| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1564 | -0.07% |
GBPUSD | 1.3308 | -0.12% |
AUDUSD | 0.6570 | -0.27% |
NZDUSD | 0.5757 | -0.28% |
USDJPY | 152.83 | 0.29% |
USDCHF | 0.8049 | 0.22% |
USDCAD | 1.4012 | 0.09% |
GOLDUD | 3,994.52 | -0.89% |
COFU | 61.49 | 0.13% |
USD/IDR | 16,530 | 0.00% |
Jumat, 10 Oktober 2025 - Setelah ditutup turun lebih dari satu persen pada perdagangan kemarin, harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari eskalasi serangan Rusia terhadap fasilitas energi Ukraina, dan sanksi terbaru AS terhadap kilang milik Rusia di Serbia. Meski demikian, sinyal positif kesepakatan damai Gaza dan potensi meningkatnya tensi antara AS dengan China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Rusia melancarkan serangan besar di pusat kota Kyiv yang memicu kebakaran di sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi dan menargetkan fasilitas energi pada Jumat dini hari, memutus aliran listrik ke beberapa bagian ibu kota, kata para pejabat setempat. Pasukan Rusia telah memfokuskan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dalam beberapa pekan terakhir jelang berlangsungnya kembali musim dingin.
Dukungan lainnya datang dari AS yang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak Serbia, NIS, milik Rusia, pada hari Kamis, yang mendorong Kroasia untuk menghentikan pengiriman minyak mentah ke Serbia. Tanpa pasokan dari Kroasia, kilang NIS, yang memasok sebagian besar produk minyak Serbia, berpotensi menghentikan operasinya dalam beberapa minggu.
Sementara itu, kabinet Israel telah menyetujui kesepakatan damai Gaza pada Jumat pagi, sekitar 24 jam setelah mediator mengumumkan perjanjian tersebut, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan gencatan senjata akan berlaku dalam waktu 24 jam setelah kesepakatan disetujui pemerintah, kemudian setelah periode 24 jam tersebut, para sandera yang ditawan di Gaza akan dibebaskan dalam waktu 72 jam. Berita tersebut sekaligus memudarkan ketegangan geopolitik yang berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Turut membebani harga, Departemen Keuangan AS pada hari Kamis menjatuhkan sanksi terhadap sekitar 100 individu, entitas, dan kapal, termasuk kilang dan terminal independen China, dengan alasan telah membantu perdagangan minyak dan petrokimia Iran. Departemen Keuangan menambahkan bahwa sanksi tersebut menjadi putaran sanksi keempat, di mana AS menargetkan kilang-kilang yang berbasis di Tiongkok yang terus membeli minyak Iran. Situasi tersebut berpotensi memicu eskalasi tensi antara AS dengan China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 54.2 | 55.1 |
21:00 | USA - Michigan Consumer Expectations |
| 51.7 | 51.7 |
21:00 | USA - Michigan Inflation Expectations |
| 4.5% | 4.7% |