Home
>
News
>
Publication
>
Emas Melemah Setelah Sentuh Rekor Tertinggi, Pasar Bersiap Hadapi Rilis Risalah The Fed
Emas Melemah Setelah Sentuh Rekor Tertinggi, Pasar Bersiap Hadapi Rilis Risalah The Fed
Thursday, 09 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1627

-0.07%

GBPUSD

1.3402

-0.08%

AUDUSD

0.6582

0.27%

NZDUSD

0.5786

0.24%

USDJPY

152.40

0.24%

USDCHF

0.8002

0.21%

USDCAD

1.3949

-0.06%

GOLDUD

4036.77

-0.88%

USD/IDR

16601

0.00%

Fokus Emas:

  1. Koreksi pasca all time high
  2. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed

Kamis, 09 Oktober 2025 - Harga emas (XAU/USD) mulai melemah ke area $4036 setelah sempat menembus rekor tertinggi baru di atas $4.059 per troy ounce pada perdagangan Rabu. Pelemahan ini terjadi karena sebagian investor melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang yang berlangsung sejak akhir September. Pada sesi Asia Kamis pagi, emas bergerak mendekati area $4.010 per troy ounce, menunjukkan tanda konsolidasi di tengah meningkatnya volatilitas pasar. Meskipun demikian, posisi emas masih relatif kuat karena didukung oleh ketidakpastian ekonomi dan politik global yang terus memburuk.

Faktor utama yang menopang harga emas tetap berasal dari prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve (The Fed) telah memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September untuk pertama kalinya sejak akhir 2024 dan memberi sinyal dua kali penurunan tambahan pada Oktober dan Desember. Ekspektasi tersebut memperlemah Dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi, sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Namun, para pelaku pasar kini mulai bersikap lebih hati-hati menjelang rilis risalah rapat FOMC yang dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Dari sisi geopolitik, potensi peredaan konflik di Timur Tengah menjadi faktor pembatas bagi penguatan harga emas lebih lanjut. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan adanya kesepakatan awal antara Israel dan Hamas telah memicu sedikit pergeseran sentimen pasar dari aset aman ke aset berisiko. Di sisi lain, ketidakpastian politik di Amerika Serikat masih menjadi katalis utama setelah kebuntuan di Kongres menyebabkan penutupan pemerintahan (government shutdown) memasuki hari kesembilan tanpa tanda kemajuan. Kondisi ini menekan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi AS dalam jangka pendek.

Secara teknikal, emas dibuka di $4.036 dan masih memperlihatkan kecenderungan bullish meskipun momentum mulai menurun. Resistance terdekat berada di $4.050, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju $4.075 hingga $4.100 apabila tekanan beli kembali meningkat. Sementara itu, support terdekat berada di kisaran $4.015, dengan area $3.990 hingga $3.970 menjadi zona pertahanan penting. Selama harga bertahan di atas level tersebut, tren jangka menengah emas tetap positif, meski peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka akibat aksi profit taking di sekitar area rekor tertinggi.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

10-y Bond Auction

4.12|2.5

-

4.03|2.7

12:15am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

1:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

-

-

-

2:15am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

4:45am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

Tentative

USD

Unemployment Claims

-

227K

-

7:35pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

Tentative

USD

Factory Orders m/m

-

1.4%

-1.3%

Tentative

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

-0.2%

-0.2%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

76B

53B

11:45pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788