| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1591 | 0.28% |
GBPUSD | 1.3322 | 0.28% |
AUDUSD | 0.6512 | 0.28% |
NZDUSD | 0.5736 | 0.16% |
USDJPY | 152.27 | -0.36% |
USDCHF | 0.8038 | -0.46% |
USDCAD | 1.4004 | -0.15% |
GOLDUD | 4017.62 | 1.07% |
USD/IDR | 16580 | 0.00% |
Fokus USDCAD:
Senin, 13 Oktober 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.4004, melemah -0.15%. Pasangan mata uang USDCAD mengalami pelemahan moderat dan kini bergerak di sekitar area psikologis 1.3990, turun sekitar 0,20% dari level puncak enam bulan di 1.4030 yang dicapai pekan lalu. Pelemahan Dolar AS ini muncul setelah rilis data ketenagakerjaan Kanada yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Statistik Kanada melaporkan bahwa lapangan kerja bertambah 60,4 ribu pada September, jauh di atas ekspektasi kenaikan 5 ribu dan membalikkan penurunan 65,5 ribu pada bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran tetap di 7,1%, sedikit lebih baik dari perkiraan kenaikan ke 7,2%, sementara rata-rata pertumbuhan upah tahunan naik 3,6%, konsisten dengan bulan Agustus. Data ini menandakan stabilitas sektor tenaga kerja Kanada yang berpotensi menahan dorongan bagi Bank of Canada (BoC) untuk memangkas suku bunga lebih agresif dalam waktu dekat. Probabilitas pemangkasan suku bunga BoC pada Oktober kini turun menjadi 57% dari 72% sebelumnya, menunjukkan keyakinan bahwa tekanan penurunan suku bunga mulai berkurang.
Namun, penguatan Dolar Kanada (CAD) berpotensi terbatas karena harga minyak mentah komoditas ekspor utama Kanada masih mengalami tekanan. Harga WTI Crude Oil kini berada di bawah $60 per barel, level terendah dalam empat bulan terakhir, setelah sempat kehilangan lebih dari 2% pada perdagangan Jumat. Melemahnya harga minyak global mencerminkan menurunnya permintaan energi global, diperburuk oleh ketegangan geopolitik dan sentimen risk-off yang meningkat akibat shutdown pemerintahan AS yang berkepanjangan. Meski begitu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melunakkan sikap terkait tarif 100% terhadap impor dari China sedikit meredakan kekhawatiran pasar dan mendorong pemulihan harga minyak pada awal pekan ini. Jika harga minyak berhasil mempertahankan momentum pemulihannya, CAD berpotensi melanjutkan penguatannya terhadap USD, terutama jika disertai dengan perbaikan sentimen risiko global.
Di sisi lain, Dolar AS (USD) menghadapi tekanan fundamental baru, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan sikap dovish-nya. Pernyataan Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, yang menyoroti perlambatan pasar tenaga kerja dan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, memperkuat keyakinan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan mungkin diperlukan dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, data Indeks Sentimen Konsumen Michigan diperkirakan melemah menjadi 54,2 dari sebelumnya 55,1, mencerminkan menurunnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi AS. Dengan shutdown pemerintah AS yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, pelaku pasar cenderung menghindari aset berbasis USD dan beralih ke mata uang komoditas yang memiliki dukungan fundamental lebih kuat, seperti CAD. Dalam jangka menengah, kombinasi antara data tenaga kerja Kanada yang solid, prospek kebijakan dovish The Fed, serta tekanan harga minyak akan menjadi faktor utama yang menentukan arah USDCAD, dengan bias teknikal masih condong ke bawah selama harga tetap bertahan di bawah 1.4000.
