Home
>
News
>
Publication
>
Keputusan RBA Menaikan Cash Rate 3,85% Perkuat Fundamental Mata Uang AUD/USD
Keputusan RBA Menaikan Cash Rate 3,85% Perkuat Fundamental Mata Uang AUD/USD
Tuesday, 03 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1812

-0.23%

GBPUSD

1.3685

-0.23%

AUDUSD

0.6976

-0.44%

NZDUSD

0.6022

-0.53%

USDJPY

155.41

0.15%

USDCHF

0.7781

0.22%

USDCAD

1.3660

0.17%

GOLDUD

4695.53

3.43%

USD/IDR

16,795

0.00%

Fokus AUD/USD

  1. Keputusan suku bunga terbaru RBA
  2. Pasar tenaga kerja Australia ketat

Selasa, 03 Februari 2026 – Dolar Australia dibuka menguat di 0.7017 dan melemah menguat 1.01%. Penguatan kinerja mata uang Aussie didukung oleh keputusan Reserve Bank of Australia menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% menegaskan perubahan arah kebijakan moneter Australia dari fase akomodatif menuju pengetatan kembali. RBA menilai tekanan inflasi yang kembali meningkat pada paruh kedua 2025 bukan semata faktor sementara, melainkan mencerminkan tekanan kapasitas ekonomi yang semakin nyata. Permintaan domestik, khususnya dari konsumsi rumah tangga dan investasi, tumbuh jauh lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, sementara aktivitas dan harga di sektor perumahan terus menguat. Kondisi ini mendorong keyakinan bahwa inflasi berpotensi bertahan di atas target 2-3% dalam jangka menengah, sehingga normalisasi kebijakan dinilai perlu dipercepat.

Selain inflasi, kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat turut memperkuat argumen pengetatan kebijakan. Tingkat pengangguran tercatat lebih rendah dari proyeksi, tingkat underutilisasi tenaga kerja tetap rendah, dan meskipun pertumbuhan upah inti mulai melandai, biaya tenaga kerja secara keseluruhan masih meningkat. RBA juga menggarisbawahi bahwa pelonggaran kondisi keuangan sepanjang 2025 akibat pemangkasan suku bunga sebelumnya belum sepenuhnya tercermin dalam permintaan agregat dan pembentukan harga. Dengan kredit yang mudah diakses dan kebijakan fiskal global yang relatif mendukung, bank sentral menilai risiko inflasi ke atas masih lebih dominan dibandingkan risiko perlambatan ekonomi.

Bagi AUD/USD, keputusan ini memberikan fondasi fundamental yang lebih solid bagi Dolar Australia, meskipun penguatannya tetap bersifat selektif. Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan lanjutan RBA Cash Rate dalam beberapa pertemuan ke depan, sejalan dengan asumsi teknis kenaikan sekitar 60 basis poin tahun ini. Namun, respons AUD masih dibatasi oleh dinamika global, terutama sikap Federal Reserve yang belum sepenuhnya beralih ke pelonggaran agresif. Ke depan, persepsi pasar terhadap konsistensi RBA dalam menjaga kebijakan tetap restriktif akan menjadi faktor kunci apakah AUD mampu menguat lebih berkelanjutan atau hanya bergerak terbatas di tengah dominasi sentimen dolar AS.

