Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Kamis, 02 Oktober 2025 - Harga emas dibuka di level $3,864 per troy ounce dan mengalami pelemahan setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru di atas $3,890 per troy ounce. Melemahnya harga ini terjadi di tengah masuknya pemerintah Amerika Serikat dalam kondisi shutdown akibat kebuntuan politik di Kongres terkait pengesahan anggaran. Kondisi ini tidak hanya menekan kepercayaan pasar, tetapi juga berpotensi menunda rilis data ekonomi penting seperti NFP dan CPI. Sementara itu, data ketenagakerjaan AS terbaru dari ADP menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan dengan sektor swasta justru kehilangan lapangan kerja, memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS mulai melambat.
Kamis, 02 Oktober 2025 - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1729 dan naik sebesar 0.09%. Euro berhasil mempertahankan tren penguatan terhadap Dolar AS, didukung oleh kombinasi faktor fundamental yang berasal dari zona Euro maupun dari Amerika Serikat. Dari sisi Eropa, data inflasi terbaru menunjukkan konsistensi yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi harmonisasi tahunan (HICP) meningkat ke 2,2% pada September dari 2% di bulan sebelumnya, sementara inflasi inti tetap stabil di 2,3%. Meskipun laju inflasi ini masih sedikit di atas target ECB di 2%, pasar melihatnya tidak cukup untuk mendorong bank sentral melakukan kenaikan suku bunga baru. Sebaliknya, stabilitas harga yang terjaga justru memperkuat keyakinan bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang sudah akomodatif untuk mendorong pemulihan ekonomi. Selain itu, data inflasi Jerman juga menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan, menambah sentimen positif terhadap Euro karena Jerman sebagai ekonomi terbesar di kawasan memiliki bobot penting dalam arah kebijakan ECB.
Rabu, 01 Oktober 2025 – Dolar Australia naik 0.09% ke posisi 0.6612. Dolar Australia menguat pada perdagangan Selasa hingga Rabu, dengan pasangan AUDUSD bergerak di kisaran 0,6600 setelah RBA memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 3,6%. Keputusan tersebut sudah sesuai ekspektasi pasar, namun pernyataan bernuansa hawkish dari Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas perkiraan, meski tidak berada dalam kondisi berlari liar. Prospek pemangkasan suku bunga pada November kini semakin tipis, membuat AUD mendapat dukungan tambahan. Sementara itu, data domestik menunjukkan PMI manufaktur Australia masih ekspansif meski melambat, ditambah indeks industri AiG yang tetap di area kontraksi, menandakan pemulihan masih rapuh.
Rabu, 01 Oktober 2025 - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus melemah, diperdagangkan di sekitar level USD 62,90 per barel pada sesi Asia. Tekanan jual muncul akibat ekspektasi kenaikan produksi tambahan oleh OPEC+ termasuk Rusia, menyusul dilanjutkannya ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak. Langkah ini menambah suplai ke pasar yang sudah menghadapi risiko surplus, dengan potensi tambahan pasokan awal mencapai 180.000–190.000 barel per hari menuju pelabuhan Ceyhan, Turki. Pasar kini menanti konfirmasi resmi dari pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.
Rabu, 01 Oktober 2025 - Harga emas terus mencatatkan reli dengan menembus rekor baru di kisaran $3,871 per troy ounce, didorong oleh melemahnya data ketenagakerjaan AS yang semakin memperbesar peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed). Data JOLTS menunjukkan tingkat perekrutan turun ke posisi terendah sejak pertengahan 2024, menandakan pasar tenaga kerja mulai melemah. Hal ini membuat pelaku pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga pada Oktober dan peluang besar kembali terjadi pada Desember, yang secara fundamental menekan Dolar AS sekaligus mendukung harga emas.
Selasa, 30 September 2025 - Harga minyak mentah mengalami pelemahan setelah sempat menyentuh level tertinggi tujuh minggu di sekitar 66 dolar per barel pada akhir pekan lalu. Sentimen negatif muncul seiring ekspektasi bahwa kelompok produsen OPEC dan sekutunya akan kembali meningkatkan produksi pada pertemuan yang dijadwalkan pada awal Oktober. Rencana kenaikan produksi ini diperkirakan menambah pasokan global di tengah perlambatan permintaan akibat tensi perdagangan Amerika Serikat, sehingga menciptakan kekhawatiran oversupply yang membebani harga minyak.
Selasa, 30 September 2025 – Harga emas naik ke level $ 3832 per troy ons. Harga emas terus mencetak rekor tertinggi baru setelah berhasil menembus level psikologis tiga ribu delapan ratus dolar per troy ons pada sesi perdagangan Asia. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang menimbulkan ketidakpastian fiskal serta mendorong investor untuk beralih pada aset aman. Di sisi lain, data inflasi personal consumption expenditures Amerika Serikat yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar memperkuat pandangan bahwa bank sentral Amerika Serikat akan tetap melanjutkan kebijakan pemangkasan suku bunga pada pertemuan mendatang. Prospek suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang untuk menyimpan emas menjadi semakin kecil sehingga mendukung tren kenaikan harga logam mulia tersebut.
Selasa, 30 September 2025 – Mata uang Loonie melemah tipis hingga -0.04% di level 1.3912. USDCAD melemah seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat menjelang potensi penghentian operasional pemerintah atau government shutdown. Kebuntuan anggaran di Kongres menimbulkan risiko tertundanya rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls yang sangat berpengaruh bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor semakin berhati hati karena Presiden Donald Trump juga melontarkan ancaman pemangkasan besar besaran tenaga kerja federal, yang dinilai bisa mengganggu belanja konsumen domestik. Selain itu, kebijakan tarif baru hingga seratus persen pada produk farmasi impor serta tarif signifikan terhadap furnitur dan kendaraan menambah kekhawatiran pada outlook perdagangan Amerika Serikat. Tekanan gabungan faktor politik dan perdagangan ini membuat Dolar Amerika Serikat tertekan dan tidak mampu menguat terhadap Dolar Kanada.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788