Home
>
News
>
Publication
>
Mata Uang USD/JPY Menguat di Tengah Divergensi Kebijakan The Fed dan Bank of Japan
Mata Uang USD/JPY Menguat di Tengah Divergensi Kebijakan The Fed dan Bank of Japan
Monday, 02 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1871

-0.27%

GBPUSD

1.3705

-0.32%

AUDUSD

0.6970

-0.72%

NZDUSD

0.6033

-0.68%

USDJPY

154.82

0.44%

USDCHF

0.7716

0.40%

USDCAD

1.3602

0.40%

GOLDUD

4833.89

-5.15%

USD/IDR

16,791

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. Sentimen Dolar AS mendominasi pasar
  2. Pandangan kebijakan terbaru BoJ

Senin, 02 Feburari 2025 – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 154.82 dan naik 0.44%. Pergerakan USD/JPY tetap bertahan di level tinggi setelah mencatat penguatan beruntun dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan dominasi sentimen Dolar AS di pasar global. Penguatan ini terutama dipicu oleh perubahan persepsi investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat, menyusul dukungan Presiden Donald Trump terhadap Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. Pasar menilai Warsh sebagai figur institusional yang cenderung berhati-hati dan disiplin dalam pelonggaran kebijakan, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif. Ditambah dengan data inflasi produsen AS yang tetap tinggi dan komentar pejabat The Fed yang menekankan perlunya mempertahankan kebijakan restriktif, Dolar AS kembali menarik minat investor sebagai mata uang berimbal hasil relatif tinggi.

Di sisi lain, Yen Jepang masih bergerak relatif tenang meskipun Bank of Japan telah membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan. Ringkasan pandangan kebijakan terbaru BoJ menunjukkan bahwa bank sentral mengakui meningkatnya urgensi penyesuaian kebijakan, namun tetap memilih jalur pengetatan yang sangat gradual. Dengan suku bunga riil yang masih jauh di wilayah negatif, BoJ menilai ruang untuk menaikkan suku bunga memang ada, tetapi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan pasar obligasi. Pendinginan inflasi di Tokyo serta melemahnya beberapa indikator aktivitas domestik juga mengurangi tekanan bagi BoJ untuk bertindak agresif dalam waktu dekat.

Faktor tambahan yang membedakan yen dari mata uang utama lainnya adalah sikap pemerintah Jepang yang relatif toleran terhadap pelemahan mata uang. Pernyataan Perdana Menteri Jepang yang menyoroti manfaat yen lemah bagi sektor ekspor, khususnya industri otomotif, memperkuat persepsi bahwa tidak ada urgensi kebijakan untuk menopang nilai tukar. Dalam konteks ini, perbedaan arah dan kecepatan kebijakan moneter antara Amerika Serikat dan Jepang menjadi tema utama yang menopang USD/JPY. Selama inflasi AS masih bertahan dan BoJ tetap berhati-hati, pasangan ini berpotensi tetap berada di level tinggi, dengan pergerakan yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dan sinyal lanjutan dari otoritas Jepang.

