Home
>
News
>
Publication
>
Emas Terbebani Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Emas Terbebani Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Wednesday, 10 June 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1545

-0.06%

GBPUSD

1.3373

0.01%

AUDUSD

0.7030

-0.10%

NZDUSD

0.5816

0.03%

USDJPY

160.34

0.01%

USDCHF

0.7980

0.14%

USDCAD

1.3950

-0.01%

GOLDUD

4256.14

-1.71%

USD/IDR

18,136

0.00%

Fokus Emas:

  1. Eskalasi konflik AS–Iran dan dampaknya terhadap pasar energi global
  2. Antisipasi data inflasi AS (CPI & PPI) dan prospek kebijakan suku bunga The Fed 

Rabu, 10 Juni 2026 – Harga emas dibuka melemah di level US$4.256 per troy ons setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target di Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter militer AS di wilayah sekitar Selat Hormuz. Media Iran melaporkan sedikitnya enam ledakan terjadi di Pulau Qeshm, yang kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Eskalasi terbaru tersebut menambah ketidakpastian terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang masih rapuh dan meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Ketegangan geopolitik mendorong harga minyak dunia kembali menguat, sementara dolar AS mempertahankan penguatannya seiring meningkatnya permintaan aset aman. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global dapat bertahan lebih lama, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam periode yang lebih panjang. Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68%-70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir 2026, meningkat dibandingkan ekspektasi beberapa pekan sebelumnya.

Dari sisi ekonomi, perhatian investor kini tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk periode Mei yang dijadwalkan terbit hari ini, disusul Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis. Kedua data tersebut akan menjadi indikator penting dalam menilai arah inflasi dan prospek suku bunga AS ke depan. Hasil inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury, sehingga dapat menambah tekanan terhadap harga emas. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.209 hingga $4.159, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.336 hingga $4.413. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.032, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.540.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

USD

Core Inflation Rate MoM MAY

 

0.3%

0.4%

7:30pm

USD

Core Inflation Rate YoY MAY

 

2.9%

2.8%

7:30pm

USD

Inflation Rate MoM MAY

 

0.5%

0.6%

7:30pm

USD

Inflation Rate YoY MAY

 

4.2%

3.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788