Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Antisipasi Data Inflasi AS
Harga Emas Menguat Tipis di Tengah Antisipasi Data Inflasi AS
Tuesday, 09 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1537

-0.01%

GBPUSD

1.3342

0.04%

AUDUSD

0.7043

0.18%

NZDUSD

0.5811

0.07%

USDJPY

160.14

0.02%

USDCHF

0.7975

-0.01%

USDCAD

1.3948

-0.01%

GOLDUD

4540.13

0.86%

USD/IDR

18,166

0.00%

Fokus Emas:

  1. Meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan perkembangan gencatan senjata Israel-Iran
  2. Antisipasi data inflasi AS dan prospek suku bunga The Fed 

Selasa, 09 Juni 2026 – Harga emas dibuka meningkat di level US$4.326 per troy ons seiring pelaku pasar masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang hingga saat ini relatif bertahan setelah seruan penghentian serangan dari Presiden AS Donald Trump. Meski demikian, Iran menegaskan bahwa konflik dapat kembali meningkat apabila Israel melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Kondisi tersebut membuat permintaan aset safe haven masih terjaga, meskipun intensitas risiko geopolitik mulai mereda dibandingkan beberapa pekan terakhir.

Dari sisi fundamental, perhatian investor kini beralih ke data inflasi AS (CPI) yang dijadwalkan dirilis pekan ini sebagai indikator penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat setelah data ketenagakerjaan AS pekan lalu menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid. Goldman Sachs bahkan memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini sepanjang 2026 dan baru mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan pada 2027. Prospek suku bunga yang tinggi dalam periode lebih lama berpotensi membatasi kenaikan emas karena meningkatkan biaya peluang kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski tren jangka menengah masih dibayangi sentimen suku bunga tinggi, sejumlah indikator teknikal menunjukkan peluang pemulihan terbatas setelah koreksi yang cukup dalam sejak akhir Mei. Pergerakan indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury akan menjadi faktor utama yang menentukan arah emas dalam jangka pendek. Pelemahan dolar akibat aksi profit taking maupun meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dapat menjadi katalis positif bagi logam mulia. Selain data CPI, pasar juga akan mencermati perkembangan ekspektasi inflasi dan komentar sejumlah pejabat The Fed untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter AS ke depan.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.281 hingga $4.232, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.366 hingga $4.402. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.147, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.487.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:15am

USD

ADP Employment Change Weekly

-

-

35.75K

7:15am

USD

Balance of Trade

-

$-57.9B

$-60.3B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788