkok yang memiliki keterkaitan erat dengan prospek ekonomi Selandia Baru. Data inflasi konsumen dan produsen Tiongkok yang dirilis terbaru menunjukkan hasil yang beragam. Meskipun terdapat perbaikan pada sebagian indikator, hasil tersebut belum cukup untuk meningkatkan optimisme pasar terhadap prospek permintaan dari Tiongkok. Akibatnya, dolar Selandia Baru belum memperoleh dukungan berarti dari data ekonomi negara mitra dagang utamanya tersebut.

Selain dipengaruhi oleh faktor Tiongkok, arah pergerakan NZDUSD juga dipengaruhi oleh sentimen terhadap dolar AS. Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang publikasi data inflasi AS yang dipandang sebagai salah satu indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Tingkat inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS akan bertahan pada level tinggi lebih lama, sehingga mendukung penguatan dolar AS.

Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan, tekanan terhadap dolar AS dapat meningkat dan membuka ruang bagi penguatan mata uang utama lainnya, termasuk dolar Selandia Baru. Oleh karena itu, dalam jangka pendek pergerakan NZDUSD diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil data inflasi AS serta perkembangan prospek ekonomi Tiongkok yang menjadi salah satu faktor utama bagi perekonomian Selandia Baru. Support NZDUSD berada di area 0,5790 , sementar resistance di area 0,5850.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di area 1,1538 setelah mengalami tekanan akibat meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Meningkatnya aktivitas militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran mendorong investor untuk meningkatkan kepemilikan aset yang dinilai lebih aman, sehingga memberikan dukungan terhadap dolar AS. Situasi tersebut membuat pergerakan euro cenderung terbatas karena sebagian pelaku pasar memilih menunggu kejelasan arah perkembangan geopolitik sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

Di sisi lain, pelemahan euro masih berpotensi tertahan oleh ekspektasi pasar terhadap langkah lanjutan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam mengendalikan inflasi. Mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan ECB mendatang, sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang tunggal Eropa. Selain itu, fokus investor juga mengarah pada publikasi data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve. Oleh karena itu, arah pergerakan EURUSD dalam waktu dekat diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi perkembangan geopolitik, hasil data inflasi AS, serta sinyal kebijakan yang disampaikan ECB. Support EURUSD berada di area 1,1510, sementara resistance di area 1,1580.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat di kisaran 1,3374 dan cenderung bergerak terbatas setelah berhasil menjauhi level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan minat investor terhadap aset yang dianggap lebih aman, sehingga memberikan dukungan bagi dolar AS. Namun, pasar juga menahan diri untuk membangun posisi baru menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Sementara itu, pound sterling masih menghadapi tantangan dari faktor domestik. Ketidakpastian politik di Inggris membuat minat investor terhadap mata uang Inggris belum sepenuhnya pulih, meskipun pasar masih memperkirakan adanya peluang pengetatan kebijakan oleh Bank of England dalam beberapa waktu mendatang. Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama turut menjaga daya tarik dolar AS. Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut membuat ruang penguatan GBPUSD masih relatif terbatas dalam jangka pendek, meskipun tekanan jual juga belum terlihat terlalu dominan. Support GBPUSD berada di area 1,3340, sementara resistance di ara 1,3410.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,7023, menandai penurunan yang berlanjut dalam dua sesi perdagangan terakhir. Tekanan terhadap dolar Australia muncul seiring menguatnya dolar AS yang kembali mendapat dukungan dari meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah. Ketegangan yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Selain itu, pasar juga masih menilai bahwa data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dari sisi Australia, perhatian pasar tertuju pada data inflasi Tiongkok mengingat negara tersebut merupakan mitra dagang utama Australia dan memiliki pengaruh besar terhadap prospek ekspor Australia. Di saat yang sama, data terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen Australia kembali melemah dan masih berada di area negatif, mencerminkan kehati-hatian masyarakat terhadap kondisi ekonomi domestik. Kombinasi sentimen eksternal yang mendukung dolar AS dan lemahnya indikator kepercayaan konsumen Australia membuat AUDUSD masih rentan bergerak dalam tekanan, terutama menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi fokus utama pasar. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7060.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 160,36 dan masih bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Pergerakan pasangan mata uang ini cenderung terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah pasar selanjutnya. Sementara itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang yang dirilis lebih baik dari perkiraan belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi yen Jepang karena perhatian investor masih lebih tertuju pada perkembangan dari Amerika Serikat.

