Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Menguat Dipicu Isyarat AS Setujui Pasok Rudal ke Ukraina
Minyak Menguat Dipicu Isyarat AS Setujui Pasok Rudal ke Ukraina
Monday, 13 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1591

0.28%

GBPUSD

1.3322

0.28%

AUDUSD

0.6512

0.28%

NZDUSD

0.5736

0.16%

USDJPY

152.27

-0.36%

USDCHF

0.8038

-0.46%

USDCAD

1.4004

-0.15%

GOLDUD

4,017.62

1.07%

COFU

59.00

1.61%

USD/IDR

16,580

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump isyaratkan akan menyetujui rudal Tomahawk untuk Ukraina jika Rusia tidak mengakhiri perang di Ukraina.
  • China balas AS dengan mengenakan biaya pelabuhan tambahan terhadap kapal-kapal terkait AS mulai 14 Oktober.

************************************************************

Senin, 13 Oktober 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari potensi eskalasi perang Ukraina dan laporan jumlah rig Baker Hughes. Meski demikian, sinyal meningkatnya tensi antara AS dengan China, serta berakhirnya perang Gaza membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan menawarkan rudal Tomahawk jarak jauh yang dapat digunakan oleh Kyiv jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mengakhiri perang di Ukraina. Komentar Trump tersebut dilontarkan pasca pembicaraan via telepon antara Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Sabtu dan Minggu. Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Putin memperingatkan eskalasi jika sampai rudal dipasok.

Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru Baker Hughes yang menunjukkan perusahaan-perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak dan gas alam yang beroperasi, turun dua rig menjadi 547 rig untuk pekan yang berakhir 10 Oktober, pemangkasan tersebut merupakan pertama kalinya dalam enam minggu, dan sekaligus menandai penurunan sebesar 7% dari periode yang sama tahun lalu. Untuk rig minyak turun empat rig menjadi 418 rig, kata Baker Hughes. Laporan tersebut mengindikasikan potensi penurunan pasokan energi AS di masa mendatang.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan China pada hari Jumat mengumumkan akan mengenakan biaya pelabuhan pada kapal-kapal milik AS, termasuk yang dioperasikan, dibangun, atau berbendera AS mulai tanggal 14 Oktober sebagai tindakan balasan terhadap biaya pelabuhan AS untuk kapal-kapal yang terkait dengan Tiongkok mulai hari yang sama. Trump pada hari Jumat mengatakan bahwa ia akan menaikkan tarif ekspor China ke AS menjadi 100% dan memberlakukan kontrol ekspor pada perangkat lunak penting sebagai balasan atas pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh Tiongkok. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan mengarah pada konflik dagang lebih lanjut antara dua raksasa ekonomi dunia, yang telah meningkat sejak September.

Di Timur Tengah, Trump pada hari Minggu menyatakan bahwa perang Gaza telah resmi berakhir, tepat sebelum keberangkatannya dari Washington ke Israel menjelang pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina yang diharapkan menandai langkah tentatif dalam konflik yang telah lama sulit diselesaikan. Meredanya ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah sekaligus meredam kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak di wilayah regional tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:00

USA - OPEC Monthly Market Report

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788