Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Lebih Lanjut Terhadap Rusia Buat Minyak Kembali Terangkat
Tekanan Lebih Lanjut Terhadap Rusia Buat Minyak Kembali Terangkat
Thursday, 02 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1729

0.09%

GBPUSD

1.3475

0.06%

AUDUSD

0.6614

0.08%

NZDUSD

0.5816

0.24%

USDJPY

147.04

-0.06%

USDCHF

0.7969

-0.14%

USDCAD

1.3934

-0.04%

GOLDUD

3,864.41

-0.30%

COFU

61.78

0.53%

USD/IDR

16,675

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Para menteri keuangan G7 berencana mengambil langkah bersama untuk menargetkan negara-negara yang terus membeli minyak Rusia.
  • AS akan berikan bantuan intelijen kepada Ukraina untuk meluncurkan serangan rudal jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia.

************************************************************

Kamis, 02 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari isyarat tekanan lebih lanjut G7 terhadap Rusia, dan komitmen bantuan intelijen AS terhadap Ukraina. Meski demikian, potensi OPEC+ untuk mempercepat peningkatan produksi, dan lesunya permintaan di pasar energi AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Para menteri keuangan negara-negara G7 pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka akan mengambil langkah bersama untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan menargetkan negara-negara yang terus meningkatkan pembelian minyak Rusia dan negara-negara yang memfasilitasi penjualan. Kesepakatan tersebut termasuk tarif dan larangan ekspor-impor, ungkap pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan virtual menteri keuangan.

Masih terkait Rusia, AS berencana memberikan bantuan intelijen kepada Ukraina untuk melakukan serangan rudal jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia, kutip Wall Street Journal pada hari Rabu. Hal ini akan memudahkan Ukraina untuk menyerang kilang, jaringan pipa, dan infrastruktur lainnya dengan tujuan menekan pendapatan Rusia, kata WSJ. Selain itu, AS juga meminya sekutunya NATO untuk memberikan dukungan serupa, kata para pejabat AS yang dikutip WSJ.

Sementara itu, kelompok aliansi OPEC dan sekutunya kemungkinan akan mempercepat peningkatan produksi pada bulan November dari kenaikan 137.000 bph yang disepakati untuk bulan Oktober pada pertemuan hari Minggu karena Arab Saudi berupaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar, kata tiga sumber yang mengetahui perundingan tersebut. Kenaikan produksi bulan November berpotensi mencapai 500.000 bph, atau sekitar tiga kali lipat dari peningkatan yang dicapai pada bulan Oktober, ungkap sumber yang sama.

Turut membebani harga, dalam laporan stok versi pemerintah yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS naik sebesar 1,79 juta barel untuk pekan yang berakhir 26 September, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,5 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan melonjak naik sebesar 4,13 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

18:30

USA - Challenger Job Cuts

 

150.0K

85.979K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788