Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Selasa, 07 Oktober 2025 – Euro dibuka di 1.1708 dan melemah -0.10%. Pasangan EURUSD mengalami tekanan pada awal pekan ini, bergerak turun ke kisaran 1.1710 setelah sempat menyentuh level terendah dua minggu di sekitar 1.1650. Pelemahan Euro terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakstabilan politik di Prancis, menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Sébastien Lecornu hanya sehari setelah membentuk kabinet baru. Kondisi ini memunculkan kembali kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pemerintahan di negara ekonomi terbesar kedua di zona Euro, sehingga menekan sentimen terhadap mata uang tunggal. Kejatuhan ini juga menimbulkan efek negatif pada pasar saham Eropa, di mana indeks CAC40 sempat turun lebih dari dua persen sebelum menutup pelemahan di kisaran satu koma dua persen. Ketidakpastian politik di Prancis dikhawatirkan dapat memperlambat implementasi kebijakan fiskal dan memperburuk persepsi risiko terhadap aset-aset zona Euro.
Senin, 06 Oktober 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat dipicu oleh meredanya kekhawatiran akan pasokan berlebih pasca OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi bulanan yang lebih rendah dari perkiraan. Meski demikian, desakan AS terkait tahap pertama negosiasi penghentian perang Gaza, dan dimulainya kembali eksplorasi minyak di Libya membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Senin, 06 Oktober 2025 - Harga emas terus menguat di atas level $3,850 per troy ounce pada perdagangan Jumat, diperdagangkan di kisaran $3,875 setelah sempat menyentuh titik terendah harian di $3,838. Penguatan harga logam mulia ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat yang memasuki hari ketiga. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap perekonomian AS dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada rapat akhir Oktober mendatang. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 96%, sementara probabilitas penurunan tambahan pada Desember juga masih tinggi.
Senin, 06 Oktober 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6581 dan menguat 0.32%. Dolar Australia mencatat penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat setelah data inflasi domestik menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks TD-MI Inflation Gauge naik empat persepuluh persen pada September setelah sebelumnya turun, sementara secara tahunan meningkat menjadi tiga persen dari dua koma delapan persen. Data ini menegaskan bahwa inflasi di Australia masih bertahan di atas target dua hingga tiga persen, terutama di sektor jasa yang masih mengalami kenaikan biaya. Reserve Bank of Australia dalam pertemuan terakhirnya memilih menahan suku bunga acuan di tiga koma enam persen, namun menegaskan bahwa inflasi yang persisten dapat menunda langkah pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi tersebut memperkuat sentimen terhadap Dolar Australia, karena pasar memperkirakan RBA akan mempertahankan sikap hati-hati dalam waktu dekat.
Jumat, 03 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari sinyal memanasnya tensi antara AS dengan China, dan peningkatan produksi Nigeria. Meski demikian, eskalasi situasi di Timur Tengah membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Jumat, 03 Oktober 2025 - Harga emas kembali mencatat penguatan mendekati level $3,857 per troy ounce. Sentimen pasar didorong oleh memburuknya kondisi politik di Amerika Serikat setelah terjadinya government shutdown, yang memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan semakin agresif menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini hampir pasti memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, dengan probabilitas tinggi bahwa langkah serupa kembali dilakukan pada Desember. Prospek suku bunga yang lebih rendah jelas menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil, sehingga menopang tren bullish.
Jumat, 03 Oktober 2025 - Yen Jepang dibuka di 147.25, menguat 0.29%. Pasangan USDJPY pada hari Jumat kembali mencatatkan penguatan setelah sebelumnya melemah selama empat hari berturut turut. Pair ini bergerak di kisaran seratus empat puluh tujuh koma dua puluh hingga seratus empat puluh tujuh koma lima puluh. Kenaikan tersebut terjadi meskipun sentimen pasar global masih dibayangi oleh penutupan sebagian aktivitas pemerintah Amerika Serikat yang menyebabkan tertundanya rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls. Biasanya data ketenagakerjaan tersebut menjadi indikator kunci arah kebijakan Federal Reserve sehingga ketiadaan laporan tersebut menambah ketidakpastian pasar. Namun demikian Dolar Amerika mampu memulihkan sebagian posisinya berkat aksi ambil untung dan faktor teknikal setelah sempat jatuh ke posisi terendah satu minggu. Dari sisi fundamental ekspektasi pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua puluh lima basis poin pada bulan Oktober serta peluang besar pemangkasan lanjutan pada bulan Desember sebenarnya membatasi ruang penguatan Dolar. Akan tetapi ketidakpastian politik di Jepang menjelang pemilihan pemimpin baru Partai Demokrat Liberal menambah tekanan pada Yen karena hasil pemilu ini akan memengaruhi arah kebijakan fiskal dan memberi sinyal pada Bank of Japan terkait kemungkinan penyesuaian moneter.
Kamis, 02 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari isyarat tekanan lebih lanjut G7 terhadap Rusia, dan komitmen bantuan intelijen AS terhadap Ukraina. Meski demikian, potensi OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi, dan lesunya permintaan di pasar energi AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788