Home
>
News
>
Publication
>
Kenaikan USDJPY Ditopang Pemilu Jepang dan Tertundanya Data Nonfarm Payrolls
Kenaikan USDJPY Ditopang Pemilu Jepang dan Tertundanya Data Nonfarm Payrolls
Friday, 03 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1715

0.12%

GBPUSD

1.3437

0.13%

AUDUSD

0.6594

0.15%

NZDUSD

0.5817

0.14%

USDJPY

147.25

0.29%

USDCHF

0.7972

-0.04%

USDCAD

1.3968

-0.06%

GOLDUD

3857.14

0.17%

USD/IDR

16607

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. Shutdown pemerintah Amerika Serikat menunda rilis data Nonfarm Payrolls
  2. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Oktober dan Desember

Jumat, 03 Oktober 2025 - Yen Jepang dibuka di 147.25, menguat 0.29%. Pasangan USDJPY pada hari Jumat kembali mencatatkan penguatan setelah sebelumnya melemah selama empat hari berturut turut. Pair ini bergerak di kisaran seratus empat puluh tujuh koma dua puluh hingga seratus empat puluh tujuh koma lima puluh. Kenaikan tersebut terjadi meskipun sentimen pasar global masih dibayangi oleh penutupan sebagian aktivitas pemerintah Amerika Serikat yang menyebabkan tertundanya rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls. Biasanya data ketenagakerjaan tersebut menjadi indikator kunci arah kebijakan Federal Reserve sehingga ketiadaan laporan tersebut menambah ketidakpastian pasar. Namun demikian Dolar Amerika mampu memulihkan sebagian posisinya berkat aksi ambil untung dan faktor teknikal setelah sempat jatuh ke posisi terendah satu minggu. Dari sisi fundamental ekspektasi pelaku pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua puluh lima basis poin pada bulan Oktober serta peluang besar pemangkasan lanjutan pada bulan Desember sebenarnya membatasi ruang penguatan Dolar. Akan tetapi ketidakpastian politik di Jepang menjelang pemilihan pemimpin baru Partai Demokrat Liberal menambah tekanan pada Yen karena hasil pemilu ini akan memengaruhi arah kebijakan fiskal dan memberi sinyal pada Bank of Japan terkait kemungkinan penyesuaian moneter.

Dari dalam negeri Jepang pelemahan Yen semakin ditekan oleh data pengangguran yang naik menjadi dua koma enam persen pada bulan Agustus lebih tinggi dibandingkan ekspektasi dua koma empat persen dan lebih buruk dari bulan sebelumnya di dua koma tiga persen. Angka ini menandakan melemahnya pasar tenaga kerja Jepang sehingga mengurangi daya tarik Yen sebagai mata uang lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Sementara itu sentimen positif di pasar Asia juga menekan Yen karena investor lebih memilih aset berisiko seiring penguatan bursa saham global. Meski demikian komentar terbaru dari Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda tetap memberi harapan pada Yen. Ia menegaskan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan akomodatif untuk saat ini namun siap menaikkan suku bunga bila inflasi dan pertumbuhan ekonomi sesuai proyeksi. Pasar sendiri sudah mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan pada kuartal keempat dua ribu dua puluh lima sehingga pelemahan Yen berpotensi tidak akan terlalu dalam. Dinamika ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi fundamental jangka pendek cenderung melemahkan Yen, arah kebijakan moneter Jepang berpotensi menjadi faktor penguat dalam jangka menengah.

Secara makro perbedaan suku bunga dan imbal hasil obligasi antara Amerika Serikat dan Jepang kini terus menyempit sehingga menjadi alasan mengapa penguatan USDJPY dapat terbatas. Spread imbal hasil obligasi tenor dua tahun maupun sepuluh tahun menunjukkan tren penurunan yang menandakan daya tarik aset Amerika semakin berkurang relatif terhadap obligasi Jepang. Hal ini diperkuat oleh hasil survei Tankan yang memperlihatkan peningkatan optimisme sektor manufaktur Jepang yang berarti fundamental ekonomi domestik semakin solid dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya ekonomi Amerika justru menghadapi pelemahan data tenaga kerja swasta versi ADP serta ancaman dampak negatif dari penutupan pemerintah. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve juga condong pada pelonggaran yang lebih agresif. Kombinasi faktor faktor tersebut secara keseluruhan mengarah pada kecenderungan penguatan Yen dalam jangka menengah meskipun dalam jangka pendek USDJPY masih ditopang oleh ketidakpastian politik di Jepang dan lemahnya data domestik. Dengan demikian pergerakan USDJPY saat ini dapat dikatakan berada dalam fase transisi dimana penguatan Dolar Amerika cenderung temporer sementara prospek jangka menengah lebih berpihak pada apresiasi Yen bila Bank of Japan benar benar melaksanakan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY melemah. Support terdekat berada di 146.90, dan resistance di 147.60. Support lanjutan di zona 146.60 dan dilanjutkan ke zona 146.15. Resistance lanjutan di zona 147.95 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 148.20

