Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Masih Tertekan, Dolar AS Dominan di Tengah Ketidakpastian Global
AUDUSD Masih Tertekan, Dolar AS Dominan di Tengah Ketidakpastian Global
Tuesday, 09 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1537

-0.01%

GBPUSD

1.3342

0.04%

AUDUSD

0.7043

0.18%

NZDUSD

0.5811

0.07%

USDJPY

160.14

0.02%

USDCHF

0.7975

-0.01%

USDCAD

1.3948

-0.01%

GOLDUD

4540.13

0.86%

USD/IDR

18,166

0.00%

Fokus:

  1. AUDUSD bergerak di kisaran 0,7056 dan masih berada dalam tren pelemahan setelah gagal mempertahankan penguatan sebelumnya. 
  2. Pasar menantikan rilis data inflasi AS dan data perdagangan Tiongkok yang berpotensi menjadi penentu arah AUD/USD dalam jangka pendek.



AUDUSD

Selasa, 09 Juni 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 0,7056 dan masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya. Dolar Australia belum mampu keluar dari tren pelemahan yang telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir, seiring masih kuatnya posisi dolar AS di pasar global. Meskipun sentimen risiko sempat membaik setelah adanya indikasi meredanya konflik antara Iran dan Israel, pelaku pasar masih menilai bahwa ketidakpastian geopolitik belum benar-benar hilang.

Perhatian investor masih tertuju pada hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang menyisakan sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran dan keamanan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven tetap terjaga. Akibatnya, setiap pelemahan dolar AS cenderung berlangsung terbatas karena investor masih mempertahankan posisi defensif di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mereda.

Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter juga menjadi pendorong utama pergerakan AUDUSD. Pasar semakin meyakini bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap ketat terhadap suku bunga setelah serangkaian data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang masih solid. Di sisi lain, peluang Reserve Bank of Australia (RBA) untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dinilai semakin mengecil. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut membuat dolar AS relatif lebih menarik dibandingkan dolar Australia.

Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Selain itu, data perdagangan Tiongkok juga akan menjadi perhatian mengingat posisi Tiongkok sebagai mitra dagang utama Australia. Selama dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga tinggi dan ketidakpastian global, AUDUSD berpotensi tetap bergerak dalam tekanan meskipun sesekali mengalami pemulihan teknikal. Support AUDUSD berada di area 0,7020, sementara resistance di area 0,7090.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 1,1536 seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Meskipun terdapat upaya meredakan konflik antara Iran dan Israel, pasar masih menilai risiko eskalasi belum sepenuhnya hilang setelah kedua pihak tetap melontarkan pernyataan tegas terkait langkah militer di masa mendatang. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor untuk kembali mencari perlindungan pada dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan euro dalam jangka pendek.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada dua agenda penting pekan ini, yakni rilis data inflasi Amerika Serikat dan pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Pasar saat ini telah memperkirakan kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin menyusul meningkatnya inflasi di kawasan euro. Oleh karena itu, fokus investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan dan proyeksi ekonomi yang akan disampaikan ECB. Jika bank sentral menunjukkan sikap yang lebih hawkish terhadap prospek inflasi dan suku bunga ke depan, euro berpeluang memperoleh dukungan dan membatasi tekanan yang terjadi saat ini. Support EURUSD berada di area 1,1500, sementara resistance di area 1,1570.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 1,3348 dan masih kesulitan mempertahankan momentum penguatannya setelah sempat memantul dari level terendah dalam lebih dari tiga pekan. Pergerakan pound sterling mendapat sedikit dukungan dari melemahnya dolar AS setelah meredanya ketegangan antara Iran dan Israel, yang mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Namun, sentimen pasar masih cenderung berhati-hati karena sejumlah isu geopolitik utama, termasuk perkembangan program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, masih belum menemukan titik terang.

Di sisi lain, ruang penguatan GBPUSD diperkirakan tetap terbatas karena pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Ekspektasi tersebut didukung oleh data ekonomi AS yang masih solid dan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berpotensi bertahan. Dari Inggris, ketidakpastian politik domestik setelah munculnya gejolak di pemerintahan turut membatasi minat investor terhadap pound sterling. Pelaku pasar saat ini juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat dan data pertumbuhan ekonomi Inggris yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan GBPUSD selanjutnya. Support GBPUSD berada di area 1,3310, sementara resistance di area 1,3390.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah di kisaran 0,5800 seiring masih bertahannya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global. Meskipun Iran dan Israel telah menyatakan penghentian aksi saling serang, pelaku pasar masih menilai situasi di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya stabil. Pernyataan dari masing-masing pihak yang masih membuka peluang terjadinya aksi balasan membuat investor cenderung mempertahankan posisi pada aset yang dianggap lebih aman, sehingga memberikan dukungan bagi dolar AS dan menekan pergerakan dolar Selandia Baru.

