Selasa, 03 Februari 2026 – Dolar Australia dibuka menguat di 0.7017 dan melemah menguat 1.01%. Penguatan kinerja mata uang Aussie didukung oleh keputusan Reserve Bank of Australia menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% menegaskan perubahan arah kebijakan moneter Australia dari fase akomodatif menuju pengetatan kembali. RBA menilai tekanan inflasi yang kembali meningkat pada paruh kedua 2025 bukan semata faktor sementara, melainkan mencerminkan tekanan kapasitas ekonomi yang semakin nyata. Permintaan domestik, khususnya dari konsumsi rumah tangga dan investasi, tumbuh jauh lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, sementara aktivitas dan harga di sektor perumahan terus menguat. Kondisi ini mendorong keyakinan bahwa inflasi berpotensi bertahan di atas target 2-3% dalam jangka menengah, sehingga normalisasi kebijakan dinilai perlu dipercepat.
Senin, 03 Februari 2026 – Harga emas bangkit pada level US$4.695 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, setelah dua hari berturut-turut mengalami koreksi tajam.
Selasa, 03 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan minyak Venezuela, dan kesepakatan India untuk berhenti membeli minyak Rusia. Meski demikian, kekhawatiran akan kembali terjadinya aksi protes yang lebih luas di Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Senin, 02 Februari 2026 – Harga emas turun pada level US$4.833 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, memperpanjang pelemahan terdalam dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Senin, 02 Februari 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish terbebani oleh sentimen dari keputusan OPEC+ untuk mempertahankan produksi di tengah kenaikan harga yang telah mencapai rekor tertinggi enam bulan. Selain itu, isyarat de-eskalasi antara AS dengan Iran juga turut menjadi katalis yang membebani harga.
Senin, 02 Feburari 2025 – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 154.82 dan naik 0.44%. Pergerakan USD/JPY tetap bertahan di level tinggi setelah mencatat penguatan beruntun dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan dominasi sentimen Dolar AS di pasar global. Penguatan ini terutama dipicu oleh perubahan persepsi investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat, menyusul dukungan Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh sebagai figur institusional yang cenderung berhati-hati dan disiplin dalam pelonggaran kebijakan, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif. Ditambah dengan data inflasi produsen AS yang tetap tinggi dan komentar pejabat The Fed yang menekankan perlunya mempertahankan kebijakan restriktif, Dolar AS kembali menarik minat investor sebagai mata uang berimbal hasil relatif tinggi.
Senin, 2 Febuari 2026 – Meski terjadi koreksi jangka pendek karena aksi ambil untung pasar, fundamental pasar sawit tetap kuat dan memberikan semangat bagi pelaku industri. Harga CPO diperkirakan akan tetap berada di kisaran level kuat di awal Februari 2026, dengan permintaan global yang dipandang akan terus mendukung.
Jumat, 30 Januari 2026 – Poundsterling dibuka di 1.3809 dan turun -0.35%. Pound sterling mengalami tekanan signifikan terhadap dolar AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai menunjukkan stabilisasi. Pesan ini diterjemahkan pasar sebagai sinyal bahwa The Fed tidak berada di bawah tekanan untuk segera melanjutkan pelonggaran kebijakan, sehingga mendorong penguatan dolar secara luas. Penguatan dolar tersebut tercermin dari lonjakan indeks dolar, yang sekaligus memicu pelemahan aset berisiko global, termasuk saham, komoditas mulia, dan mata uang berimbal hasil tinggi. Dalam konteks ini, sterling ikut terseret arus risk-off global, meskipun tidak ada rilis data domestik Inggris yang secara langsung memburuk.