Bias penguatan masih terlihat, dengan support di 154.20 dan resistance terdekat di 155.60.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1871 dan melemah -0.27%. Pasangan EUR/USD bergerak melemah seiring menguatnya kembali Dolar AS di tengah perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Penunjukan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua Federal Reserve yang baru dinilai pasar sebagai sinyal kebijakan yang lebih disiplin dan berhati-hati dalam pelonggaran suku bunga. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat daya tarik Dolar, sekaligus menekan mata uang yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga seperti euro. Selain itu, data inflasi produsen AS yang tetap tinggi menunjukkan tekanan harga di hulu masih persisten, sehingga mengurangi peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dari sisi Eropa, meskipun data ekonomi kawasan Eurozone dan Jerman menunjukkan kinerja yang relatif solid dengan pertumbuhan PDB yang melampaui ekspektasi serta tingkat pengangguran yang menurun, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk menopang euro. Investor global saat ini lebih fokus pada dinamika kebijakan moneter AS dan pergeseran arus modal menuju aset berdenominasi dolar. Dalam konteks ini, euro cenderung kehilangan momentum karena perbedaan arah kebijakan antara Federal Reserve yang masih cenderung ketat dan bank sentral Eropa yang berpotensi lebih akomodatif ke depan. Tekanan jual masih berlanjut, dengan support terdekat di 1.1825 dan resistance di 1.1920.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3705 dan turun -0.32%. Pound sterling tertekan terhadap Dolar AS seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS pasca pengumuman calon Ketua The Fed yang baru. Penguatan dolar didorong oleh kombinasi inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan serta pandangan pejabat Federal Reserve yang menekankan perlunya menjaga kebijakan tetap restriktif. Kondisi ini membuat investor kembali memposisikan diri pada dolar sebagai mata uang utama, menekan GBP/USD meskipun tidak ada sentimen negatif besar dari Inggris dalam jangka pendek. Dari sisi domestik Inggris, minimnya rilis data ekonomi utama membuat pergerakan pound lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Pasar saat ini menanti keputusan Bank of England berikutnya, dengan ekspektasi suku bunga tetap dipertahankan. Namun, proyeksi pelonggaran kebijakan secara bertahap di kemudian hari tetap membayangi pound. Selama fokus pasar global masih tertuju pada kebijakan The Fed dan inflasi AS, pound sterling berpotensi tetap berada dalam tekanan relatif terhadap dolar. Pergerakan cenderung korektif, dengan support terdekat di 1.3655 dan resistance di 1.3760.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6970 dan melemah cukup tajam -0.72%. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS setelah sebelumnya mencatat penguatan signifikan. Pelemahan ini terutama dipicu oleh pulihnya sentimen terhadap dolar AS, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve. Selain itu, data inflasi produsen Australia yang stabil menunjukkan tidak adanya percepatan tekanan harga di sektor hulu, sehingga membatasi dorongan tambahan bagi mata uang Australia dalam jangka pendek. Meski demikian, fundamental domestik Australia masih relatif konstruktif, terutama setelah data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Namun, dalam jangka pendek, AUD/USD tetap sensitif terhadap dinamika global, khususnya arah kebijakan moneter AS dan pergerakan sentimen risiko global. Selama dolar AS tetap menjadi pilihan utama investor, ruang penguatan dolar Australia cenderung terbatas. Tekanan jual mendominasi, dengan support di 0.6915 dan resistance terdekat di 0.7025.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6033 dan turun -0.68%. Pasangan NZD/USD mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan beruntun, seiring penguatan Dolar AS yang kembali mendominasi pasar valuta asing global. Penguatan dolar didukung oleh data inflasi produsen AS yang solid serta pandangan bahwa kebijakan moneter AS tidak akan dilonggarkan secara agresif. Hal ini mendorong investor untuk mengamankan keuntungan pada mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti dolar Selandia Baru. Di sisi lain, kondisi domestik Selandia Baru sebenarnya menunjukkan perbaikan, tercermin dari meningkatnya kepercayaan konsumen dan data inflasi yang lebih kuat. Ekspektasi bahwa bank sentral Selandia Baru dapat mempertahankan sikap kebijakan yang relatif ketat menjadi faktor penopang fundamental NZD. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan NZD/USD masih sangat bergantung pada sentimen dolar AS dan dinamika global, sehingga koreksi yang terjadi lebih mencerminkan penyesuaian pasar ketimbang perubahan tren fundamental. Pelemahan masih terjaga, dengan support terdekat di 0.5985 dan resistance di 0.6090.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7716 dan menguat 0.40%. Pasangan USD/CHF menguat seiring melemahnya franc Swiss di tengah meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS. Pasar menilai penunjukan calon Ketua The Fed yang baru sebagai sinyal stabilitas kebijakan dan komitmen terhadap pengendalian inflasi. Hal ini mendorong arus modal kembali ke aset berdenominasi dolar, terutama setelah dolar sebelumnya sempat tertekan oleh kekhawatiran politik. Selain itu, data inflasi produsen AS yang kuat memberikan tambahan dukungan bagi dolar, sementara tidak ada katalis signifikan dari Swiss yang mampu menahan penguatan tersebut. Dalam kondisi pasar global yang masih sarat ketidakpastian, dolar AS kembali dipandang sebagai aset lindung nilai utama, sehingga menempatkan USD/CHF dalam posisi yang relatif kuat dibandingkan mata uang safe haven lainnya seperti franc Swiss. Penguatan masih berlanjut, dengan support terdekat di 0.7670 dan resistance di 0.7765.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3602 dan naik 0.40%. Dolar AS menguat terhadap dolar Kanada di tengah membaiknya sentimen pasar terhadap kebijakan moneter AS. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve dipandang mengurangi risiko kebijakan yang terlalu longgar, sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap dolar. Selain itu, data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS akan tetap dipertahankan pada level relatif tinggi. Dari sisi Kanada, data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan yang melambat memberikan tekanan tambahan pada dolar Kanada. Meskipun kenaikan harga minyak membantu membatasi pelemahan lebih lanjut, faktor tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi dominasi dolar AS. Selama perbedaan kinerja ekonomi dan arah kebijakan moneter antara AS dan Kanada masih bertahan, USD/CAD cenderung tetap berada dalam tren penguatan. Pergerakan cenderung positif, dengan support di 1.3560 dan resistance terdekat di 1.3655.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

7:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

0.2%

-

1.0%

7:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

4.4%

-

-0.8%

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

51.5

51.5

51.5

8:45am

CNY

RatingDog Manufacturing PMI

-

50.1

50.1

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-3.8%

2:00pm

EUR

German Retail Sales m/m

-

-0.1%

-0.6%

2:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.3%

-0.4%

2:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

2.5%

2.3%

3:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

49.9

49.6

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

47.2

45.8

3:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

48.5

47.9

3:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

51

51

3:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

48.7

48.7

4:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

49.4

49.4

4:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

51.6

51.6

6:45pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

9:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

48.6

9:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

51.9

51.9

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

48.5

47.9

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

59.3

58.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788