EURUSD - Euro dibuka di 1.1715 dan naik 0.12%. Euro berada dalam posisi rawan meski pada perdagangan terbaru terlihat mencoba bertahan di kisaran 1,17. Tekanan utama masih berasal dari penguatan Dolar AS yang mendapat dukungan dari pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve, khususnya Lorie Logan, yang menegaskan inflasi masih di atas target dan tren kenaikan harga belum sepenuhnya terkendali. Shutdown pemerintahan AS membuat publikasi data penting seperti Nonfarm Payrolls dan Initial Jobless Claims tertunda, sehingga investor bertransaksi dengan ketidakpastian data. Walaupun demikian, probabilitas tinggi pemangkasan suku bunga Fed di akhir Oktober bahkan sudah mencapai 96% menurut pasar menciptakan dinamika tarik-menarik, karena Dolar mendapat sokongan jangka pendek dari komentar hawkish namun di sisi lain melemah oleh ekspektasi pemangkasan kebijakan moneter. Dari sisi Eropa, fundamental menunjukkan gejala pelemahan yang berpotensi membatasi daya tahan Euro. Tingkat pengangguran naik tipis ke 6,3% di bulan Agustus dari 6,2% pada Juli, meski angka ini masih relatif rendah secara historis. Namun tren awal ini bisa menjadi sinyal pergeseran siklus pasar tenaga kerja, yang berarti ECB akan menghadapi tekanan lebih cepat untuk mempertimbangkan arah pelonggaran kebijakan pada 2025. Dengan inflasi yang mulai terkendali mendekati target 2% dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lemah, pasar melihat peluang bahwa ECB akan kehilangan alasan untuk mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Jika sinyal pivot ECB semakin kuat, EURUSD dapat kehilangan pijakan menuju 1,15, meskipun dalam jangka pendek penguatan terbatas ke area 1,18 masih mungkin terjadi bila Fed memberi sinyal dovish lebih eksplisit. Outlook ke depan menempatkan pasangan ini dalam posisi rentan dengan risiko penurunan lebih besar dibandingkan peluang kenaikan. Support terdekat berada di 1.1690, sementara resistance terdekat di 1.1740.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3437, menguat tipis 0.13%. Poundsterling bergerak fluktuatif setelah gagal mempertahankan momentum bullish yang sempat terbentuk dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Shutdown pemerintahan AS membuat pasar global menghadapi kekosongan data, khususnya laporan ketenagakerjaan yang menjadi referensi penting dalam membaca arah kebijakan moneter Fed. Dengan absennya data ini, investor lebih bergantung pada sentimen umum dan komentar pejabat bank sentral. Dolar mendapat sokongan dari komentar hawkish The Fed, tetapi pasar obligasi AS justru semakin memproyeksikan pemangkasan suku bunga lanjutan pada Oktober dan Desember. Dinamika ini memberi Poundsterling peluang untuk bertahan di kisaran 1,34–1,35, meskipun volatilitas tetap tinggi. Dari sisi domestik Inggris, fokus investor kini beralih pada kondisi fiskal dan kebijakan Bank of England (BoE). Beberapa pejabat BoE, termasuk Catherine Mann dan Sarah Breeden, telah mengingatkan bahwa risiko mempertahankan kebijakan moneter ketat terlalu lama bisa menyeret inflasi turun di bawah target, meski saat ini inflasi masih dianggap tinggi. Proyeksi inflasi satu tahun ke depan dari sektor korporasi berada di kisaran 3,5–3,7%, mencerminkan ketidakpastian yang tetap besar. Dengan demikian, GBPUSD diperdagangkan di tengah dua kekuatan: ekspektasi pemangkasan Fed yang menekan Dolar, serta keraguan terhadap daya tahan ekonomi Inggris yang menahan penguatan Pound. Jika sentimen global tetap mendukung pelemahan Dolar, GBPUSD berpotensi menembus ke atas 1,35, namun arah jangka menengah tetap bergantung pada konsistensi data inflasi Inggris serta kejelasan kebijakan fiskal dalam budget musim gugur mendatang. Support terdekat berada di 1.3410, dan resistance di 1.3470.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6594, naik 0.15%. Aussie Dollar menghadapi tekanan fundamental yang kompleks dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari dalam negeri, data neraca perdagangan menunjukkan pelemahan tajam, dengan surplus Agustus menyempit signifikan dari level sebelumnya. Penurunan tajam ekspor, khususnya emas, serta pelemahan permintaan dari China mempertegas ketergantungan Australia pada siklus global, terutama ekonomi China yang masih rapuh akibat sektor propertinya. PMI manufaktur dan jasa Australia masih menunjukkan ekspansi, namun tren melambat menandakan momentum pertumbuhan mulai kehilangan tenaga. RBA sendiri tetap menahan suku bunga di 3,6% dan dalam tinjauan stabilitas keuangan memperingatkan risiko dari harga aset tinggi dan kerentanan di pasar keuangan global. Secara eksternal, Dolar Australia mendapat dorongan dari pelemahan Greenback karena ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga Fed dalam dua pertemuan berikutnya. Rumor terkait penghentian pembelian bijih besi Australia oleh China sempat menekan Aussie, namun segera diredam dengan bantahan resmi yang meredakan kepanikan pasar. Selain itu, data PMI China yang membaik, meski masih dekat area kontraksi, memberi sedikit dukungan terhadap outlook permintaan komoditas Australia. Kombinasi faktor ini membuat AUDUSD relatif stabil di kisaran 0,65–0,66. Namun, arah jangka pendek sangat dipengaruhi sentimen global: bila risk appetite membaik dan Dolar melemah karena ekspektasi Fed, maka Aussie berpotensi menguat lebih lanjut. Sebaliknya, jika ketidakpastian dari China kembali meningkat, AUDUSD rentan terkoreksi menuju 0,64. Support terdekat berada di 0.6570, dan resistance di 0.6620.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5817 dan menguat 0.14%. Kiwi Dollar menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat menyentuh level terendah sejak April, dengan kini diperdagangkan di kisaran 0,5825–0,5830. Pemicu utama adalah pelemahan Dolar AS akibat data tenaga kerja yang mengecewakan, terutama laporan ADP yang menunjukkan penurunan 32 ribu pekerjaan di sektor swasta pada September, terbesar sejak Maret 2023. Data ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa Fed akan melakukan dua kali pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini, sehingga menekan imbal hasil AS dan mendukung kenaikan NZD. Shutdown pemerintah AS juga membuat pasar tidak mendapat konfirmasi data NFP, sehingga spekulasi dovish Fed semakin menguat. Namun, fundamental domestik Selandia Baru masih memberikan tantangan. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menghadapi dilema karena inflasi mulai terkendali sementara pertumbuhan ekonomi masih rentan terhadap perlambatan global. Pasar memperkirakan RBNZ bisa lebih cepat menurunkan suku bunga pada 2025 bila tren pelemahan ekonomi berlanjut. Dengan demikian, meski penguatan Kiwi saat ini lebih didorong faktor eksternal berupa pelemahan Dolar AS dan meningkatnya risk appetite global, ruang upside tetap terbatas tanpa katalis positif dari dalam negeri. Level 0,5840–0,5860 menjadi area resistensi penting yang jika ditembus dapat mengonfirmasi tren pemulihan lebih lanjut, sedangkan support utama tetap di 0,5800. Outlook jangka pendek masih positif, namun arah jangka menengah akan bergantung pada konsistensi sinyal kebijakan RBNZ dan stabilitas pasar global. Support terdekat berada di 0.5790, sementara resistance di 0.5850.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7972 dan melemah tipis -0.04%. Pergerakan USDCHF menunjukkan pelemahan Greenback setelah gagal melanjutkan momentum rebound di atas area 0,7970. Pelemahan ini utamanya dipicu oleh penurunan ekspektasi pasar terhadap kekuatan ekonomi AS pasca laporan ADP yang mengecewakan, ditambah dengan government shutdown yang menunda rilis data resmi NFP. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa The Fed kemungkinan besar akan menambah dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun. Ekspektasi pelonggaran Fed tersebut menekan imbal hasil obligasi AS, sehingga mengurangi daya tarik Dolar terhadap Swiss Franc. Dengan demikian, meski ketidakpastian politik AS biasanya membuat CHF tertekan sebagai mata uang safe haven, kali ini justru USD yang kehilangan momentum akibat narasi dovish terhadap kebijakan moneter Fed. Sementara itu, faktor domestik dari Swiss tidak banyak mengubah arah. Inflasi tahunan tercatat hanya 0,2% pada September, lebih rendah dari perkiraan 0,3%, sementara inflasi bulanan justru kontraksi lebih dalam -0,2%. Data ini menegaskan tekanan deflasi yang dihadapi Swiss, sehingga membuka ruang bagi Swiss National Bank (SNB) untuk mempertahankan kebijakan longgar lebih lama. Presiden SNB Martin Schlegel memang menolak kembali ke era suku bunga negatif, namun mengakui potensi penurunan tambahan bila diperlukan. Meski demikian, arah utama USDCHF tetap ditentukan oleh fundamental AS. Dengan pasar semakin agresif memproyeksikan pemangkasan Fed, sentimen bearish USD lebih dominan sehingga pair ini berpotensi bertahan di bawah 0,80 dengan bias melemah dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.7945, dan resistance di 0.7995.

USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3968, terkoreksi -0.06%. Pasangan USDCAD terus mencatat penguatan signifikan dan saat ini mendekati level psikologis 1,40, level tertinggi sejak Mei lalu. Penguatan Dolar AS masih bertahan meski situasi politik di Washington diliputi ketidakpastian akibat government shutdown, yang menunda publikasi data tenaga kerja resmi seperti NFP. Kondisi ini semestinya menjadi hambatan bagi Greenback, namun ekspektasi pasar bahwa The Fed akan tetap memangkas suku bunga dalam rapat akhir Oktober dan Desember tidak serta merta menghapus permintaan terhadap Dolar. Latar belakangnya, laporan ADP menunjukkan penurunan tenaga kerja sektor swasta, sehingga memperkuat spekulasi pelonggaran kebijakan moneter Fed. Namun karena data resmi BLS ditunda, investor masih memilih bertahan di aset aman termasuk USD, yang mendorong pair ini ke level tinggi. Dari sisi Kanada, pelemahan CAD diperparah oleh kombinasi data domestik yang lemah dan turunnya harga minyak. PMI manufaktur Kanada jatuh lebih dalam ke 47,7 pada September, menandai kontraksi delapan bulan berturut-turut. Selain itu, harga minyak WTI yang sempat turun di bawah $61/barel membebani Loonie, mengingat minyak adalah komoditas ekspor utama Kanada. Risalah rapat terakhir BoC juga menunjukkan dilema kebijakan: ekonomi Kanada cenderung mendekati resesi, namun inflasi yang masih tinggi membuat ruang pemangkasan suku bunga terbatas. Meski pasar saat ini sudah memperhitungkan peluang 90% pemotongan 25 bps pada akhir tahun, BoC cenderung menahan diri terlalu cepat. Ketidakmampuan BoC bersikap agresif menahan pelemahan CAD, sementara Dolar AS tetap dominan, membuat USDCAD rentan menembus ke atas 1,40 dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3940, dan resistance di 1.3995.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:25am

