Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Selasa, 14 Oktober 2025 – Harga emas naik ke level $4.112 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, ditopang meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Presiden Donald Trump pada Jumat (10/10) mengumumkan berakhirnya gencatan senjata tarif dengan Beijing, memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok global dan memperburuk sentimen risiko di pasar keuangan. Dalam kondisi ketidakpastian, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas menguat, sejalan dengan naiknya aliran dana ke ETF berbasis emas dan pembelian signifikan oleh sejumlah bank sentral.
Selasa, 14 Oktober 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6521 dan melemah -0.17%. Pasangan mata uang AUDUSD kembali bergerak melemah setelah sempat menunjukkan penguatan terbatas di awal pekan. Rebound singkat dolar Australia terjadi di tengah sedikit perbaikan sentimen risiko akibat pelunakan sikap Washington terhadap Tiongkok, namun tekanan fundamental masih kuat. Ketegangan dagang kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana menerapkan tarif impor 100% terhadap seluruh produk asal Tiongkok mulai 1 November, sebagai respons atas rencana Beijing membatasi ekspor logam tanah jarang (rare earth). Meski kemudian Trump mencoba menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa “Amerika tidak ingin menyakiti China,” nada keras tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran bahwa ketegangan dagang dapat kembali menekan aktivitas perdagangan global. Mengingat Australia memiliki ketergantungan tinggi terhadap ekspor ke Tiongkok, meningkatnya risiko perlambatan ekonomi di Negeri Tirai Bambu secara langsung memberikan tekanan terhadap nilai tukar AUD.
Senin, 13 Oktober 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari potensi eskalasi perang Ukraina dan laporan jumlah rig Baker Hughes. Meski demikian, sinyal meningkatnya tensi antara AS dengan China, serta berakhirnya perang Gaza membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Senin, 13 Oktober 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.4004, melemah -0.15%. Pasangan mata uang USDCAD mengalami pelemahan moderat dan kini bergerak di sekitar area psikologis 1.3990, turun sekitar 0,20% dari level puncak enam bulan di 1.4030 yang dicapai pekan lalu. Pelemahan Dolar AS ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan Kanada yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Statistik Kanada melaporkan bahwa lapangan kerja bertambah 60,4 ribu pada September, jauh di atas ekspektasi kenaikan 5 ribu dan membalikkan penurunan 65,5 ribu pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran tetap di 7,1%, sedikit lebih baik dari perkiraan kenaikan ke 7,2%, sementara rata-rata pertumbuhan upah tahunan naik 3,6%, konsisten dengan bulan Agustus. Data ini menandakan stabilitas sektor tenaga kerja Kanada yang berpotensi menahan dorongan bagi Bank of Canada (BoC) untuk memangkas suku bunga lebih agresif dalam waktu dekat. Probabilitas pemangkasan suku bunga BoC pada Oktober kini turun menjadi 57% dari 72% sebelumnya, menunjukkan keyakinan bahwa tekanan penurunan suku bunga mulai berkurang.
Senin, 13 Oktober 2025 – Harga emas naik ke level $4.017 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian fiskal global. Konflik yang masih berlanjut di Timur Tengah serta perang Rusia–Ukraina menimbulkan kekhawatiran pasar, sementara risiko shutdown pemerintahan AS dan krisis politik di Prancis menambah tekanan terhadap aset berisiko.
Jumat, 10 Oktober 2025 - Setelah ditutup turun lebih dari satu persen pada perdagangan kemarin, harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari eskalasi serangan Rusia terhadap fasilitas energi Ukraina, dan sanksi terbaru AS terhadap kilang milik Rusia di Serbia. Meski demikian, sinyal positif kesepakatan damai Gaza dan potensi meningkatnya tensi antara AS dengan China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Harga emas (XAUUSD) dibuka melemah tipis di sekitar $3.994 pada Jumat pagi. Pelemahan ini terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam yang didorong oleh lonjakan permintaan safe haven. Selain itu, penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan daya tarik emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Meskipun demikian, harga emas masih bergerak di atas level psikologis $3.990, menandakan minat beli masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global.
Jumat, 10 Oktober 2025 – Nilai tukar Dolar AS terhadap Yen Jepang (USDJPY) terus memperpanjang penguatannya dan kini bergerak di sekitar level 153,00, mendekati posisi tertinggi sejak Februari 2025. Sentimen pasar masih didominasi oleh ketidakpastian politik di Jepang setelah Sanae Takaichi memenangkan pemilihan pimpinan partai berkuasa Liberal Democratic Party (LDP) pada akhir pekan lalu dan diperkirakan segera menjadi Perdana Menteri Jepang berikutnya. Kemenangan Takaichi memicu spekulasi kuat bahwa Jepang akan kembali pada arah kebijakan fiskal ekspansif ala Abenomics, dengan fokus pada stimulus fiskal dan dukungan moneter untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Ekspektasi ini membuat pelaku pasar menilai bahwa Bank of Japan (BoJ) kemungkinan besar akan menunda langkah kenaikan suku bunga yang sebelumnya diantisipasi pada akhir tahun, sehingga memberi tekanan tambahan terhadap Yen. Meskipun Takaichi menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mendorong pelemahan Yen secara berlebihan, pandangan ekonominya yang pro-stimulus telah cukup untuk menekan imbal hasil obligasi Jepang dan memperkuat minat beli Dolar AS.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788