Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Senin, 15 September 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh Israel yang mengintensifkan serangan ke Gaza, dan serangan Ukraina yang menargetkan fasilitas energi Rusia. Meski demikian, rilisnya data ekonomi terbaru China yang lesu membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Senin, 15 September 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3557 dan terkoreksi -0.07%. Pound Sterling kembali melemah terhadap Dolar AS, seiring pergeseran sentimen pasar yang didorong oleh kombinasi faktor domestik Inggris dan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris stagnan pada Juli 2025, dengan pertumbuhan bulanan tercatat 0,0% setelah kenaikan 0,4% pada Juni. Perlambatan ini mempertegas tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris sedang kehilangan momentum, di mana sektor jasa dan konstruksi masih memberikan kontribusi, tetapi manufaktur terus menjadi penekan utama dengan penurunan signifikan pada logam, transportasi, serta elektronik. Stagnasi ekonomi ini meningkatkan spekulasi bahwa Bank of England (BoE) bisa dipaksa untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, meski inflasi yang masih di atas target menambah dilema kebijakan.
Jumat, 12 September 2025 – Harga emas naik ke level $3.635 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, ditopang ekspektasi kuat bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan 16–17 September 2025. Pasar kini memperkirakan probabilitas hampir 100% pemangkasan 25 bps, dengan kemungkinan kecil langkah lebih agresif sebesar 50 bps, menurut CME FedWatch. Ekspektasi ini muncul setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, yakni klaim pengangguran mingguan melonjak ke 263.000, sementara laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls pekan lalu direvisi turun sebesar 911.000 pekerjaan hingga Maret. Data tersebut menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS terus melemah meski inflasi masih bertahan di level relatif tinggi.
Jumat, 12 September 2025 - Yen Jepang dibuka di 147.48 dengan pelemahan 0.24%. Kinerja mata uang USDJPY tengah berada dalam fase pelemahan yang cukup signifikan karena tekanan fundamental dari kedua sisi mata uang. Dari Jepang, faktor politik menjadi sorotan utama setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengundurkan diri, yang menciptakan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Ketidakpastian politik ini membuat pasar memperkirakan bahwa Bank of Japan (BoJ) bisa menunda atau memperlambat laju kenaikan suku bunga yang sebelumnya sudah diantisipasi. Padahal, data ekonomi domestik relatif mendukung skenario normalisasi kebijakan, dengan adanya revisi ke atas PDB kuartal II, kenaikan indeks harga produsen (PPI), pertumbuhan upah riil, serta konsumsi rumah tangga yang meningkat. Namun, faktor politik ini menekan keyakinan investor bahwa BoJ akan mengambil langkah agresif dalam jangka pendek, sehingga membatasi potensi apresiasi Yen meski fundamental domestik cukup positif.
Jumat, 12 September 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari IEA yang memperingatkan pasokan berlebih tahun ini yang berlanjut hingga tahun depan. Selain itu, desakan AS ke G7 untuk menerapkan tarif lebih tinggi terhadap India dan China juga menjadi katalis yang membatasi harga minyak.
Kamis, 11 September 2025 – Kiwi dibuka di 0.5933 dan naik 0.24%. Pergerakan NZDUSD menunjukkan tren penguatan yang konsisten di sekitar level 0,5945 pada sesi Asia hari Kamis, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh penurunan tak terduga dalam data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat untuk Agustus yang memicu pandangan bahwa inflasi AS mulai kehilangan momentum. Data ini menambah tekanan pada dolar AS karena investor semakin yakin bahwa Fed tidak hanya akan memangkas suku bunga pada September, tetapi juga berlanjut hingga Oktober dan Desember. Di sisi lain, revisi signifikan terhadap data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penurunan lebih dari 900 ribu pekerja mempertegas tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga dolar AS kesulitan menjaga daya tariknya. Situasi ini mendorong investor beralih ke aset berisiko, termasuk mata uang antipodean seperti Kiwi, yang pada akhirnya menopang kenaikan NZDUSD.
Kamis, 11 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu sentimen dari sinyal lesunya permintaan di pasar minyak AS, dan potensi konflik dagang baru antara Meksiko dengan China. Meski demikian, isyarat Uni Eropa untuk tidak mengenakan tarif sesuai desakan AS, dan eskalasi konflik antara Israel dan Hamas berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Kamis, 11 September 2025 – Harga emas naik ke level $3.644 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong ekspektasi kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan. Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (PPI) AS turun tak terduga 0,1% MoM pada Agustus 2025, terutama akibat penurunan biaya jasa. Pelemahan inflasi produsen ini menambah keyakinan pasar bahwa tekanan harga di sektor hilir mulai mereda, sehingga ruang bagi Fed untuk melakukan pelonggaran moneter semakin terbuka.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788