CAD

Gov Council Member Mendes Speaks

-

-

-

1:30am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Unemployment Rate

2.6%

2.4%

2.3%

All Day

CNY

Bank Holiday

-

-

-

8:05am

JPY

BOJ Gov Ueda Speaks

-

-

-

All Day

EUR

German Bank Holiday

-

-

-

1:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

0.3%

-1.1%

2:15pm

EUR

Spanish Services PMI

-

53.3

53.2

2:45pm

EUR

Italian Services PMI

-

51.5

51.5

2:50pm

EUR

French Final Services PMI

-

48.9

48.9

2:55pm

EUR

German Final Services PMI

-

52.5

52.5

3:00pm

EUR

Final Services PMI

-

51.4

51.4

3:00pm

EUR

Italian Retail Sales m/m

-

0.0%

0.0%

3:30pm

GBP

Final Services PMI

-

51.9

51.9

4:00pm

EUR

PPI m/m

-

-0.1%

0.4%

4:40pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

5:05pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

Tentative

USD

Average Hourly Earnings m/m

-

0.3%

0.3%

Tentative

USD

Non-Farm Employment Change

-

52K

22K

Tentative

USD

Unemployment Rate

-

4.3%

4.3%

8:20pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

8:35pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Final Services PMI

-

53.9

53.9

9:00pm

USD

ISM Services PMI

-

51.8

52

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788