| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1545 | -0.06% |
GBPUSD | 1.3373 | 0.01% |
AUDUSD | 0.7030 | -0.10% |
NZDUSD | 0.5816 | 0.03% |
USDJPY | 160.34 | 0.01% |
USDCHF | 0.7980 | 0.14% |
USDCAD | 1.3950 | -0.01% |
GOLDUD | 4,256.14 | -1.71% |
COFU | 89.40 | -0.54% |
USD/IDR | 18,136 | 0.00% |
Rabu, 10 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak dalam tren bearish dipicu oleh sentimen dari komentar Wright terkait jalur Hormuz yang kembali normal. Meski demikian, situasi di Timur Tengah yang kembali memanas, dan laporan stok API menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali menguat.
Menteri Energi AS Chris Wright pada hari Selasa mengatakan bahwa lalu lintas kapal dan ekspor minyak melalui Selat Hormuz meningkat secara signifikan dan diperkirakan akan terus berkembang di masa mendatang. Komentar Wright tersebut meredam kekhawatiran akan gangguan pasokan melalui jalur Selat Hormuz.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran pada Rabu pagi mengatakan telah melancarkan serangan yang menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain sebagai tanggapan atas serangan AS pada hari Selasa yang menargetkan pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengancam akan memberikan balasan yang lebih keras jika permusuhan berlanjut. Situasi tersebut semakin meningkatkan keraguan akan potensi kesepakatan damai antara AS dengan Teheran.
Masih dari Timur Tengah, Israel menyerang kota pelabuhan bersejarah Tyre di Lebanon selatan pada hari Selasa, menewaskan sedikitnya delapan orang, kata kementerian kesehatan Lebanon, setelah perintah evakuasi Israel untuk seluruh kota dikeluarkan untuk pertama kalinya. Berita tersebut kembali meredupkan harapan gencatan senjata Israel - Lebanon.
Dari sisi pasokan, laporan terbaru yang dirilis grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS anjlok turun sebesar 9,1 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 5 Juni, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 3,4 juta barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $91 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $86 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.5% | 0.6% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -5.1M | -7.974M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 3.364M |