| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1715 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3437 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6594 | 0.15% |
NZDUSD | 0.5817 | 0.14% |
USDJPY | 147.25 | 0.29% |
USDCHF | 0.7972 | -0.04% |
USDCAD | 1.3968 | -0.06% |
GOLDUD | 3,857.14 | 0.17% |
COFU | 60.70 | -0.03% |
USD/IDR | 16,607 | 0.00% |
Jumat, 03 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari sinyal memanasnya tensi antara AS dengan China, dan peningkatan produksi Nigeria. Meski demikian, eskalasi situasi di Timur Tengah membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis merilis pernyataan bahwa para diplomat yang mewakili AS bertugas memajukan kepentingan AS secara global, dan hal itu merupakan praktik standar bagi para diplomat di seluruh dunia, termasuk di Hong Kong. Pernyataan tersebut menepis peringatan sebelumnya dari diplomat senior Tiongkok di Hong Kong terhadap konsul jenderal AS yang baru diangkat di sana untuk tidak mencampuri urusan dalam kota, dan sekaligus berpotensi mempengaruhi arah pembicaraan dagang antara AS dengan China yang dijadwalkan akan berlangsung menjelang akhir bulan nanti.
Turut membebani harga, Nigeria telah berhasil meningkatkan produksi minyak mentah harian menjadi antara 1,7 juta dan 1,83 juta barel dan jumlah rig pengeboran aktif dari 31 pada Januari, naik menjadi 50 pada Juli, menandai keberhasilan reformasi investasi sektor perminyakan yang di usung oleh Presiden Bola Tinubu melalui "Proyek Satu Juta Barel" yang diluncurkan pada Oktober 2024. Menteri Negara Sumber Daya Minyak Nigeria, Senator Heineken Lokpobiri, mengatakan bahwa divestasi aset baru-baru ini oleh perusahaan minyak internasional telah memicu keputusan investasi akhir senilai lebih dari $5,5 miliar, yang menambah sekitar 200.000 barel per hari terhadap produksi nasional.
Sementara itu, situasi di Jalur Gaza semakin memucak pasca pasukan tank Israel memblokir jalan utama menuju Kota Gaza pada hari Kamis, mencegah mereka yang telah meninggalkan kota yang terkepung untuk kembali, dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan bahwa sekarang adalah kesempatan terakhir bagi ratusan ribu orang yang masih berada di dalam untuk melarikan diri.
Dukungan lainnya datang dari pemerintahan Trump yang menyetujui bantuan dana senilai $230 juta untuk diberikan kepada pasukan keamanan Lebanon pada minggu ini dalam upaya membantu melucuti kelompok bersenjata Hizbullah, ungkap sumber di Washington dan Beirut. Bantuan dana tersebut berpotensi memicu meningkatnya konflik internal di Lebanon.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:45 | USA - S&P Global Composite PMI Final |
| 53.6 | 54.6 |
20:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 53.9 | 54.5 |
21:00 | USA - ISM Services PMI |
| 51.7 | 52.0 |
21:00 | USA - ISM Services Business Activity |
| 51.8 | 55 |