| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1729 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3475 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6614 | 0.08% |
NZDUSD | 0.5816 | 0.24% |
USDJPY | 147.04 | -0.06% |
USDCHF | 0.7969 | -0.14% |
USDCAD | 1.3934 | -0.04% |
GOLDUD | 3,864.41 | -0.30% |
COFU | 61.78 | 0.53% |
USD/IDR | 16,675 | 0.00% |
Kamis, 02 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari isyarat tekanan lebih lanjut G7 terhadap Rusia, dan komitmen bantuan intelijen AS terhadap Ukraina. Meski demikian, potensi OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi, dan lesunya permintaan di pasar energi AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Para menteri keuangan negara-negara G7 pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka akan mengambil langkah bersama untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan menargetkan negara-negara yang terus meningkatkan pembelian minyak Rusia dan negara-negara yang memfasilitasi penjualan. Kesepakatan tersebut termasuk tarif dan larangan ekspor-impor, ungkap pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan virtual menteri keuangan.
Masih terkait Rusia, AS berencana memberikan bantuan intelijen kepada Ukraina untuk melakukan serangan rudal jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia, kutip Wall Street Journal pada hari Rabu. Hal ini akan memudahkan Ukraina untuk menyerang kilang, jaringan pipa, dan infrastruktur lainnya dengan tujuan menekan pendapatan Rusia, kata WSJ. Selain itu, AS juga meminya sekutunya NATO untuk memberikan dukungan serupa, kata para pejabat AS yang dikutip WSJ.
Sementara itu, kelompok aliansi OPEC dan sekutunya kemungkinan akan mempercepat peningkatan produksi pada bulan November dari kenaikan 137.000 bph yang disepakati untuk bulan Oktober pada pertemuan hari Minggu karena Arab Saudi berupaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar, kata tiga sumber yang mengetahui perundingan tersebut. Kenaikan produksi bulan November berpotensi mencapai 500.000 bph, atau sekitar tiga kali lipat dari peningkatan yang dicapai pada bulan Oktober, ungkap sumber yang sama.
Turut membebani harga, dalam laporan stok versi pemerintah yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS naik sebesar 1,79 juta barel untuk pekan yang berakhir 26 September, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,5 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan melonjak naik sebesar 4,13 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
18:30 | USA - Challenger Job Cuts |
| 150.0K | 85.979K |