Dari sisi domestik, dolar Selandia Baru sebenarnya mendapat sentimen positif setelah data penjualan manufaktur kuartal pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat dibandingkan periode sebelumnya. Namun, dampak positif data tersebut masih tertutupi oleh kehati-hatian pasar menjelang rilis data perdagangan Tiongkok. Sebagai mitra dagang terbesar Selandia Baru, perkembangan ekonomi Tiongkok memiliki pengaruh besar terhadap prospek ekspor dan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Oleh karena itu, arah pergerakan NZDUSD dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global serta data ekonomi dari Tiongkok. Support NZDUSD berada di area 0,5770, sementara resistance di area 0,5830.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 160,18 dan masih bertahan di level tinggi seiring kuatnya dukungan terhadap dolar AS. Penguatan dolar terutama didorong oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup solid. Laporan terbaru memperlihatkan pertumbuhan lapangan kerja yang melampaui ekspektasi pasar, sementara tingkat pengangguran tetap stabil. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar untuk kembali memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, sehingga meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS.

Di sisi lain, pelemahan yen Jepang relatif tertahan oleh meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang. Otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar apabila pergerakan yen dinilai terlalu berlebihan. Pernyataan tersebut menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan USDJPY, terutama setelah pasangan mata uang ini kembali bergerak di sekitar level psikologis 160 yen per dolar AS. Dengan demikian, pergerakan USDJPY dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh kombinasi ekspektasi suku bunga Federal Reserve dan sikap pemerintah Jepang terhadap stabilitas mata uang domestiknya. Support USDJPY berada di area 159,80, sementara resistance di area 160,40.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke kisaran 0,7975 setelah sebelumnya mencatat penguatan cukup solid pada akhir pekan lalu dan awal pekan ini. Berdasarkan pergerakan harian, pasangan mata uang ini tampak mengalami fase konsolidasi setelah mendekati area resistance psikologis di sekitar 0,8000. Aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan USDCHF pada perdagangan hari ini. Selain itu, sebagian investor mulai mengurangi eksposur terhadap dolar AS sambil menunggu katalis baru dari data ekonomi Amerika Serikat, terutama data inflasi yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.

Meski terkoreksi, tren jangka pendek USDCHF masih cenderung positif. Dukungan terhadap dolar AS masih berasal dari kuatnya data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Namun, di sisi lain, franc Swiss juga memperoleh dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Kondisi ini membuat ruang penguatan USDCHF menjadi lebih terbatas dan memicu pergerakan yang cenderung berfluktuasi dalam rentang sempit. Support USDCHF berada di area 0,7950, sementara resistance di area 0,7990.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak di kisaran 1,3946 setelah mengalami koreksi tipis dari level tertinggi yang dicapai pada perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah meredanya ketegangan antara Iran dan Israel yang sempat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Berkurangnya kekhawatiran pasar membuat sebagian investor mulai mengurangi posisi pada dolar AS. Namun, pelemahan USDCAD masih relatif terbatas karena sentimen pasar belum sepenuhnya pulih dan sejumlah risiko geopolitik utama masih membayangi prospek ekonomi global.

Di sisi lain, pergerakan dolar Kanada juga menghadapi tantangan akibat melemahnya harga minyak mentah setelah ketegangan di Timur Tengah mereda. Kondisi tersebut mengurangi dukungan terhadap dolar Kanada yang selama ini cukup sensitif terhadap pergerakan harga energi. Selain itu, pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi yang tetap kuat. Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed dan menjadi penentu arah pergerakan USDCAD selanjutnya. Support USDCAD berada di area 1,3910, sementara resistance di area 1,3980.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:15am

USD

ADP Employment Change Weekly

 

 

35.75K

7:30am

CAD

Balance of Trade

 

C$1.5B

C$1.78B

7:15am

USD

Balance of Trade

 

$-57.9B

$-60.3B

11.30pm

EUR

ECB President Lagarde Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788