Historical Price
Get our historical price data to enrich your market analysis.

Analyze more accurately with our historical price data

ICDX market historical price data is an important indicator for your technical analysis and will help you give a more accurate market analysis.

Product
Tin Price
Daily price update for tin price based on the tin exchange at ICDX
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
CPO Price
Daily price update for CPO and CPOTR based on the ICDX Market.
Select Product
Date Day Product Settlement Ydsp Change Volume UOM
REC Price
REC ( Renewable Energy Certificate ) daily price update based on the ICDX Market
Select Product
Date Day Product Last Price Change UOM
Periodic Report
Selasa, 23 September 2025 – Euro dibuka di 1.1791 dengan penguatan 0.25%. EURUSD berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada awal pekan ini setelah tiga hari berturut-turut bergerak melemah. Katalis utama datang dari pelemahan Dolar AS yang tertekan oleh ekspektasi pasar atas arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sejumlah pejabat Fed memberikan pernyataan yang beragam, namun mayoritas cenderung membuka peluang untuk pelonggaran tambahan. Raphael Bostic dan Beth Hammack masih menekankan adanya risiko inflasi yang belum benar-benar terkendali, sehingga mereka berhati-hati dalam mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Alberto Musalem melihat pemangkasan terakhir sebesar 25 basis poin sebagai langkah preventif untuk menjaga pasar tenaga kerja, dan ia menyatakan siap mendukung pemotongan tambahan jika kondisi ketenagakerjaan semakin melemah. Lebih dovish lagi, Gubernur Fed Stephen Miran menegaskan bahwa tingkat netral Fed Fund Rate berada di sekitar 2%, yang berarti kebijakan saat ini tergolong sangat restriktif sehingga ada ruang untuk pelonggaran lebih lanjut. Perbedaan pandangan ini memicu ketidakpastian arah kebijakan, tetapi pasar justru lebih merespons sisi dovish, terlihat dari penurunan indeks DXY hingga ke kisaran 97,3, mendorong apresiasi Euro secara teknikal maupun fundamental.
Senin, 22 September 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3474, turun -0.13%. Pasangan GBPUSD terus menghadapi tekanan jual yang signifikan, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas kondisi fiskal Inggris yang kian rapuh. Data terbaru menunjukkan bahwa pinjaman sektor publik Inggris pada bulan Agustus melonjak hingga £18 miliar, jauh lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar £12,8 miliar, sekaligus mencatatkan level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini menambah beban defisit yang dalam lima bulan pertama tahun fiskal sudah melebar menjadi £83,8 miliar dibandingkan £67,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi “doom loop” antara biaya pinjaman yang lebih tinggi dan kebutuhan utang yang semakin besar, sehingga menekan nilai tukar Pound Sterling. Di saat yang sama, pasar juga menanti pidato dari Chief Economist Bank of England, Huw Pill, yang dinilai akan memberi sinyal tambahan mengenai arah kebijakan moneter di tengah dilema pertumbuhan ekonomi yang lemah dan beban fiskal yang membesar.
Senin, 22 September 2025 – Harga emas naik ke level $3.687 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan lanjutan suku bunga AS dan perhatian pasar pada rilis data PCE inti akhir pekan.
Jumat, 19 September 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, pergerakan harga minyak terpantau masih berada pada tren bearish yang dipicu oleh potensi eskalasi tensi antara AS dengan China, dan inisiatif terbaru Putin yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak Rusia.
Jumat, 19 September 2025 – Yen Jepang dibuka di 147.86 dengan penguatan dolar 0.17%. USDJPY kembali menunjukkan penguatan cukup signifikan pada perdagangan Jumat seiring dengan rebound Dolar Amerika pasca keputusan Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuan sebesar dua puluh lima basis poin. Langkah tersebut menjadi pemangkasan pertama sejak Desember dua ribu dua puluh empat dan menandai dimulainya siklus pelonggaran moneter. Namun yang menjadi sorotan utama pasar adalah pernyataan Jerome Powell yang menegaskan bahwa pemangkasan ini bersifat manajemen risiko dan tidak akan dilakukan secara agresif dalam waktu dekat. Powell juga menambahkan bahwa arah kebijakan suku bunga selanjutnya akan diputuskan berdasarkan data dari pertemuan ke pertemuan. Dengan sinyal ini, Dolar Amerika tetap mendapat dukungan karena meskipun ada proyeksi dua kali pemangkasan tambahan pada tahun dua ribu dua puluh lima, pasar menilai daya tarik Dolar masih relatif lebih kuat dibandingkan Yen. Hal ini membuat pasangan USDJPY bertahan kokoh di kisaran seratus empat puluh delapan koma nol nol dengan potensi menguji area resistensi lebih tinggi.
Jumat, 19 September 2025 – Harga emas melemah ke level $3.642 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring penguatan dolar AS pasca-keputusan pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Kamis, 18 September 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.3764 dengan penguatan tipis 0.15%. USD CAD menguat setelah keputusan Bank of Canada memangkas suku bunga acuannya sebesar dua puluh lima basis poin menjadi dua koma lima puluh persen. Keputusan ini sejalan dengan perkiraan pasar namun memperlihatkan pelemahan yang semakin nyata pada ekonomi Kanada. Data PDB kuartal kedua menunjukkan kontraksi sebesar satu koma enam persen, ekspor ke Amerika Serikat turun tajam, dan pasar tenaga kerja mulai melemah. Tekanan inflasi yang kian mereda membuat ruang pelonggaran kebijakan terbuka, meski pernyataan resmi BoC menghapus panduan eksplisit terkait pemangkasan tambahan. Gubernur Tiff Macklem menekankan keputusan diambil secara bulat dengan pertimbangan fundamental domestik, namun nada dovish tetap terbaca sehingga pasar memperkirakan peluang pemangkasan lebih lanjut menjelang akhir tahun. Kondisi ini menempatkan Dolar Kanada pada posisi rapuh, karena arah kebijakan moneter Kanada cenderung lebih longgar dibandingkan mitra utamanya.
Kamis, 18 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi meningkatnya ketegangan China dengan AS, dan desakan dari Polandia terhadap sesama anggota Uni Eropa. Meski demikian, pemangkasan suku bunga AS untuk pertama kalinya sejak Desember, dan indikasi permintaan yang kuat di pasar energi AS berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788