Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Keputusan Produksi OPEC+ Yang Lebih Rendah Dari Perkiraan
Minyak Menguat Dipicu Keputusan Produksi OPEC+ Yang Lebih Rendah Dari Perkiraan
Monday, 06 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1720

-0.12%

GBPUSD

1.3430

-0.06%

AUDUSD

0.6581

0.32%

NZDUSD

0.5809

0.45%

USDJPY

149.43

0.29%

USDCHF

0.7963

-0.09%

USDCAD

1.3954

-0.02%

GOLDUD

3,891.33

1.33%

COFU

61.14

1.00%

USD/IDR

16,606

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ sepakat tingkatkan produksi mulai November sebesar 137.000 bph, setara dengan peningkatan bulan Oktober.
  • Tahap pertama negosiasi penghentian perang di Gaza harus diselesaikan minggu ini, ujar Trump pada hari Minggu.

************************************************************

Senin, 06 Oktober 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat dipicu oleh meredanya kekhawatiran akan pasokan berlebih pasca OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi bulanan yang lebih rendah dari perkiraan. Meski demikian, desakan AS terkait tahap pertama negosiasi penghentian perang Gaza, dan dimulainya kembali eksplorasi minyak di Libya membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

OPEC dan sekutu menyepakati akan meningkatkan produksi minyak mulai November sebesar 137.000 bph, sama dengan peningkatan produksi pada bulan Oktober, ungkap kelompok aliansi tersebut setelah pertemuan daring pada hari Minggu. Keputusan OPEC+ tersebut sekaligus meredam kekhawatiran pasar akan ancaman pasokan berlebih setelah sebelumnya beredar berita yang mengatakan kelompok aliansi tersebut kemungkinan akan meningkatkan produksi hingga 500.000 bph.

Dukungan lainnya datang dari serangan rudal dan drone yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina, menewaskan sedikitnya lima orang dan merusak infrastruktur sipil termasuk fasilitas energi Ukraina di berbagai wilayah, kata para pejabat pada hari Minggu. Kementerian Energi Ukraina menyatakan fasilitas energi di Zaporizhzhia dan wilayah Chernihiv utara telah rusak. Menyusul setelahnya perusahaan gas dan minyak negara Ukraina, Naftogaz, menyatakan Rusia telah menyerang dan merusak infrastruktur gas, tanpa merinci lebih lanjut. Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu mengatakan pasukannya telah menyerang fasilitas industri militer Ukraina serta infrastruktur gas dan energi semalam.

Sementara itu, para pejabat Hamas tiba di Mesir pada hari Minggu jelang pertemuan dengan Israel di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, yang diharapkan AS akan mengarah pada penghentian pertempuran dan pembebasan sandera di Gaza. Para negosiator Israel yang dipimpin oleh Menteri Urusan Strategis Ron Dermer dijadwalkan akan berangkat ke Mesir pada hari Senin. Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu menegaskan agar tahap pertama yang membahas pembebasan sandera dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina harus diselesaikan minggu ini. Trump juga meminta Israel untuk segera menghentikan pengeboman Gaza.

Turut membebani harga, cabang perusahaan energi Italia Eni di Afrika Utara telah melanjutkan pengeboran eksplorasinya di wilayah lepas pantai barat laut Libya setelah jeda lima tahun, ungkap sumber dari perusahaan milik pemerintah Libya, National Oil Corporation (NOC), pada hari Minggu. Eni melanjutkan operasi di sumur yang operasi pengeborannya dihentikan pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, kata NOC.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

-

N/A

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788