Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Kamis, 18 September 2025 – Harga emas melemah ke level $3.659 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, setelah sempat mencetak rekor baru di awal pekan. Pelemahan ini terjadi akibat aksi ambil untung (profit-taking) pasca-keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke 4,00–4,25%. Meski kebijakan pelonggaran moneter biasanya mendukung harga emas, penguatan singkat dolar AS pasca-FOMC mendorong pasar untuk merealisasikan keuntungan. Indeks dolar (DXY) naik 0,25% ke 96,87 pada Rabu (17/9), mematahkan tren pelemahan dua hari sebelumnya, sehingga menekan harga emas.
Rabu, 17 September 2025 – Harga emas naik ke level $3.691 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, ditopang pelemahan dolar AS dan ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
17 September 2025 – Yen Jepang dibuka di 146.60 dengan pelemahan dolar -0.27%. USDJPY terus mengalami tekanan pelemahan karena pasar semakin yakin bahwa The Federal Reserve (Fed) akan segera memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan FOMC September sudah hampir sepenuhnya dipricing oleh pasar, bahkan sebagian investor masih berspekulasi adanya pemangkasan lebih agresif hingga 50 bps. Ekspektasi ini muncul seiring dengan tanda-tanda pelemahan di sektor tenaga kerja AS dan melemahnya sentimen konsumen. Menariknya, meskipun data ekonomi terbaru seperti Retail Sales dan Industrial Production mencatatkan hasil lebih baik dari perkiraan, hal ini gagal mendukung penguatan Dolar AS. Pasar jelas menaruh fokus pada arah kebijakan jangka menengah, bukan pada data jangka pendek. Indeks Dolar (DXY) bahkan sempat jatuh ke level terendah sejak Juli, menandakan tekanan jual terhadap Greenback semakin luas. Kondisi ini menjadi katalis utama pelemahan USDJPY, dengan pasangan mata uang tersebut terkoreksi ke area 146,40–146,50 pada sesi Asia.
Rabu, 17 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat OPEC dan sekutunya untuk meningkatkan produksi. Meski demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah, sanksi terbaru AS terhadap Iran, dan indikator positif permintaan di pasar energi AS berpotensi mendorong harga menguat.
Selasa, 16 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh meredanya ancaman eskalasi konflik dagang antara AS dengan China dan India. Selain itu, potensi eskalasi signifikan aksi militer Israel di Jalur Gaza turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Selasa, 16 September 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6665 dengan penguatan 0.17%. AUDUSD melanjutkan tren penguatannya di awal pekan ini seiring dolar AS berada dalam tekanan jelang rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan Rabu mendatang. Pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara sebagian analis bahkan menilai peluang pelonggaran tambahan pada Oktober dan Desember tetap terbuka lebar, sejalan dengan proyeksi lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Deutsche Bank. Faktor yang mempertegas ekspektasi tersebut adalah kondisi pasar tenaga kerja AS yang semakin rapuh, terlihat dari kenaikan klaim pengangguran mingguan ke level tertinggi sejak Oktober 2021 serta laporan Nonfarm Payrolls yang lebih lemah dari perkiraan. Meski inflasi konsumen terakhir masih lebih panas dari ekspektasi, pasar menilai The Fed akan memprioritaskan stabilitas pertumbuhan ketimbang inflasi, sehingga memberi tekanan berkelanjutan terhadap dolar AS dan mendukung reli AUDUSD yang saat ini bergerak di kisaran 0,6670, level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir.
Tuesday, 16 September 2025
Publication
Selasa, 16 September 2025 – Harga emas naik ke level $3.680 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pada perdagangan sebelumnya, indeks dolar (DXY) terkoreksi 0,25% ke 97,3, sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,034%, level terendah sejak awal April 2025. Kombinasi pelemahan dolar dan obligasi memberi dorongan kuat bagi emas, karena membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lain serta menurunkan biaya peluang untuk menyimpan emas. Pasar kini sepenuhnya berfokus pada hasil rapat kebijakan The Fed yang akan digelar pada 16–17 September ini.
Senin, 15 September 2025 – Harga emas turun ke level $3.644 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya kewaspadaan investor menjelang rapat kebijakan The Fed pekan ini.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788