Harga pada pasangan mata uang USDCAD melemah. Support terdekat berada di 1.3980, dan resistance di 1.4030. Support lanjutan berada di zona 1.3940 dan dilanjutkan ke zona 1.3910. Resistance lanjutan berada di zona 1.4065 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4090.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1591 dan menguat 0.28%. Pasangan EURUSD mencatat penguatan signifikan seiring pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok serta dampak berkepanjangan dari penutupan sebagian pemerintahan AS. Pernyataan Presiden Trump yang mengancam untuk memberlakukan tarif 100% terhadap produk impor Tiongkok menambah kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi AS. Sentimen investor terhadap Dolar AS memburuk karena ketidakpastian kebijakan fiskal akibat shutdown yang menunda pembayaran pegawai federal dan menahan laju aktivitas ekonomi domestik. Situasi ini mendorong investor beralih pada Euro yang dinilai lebih stabil dalam jangka pendek. Selain itu, kondisi politik di Eropa turut memperkuat posisi Euro setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjuk kembali Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri, meredakan kekhawatiran akan ketidakstabilan politik di negara tersebut. Investor menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan kebijakan fiskal Prancis dan stabilitas kawasan euro. Dari sisi kebijakan moneter, notulen pertemuan ECB menunjukkan mayoritas pejabat masih yakin bahwa tingkat suku bunga saat ini cukup restriktif untuk mengendalikan inflasi menuju target 2%. Dengan tekanan terhadap Dolar AS dan stabilitas kebijakan Eropa, prospek EURUSD masih cenderung menguat dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.1560, sementara resistance di 1.1620.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3322, naik 0.28%. Poundsterling bergerak menguat terhadap Dolar AS, meski masih dibayangi oleh isu fiskal domestik Inggris. Sentimen terhadap Greenback terus melemah setelah ancaman tarif besar-besaran AS terhadap Tiongkok menambah tekanan terhadap outlook ekonomi AS. Ketegangan dagang tersebut meningkatkan potensi melambatnya ekspor AS serta menekan kepercayaan pelaku usaha, sementara penutupan pemerintahan AS menunda berbagai rilis data penting yang biasanya menjadi panduan kebijakan moneter The Fed. Kondisi ini mendorong pelaku pasar beralih ke aset mata uang utama lain, termasuk Pound, yang memperoleh keuntungan relatif dari tekanan terhadap Dolar AS. Namun, di sisi domestik, Pound masih menghadapi risiko dari kebijakan fiskal Inggris yang diperkirakan akan semakin ketat. Rencana Kanselir Keuangan Rachel Reeves untuk menaikkan pajak dalam Autumn Statement berpotensi membatasi ruang konsumsi rumah tangga dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, selama ketidakpastian politik AS dan kebijakan dagang Trump terus membebani Dolar, GBPUSD berpeluang mempertahankan momentum penguatannya. Data ketenagakerjaan Inggris yang akan dirilis minggu ini juga menjadi katalis penting; hasil yang stabil dapat memperkuat pandangan bahwa ekonomi Inggris masih cukup resilien. Support terdekat berada di 1.3290, dan resistance di 1.3350.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6512 dan menguat 0.28%. AUDUSD kembali menguat setelah sebelumnya sempat anjlok akibat meningkatnya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. Rencana Trump untuk menerapkan tarif 100% terhadap produk impor Tiongkok memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok global, yang turut mempengaruhi mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Australia. Namun, pada sisi lain, pelemahan Dolar AS akibat shutdown pemerintahan dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama penguatan AUD. Investor menilai bahwa ketidakpastian kebijakan fiskal AS dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat peluang pelonggaran moneter lebih lanjut. Dari sisi domestik, prospek Australia mendapat dukungan dari langkah pemerintah yang mempertimbangkan pembentukan cadangan strategis mineral kritis senilai A$1,2 miliar guna memperkuat kerja sama sumber daya dengan AS. Kebijakan tersebut menunjukkan tekad Canberra untuk menjaga daya saing sektor tambang dan diversifikasi pasokan dari ketergantungan pada Tiongkok. Dengan Dolar AS yang tertekan dan stabilitas kebijakan domestik yang relatif terjaga, AUDUSD berpotensi memperpanjang kenaikannya, khususnya jika notulen RBA menunjukkan nada optimistis terhadap stabilitas inflasi dan pertumbuhan. Support terdekat berada di 0.6480, sedangkan resistance di 0.6535.