Dari sisi dolar AS, pasar semakin memperhitungkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, terutama jika tekanan inflasi kembali meningkat. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh kenaikan harga energi yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat dolar AS tetap diminati, terlebih di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat belum adanya kemajuan berarti dalam upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, yen Jepang masih menghadapi tekanan meskipun pasar tetap memperkirakan Bank of Japan (BoJ) berpotensi melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Ketergantungan Jepang terhadap impor energi membuat meningkatnya harga minyak dan ketidakpastian di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perekonomian domestik. Faktor tersebut mengurangi dukungan terhadap yen dan membuat USDJPY tetap bergerak di level tinggi. Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS yang berpotensi menentukan arah ekspektasi suku bunga Federal Reserve dan pergerakan USDJPY selanjutnya. Support USDJPY berada di area 159,80, sementara resistance di area 160,80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 0,7991 dan menunjukkan kecenderungan menguat setelah mendapat dukungan dari penguatan dolar AS. Sentimen positif terhadap dolar masih didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat seiring ketahanan ekonomi AS dan masih tingginya tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat imbal hasil obligasi AS tetap menarik sehingga mendukung permintaan terhadap dolar.

Di sisi lain, penguatan USD/CHF juga dipengaruhi oleh pergerakan franc Swiss yang cenderung terbatas. Meskipun franc masih memperoleh dukungan sebagai aset safe haven, pasar melihat ruang penguatan CHF tidak sebesar sebelumnya mengingat Swiss National Bank (SNB) diperkirakan mempertahankan suku bunga rendah dan lebih mengandalkan intervensi valuta asing untuk menahan apresiasi franc yang berlebihan. Secara teknikal, USDCHF masih berada dalam fase bullish selama mampu bertahan di atas area support terdekat. Support USDCHF berada di area 0,7960,sementara resistance berada di area 0,8005.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 1,3949 dan masih bertahan pada level yang relatif tinggi meskipun kenaikannya cenderung terbatas. Pergerakan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh dua sentimen yang saling berlawanan. Di satu sisi, dolar AS masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memburuknya situasi geopolitik global. Di sisi lain, dolar Kanada mendapat dorongan dari kenaikan harga minyak mentah yang kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Harga minyak yang lebih tinggi menjadi faktor positif bagi dolar Kanada mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat. Meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah membuat pasar khawatir terhadap kelancaran distribusi energi global, khususnya yang melalui jalur strategis Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga minyak naik dan membantu menopang pergerakan dolar Kanada, sehingga membatasi ruang kenaikan USDCAD meskipun dolar AS masih berada dalam tren yang kuat.

Sementara itu, dolar AS tetap didukung oleh sentimen kehati-hatian investor terhadap perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian terkait prospek perdamaian di kawasan tersebut membuat pelaku pasar masih mempertahankan posisi pada aset yang dianggap lebih aman. Dengan minimnya data ekonomi utama dari Kanada dalam jangka pendek, arah USDCAD diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh perkembangan geopolitik dan pergerakan harga minyak dunia. Selama kedua faktor tersebut masih mendominasi pasar, USDCAD berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan volatilitas yang tetap tinggi. Support USDCAD berada di area 1,3910, sementara resistance di area 1,3980.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

USD

Core Inflation Rate MoM MAY

 

0.3%

0.4%

7:30pm

USD

Core Inflation Rate YoY MAY

 

2.9%

2.8%

7:30pm

USD

Inflation Rate MoM MAY

 

0.5%

0.6%

7:30pm

USD

Inflation Rate YoY MAY

 

4.2%

3.8%

8:45pm

CAD

BoC Interest Rate Decision

 

2.25%

2.25%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788