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5736 dan naik 0.16%. NZDUSD mulai menunjukkan pemulihan setelah tertekan oleh keputusan dovish Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke 2,5%. Meski kebijakan tersebut sempat menekan nilai tukar Kiwi, momentum penguatan kini muncul seiring memburuknya sentimen terhadap Dolar AS akibat kebuntuan fiskal di Washington. Shutdown pemerintahan yang berlarut-larut serta komentar pejabat The Fed yang cenderung dovish membuat investor menilai peluang penurunan suku bunga tambahan di AS semakin terbuka. Faktor ini mengurangi daya tarik Dolar dan memberikan ruang bagi NZD untuk menguat. Selain itu, prospek inflasi AS yang mulai melandai memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika. Sementara itu, RBNZ sendiri menegaskan bahwa langkah pelonggaran agresif sudah memperhitungkan pelemahan ekonomi global, sehingga kemungkinan pemangkasan lebih lanjut akan lebih berhati-hati ke depan. Dengan demikian, kombinasi dovish-nya Fed dan stabilisasi kebijakan RBNZ memberi peluang bagi NZDUSD untuk memperpanjang rebound-nya dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5710, dan resistance di 0.5760.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 152.27, melemah -0.36% terhadap Dolar AS. Pasangan USDJPY mulai melemah setelah sempat bergerak positif di kisaran 152, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi AS. Ancaman Presiden Trump untuk menaikkan tarif hingga 100% terhadap produk impor Tiongkok memicu sentimen risk-off global, menekan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi AS yang sudah terbebani oleh penutupan pemerintahan (shutdown) yang belum berakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran atas tertundanya data ekonomi penting dan potensi perlambatan aktivitas bisnis di Amerika, yang pada akhirnya menekan nilai Dolar terhadap mata uang safe haven seperti Yen Jepang. Di sisi lain, ekspektasi bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga karena tekanan di pasar tenaga kerja turut memperlemah prospek Dolar AS dalam jangka pendek. Dari sisi Jepang, situasi politik dalam negeri memberikan dinamika tersendiri terhadap arah Yen. Kemenangan Sanae Takaichi sebagai pemimpin partai berkuasa menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa Jepang akan kembali ke arah kebijakan ekspansif bergaya “Abenomics”, yang berpotensi menghambat niat Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Namun, komentar Menteri Keuangan Katsunobu Kato yang menyatakan keprihatinan terhadap volatilitas nilai tukar memberi sinyal bahwa intervensi pasar tetap menjadi opsi jika pelemahan Yen dianggap berlebihan. Secara fundamental, meski ketidakpastian politik domestik dapat membatasi laju penguatan Yen, tekanan terhadap Dolar akibat tensi dagang dan stagnasi fiskal AS berpotensi menjaga USDJPY dalam tren pelemahan dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 151.90, dan resistance di 152.60.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8038 dan melemah -0.46%. Pasangan USDCHF mulai menunjukkan pelemahan setelah sempat mencetak level tertinggi bulanan di sekitar 0.8080. Penguatan Swiss Franc dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap langkah pelonggaran kebijakan moneter The Fed di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS. Komentar dovish dari Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, yang menilai kondisi lapangan kerja sebagai faktor “mengkhawatirkan”, memperkuat pandangan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga dalam dua pertemuan tersisa tahun ini. Kondisi shutdown pemerintahan AS yang memperlambat publikasi data ekonomi turut menambah tekanan terhadap Greenback, karena pelaku pasar kehilangan kejelasan atas arah kebijakan fiskal dan moneter AS. Sementara itu, dari sisi Swiss, fundamental domestik menunjukkan potensi pergeseran arah kebijakan yang dapat memperkuat Franc. Pernyataan terbaru dari Ketua Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, menegaskan bahwa inflasi diperkirakan meningkat pada kuartal mendatang, mengurangi kemungkinan SNB kembali ke suku bunga negatif. Situasi ini menciptakan divergensi kebijakan dengan AS, di mana arah suku bunga cenderung turun. Dengan prospek The Fed yang semakin dovish dan ketahanan inflasi Swiss yang mulai menguat, pasangan USD/CHF cenderung menghadapi tekanan turun lebih lanjut, seiring investor kembali mencari perlindungan pada mata uang yang lebih stabil seperti Franc. Support terdekat berada di 0.8010, dan resistance di 0.8065.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.73|2.4 | - | 4.65|2.4 |
2:45am | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
4:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 49.9 | - | 49.9 |
5:00am | AUD | RBA Gov Bullock Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 3.8% | 3.7% | 3.5% |
6:50am | JPY | PPI y/y | 2.7% | 2.5% | 2.7% |
8:40am | USD | FOMC Member Daly Speaks | - | - | - |
2:00pm | CHF | SECO Consumer Climate | - | -38 | -40 |
3:00pm | EUR | Italian Industrial Production m/m | - | -0.3% | 0.4% |
All Day | EUR | ECOFIN Meetings | - | - | - |
Tentative | CNY | New Loans | - | 1460B | 590B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.5% | 8.8% |
7:30pm | CAD | Employment Change | - | 2.8K | -65.5K |
7:30pm | CAD | Unemployment Rate | - | 7.20% | 7.10% |
8:45pm | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |
9:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 54.1 | 55.1 |
9:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.7% |