Tekanan jual masih mendominasi, dengan support di 0.6925 dan resistance terdekat di 0.7030.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1812 dan melemah -0.23%. EUR/USD melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut seiring menguatnya kembali dolar AS yang didorong oleh kombinasi sentimen kebijakan moneter AS dan rilis data ekonomi yang solid. Penguatan dolar terutama dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap kebijakan yang lebih berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed berikutnya. Warsh dipersepsikan sebagai figur yang sensitif terhadap risiko inflasi dan cenderung menolak pelonggaran kebijakan yang terlalu agresif, sehingga mendorong pasar untuk memangkas ekspektasi penurunan suku bunga lebih cepat. Selain itu, reli dolar juga diperkuat oleh data manufaktur AS yang menunjukkan pemulihan aktivitas industri, memperkuat narasi bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh untuk menopang kebijakan suku bunga yang ketat lebih lama. Di sisi lain, meskipun data ekonomi kawasan euro menunjukkan perbaikan moderat—terutama dari Jerman dan indikator PMI manufaktur yang membaik—sentimen tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi dominasi dolar AS. Pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rangkaian agenda penting, termasuk pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan rilis inflasi kawasan euro. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan ECB, di tengah perlambatan ekonomi struktural Eropa, membuat investor enggan meningkatkan eksposur terhadap euro. Dengan latar belakang ini, EUR/USD masih berada dalam tekanan selama dolar AS tetap didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan sentimen risiko global yang condong ke aset safe haven. Tekanan jual masih terlihat, dengan support terdekat di 1.1765 dan resistance di 1.1860.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3685 dan turun -0.23%. Pound sterling melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan Bank of England (BoE) dan menguatnya kembali sentimen pro-dolar secara global. Penguatan dolar AS dipicu oleh persepsi bahwa kepemimpinan The Fed ke depan akan tetap menjaga kredibilitas dan independensi kebijakan moneter, sehingga menekan mata uang-mata uang utama termasuk pound. Selain itu, reli dolar juga diperkuat oleh data manufaktur AS yang melampaui ekspektasi, menegaskan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda dan ruang pelonggaran kebijakan masih terbatas. Kondisi ini membuat GBP/USD kehilangan momentum setelah sempat mencetak level tertinggi multi-tahun pada akhir Januari. Dari sisi domestik, Inggris menghadapi dinamika yang lebih kompleks. Inflasi masih berada di level tinggi, terutama di sektor jasa, sementara pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Hal ini menempatkan BoE dalam posisi yang sulit, di mana ruang untuk memangkas suku bunga terbatas meskipun pertumbuhan ekonomi masih rapuh. Perbedaan pandangan di dalam Monetary Policy Committee mengenai waktu dan besaran pelonggaran kebijakan menambah ketidakpastian bagi investor. Dengan fokus pasar tertuju pada keputusan BoE dan proyeksi ekonomi terbaru, pound cenderung bergerak defensif, terutama selama dolar AS tetap diuntungkan oleh kombinasi data kuat dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Pergerakan cenderung korektif, dengan support terdekat di 1.3635 dan resistance di 1.3740.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6022 dan turun -0.53%. Dolar Selandia Baru melemah terhadap dolar AS setelah reli kuat sepanjang Januari, seiring investor melakukan aksi ambil untung dan kembali fokus pada penguatan dolar secara global. Kenaikan dolar AS dipicu oleh membaiknya sentimen ekonomi AS serta berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, ketidakpastian global yang dipicu oleh dinamika politik dan kebijakan fiskal AS turut mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai, sehingga menekan mata uang berisiko seperti NZD. Meski demikian, fundamental domestik Selandia Baru sebenarnya masih relatif solid. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan indikasi stabilisasi pasar tenaga kerja telah mendorong pasar untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan oleh Reserve Bank of New Zealand di paruh kedua tahun ini. Namun, faktor eksternal tetap menjadi penentu utama pergerakan NZD/USD dalam jangka pendek. Selama dolar AS mempertahankan daya tariknya sebagai safe haven dan pasar global tetap sensitif terhadap kebijakan The Fed, ruang penguatan NZD diperkirakan terbatas meskipun prospek domestik cenderung membaik. Pelemahan masih berlanjut, dengan support terdekat di 0.5975 dan resistance di 0.6075.

USDJPY – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 155.41 dan naik 0.15%. USD/JPY menguat seiring melemahnya yen Jepang, mencerminkan perbedaan arah kebijakan moneter antara Amerika Serikat dan Jepang yang semakin jelas. Di satu sisi, dolar AS memperoleh dukungan dari data ekonomi yang solid dan persepsi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed turut memperkuat keyakinan pasar bahwa pelonggaran kebijakan akan dilakukan secara sangat hati-hati. Sentimen ini mendorong aliran dana kembali ke dolar AS dan menopang penguatan USD/JPY. Di sisi lain, meskipun Bank of Japan menunjukkan kecenderungan lebih hawkish dalam diskusi internalnya, tekanan inflasi di Jepang mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi. Selain itu, faktor politik domestik dan kekhawatiran fiskal turut membebani yen. Pernyataan pejabat Jepang yang menyoroti manfaat yen lemah bagi sektor ekspor juga mengurangi urgensi intervensi dalam waktu dekat. Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat yen relatif tertinggal dibandingkan dolar AS, sehingga USD/JPY cenderung tetap berada di level tinggi selama perbedaan fundamental kedua negara masih bertahan. Bias penguatan masih terbatas, dengan support di 154.90 dan resistance terdekat di 156.20.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7781 dan menguat 0.22%. USD/CHF menguat seiring pulihnya dolar AS dari level terendah multi-tahun, didorong oleh perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed dipandang sebagai sinyal kesinambungan kebijakan yang berorientasi pada stabilitas harga, sehingga mengurangi kekhawatiran akan pelonggaran agresif. Hal ini mendorong investor kembali ke dolar AS dan mengurangi permintaan terhadap mata uang safe haven alternatif seperti franc Swiss. Di sisi lain, meskipun franc Swiss tetap mendapat dukungan dari sentimen risk-off global, daya tariknya relatif berkurang ketika dolar AS juga berfungsi sebagai aset lindung nilai utama. Minimnya katalis domestik dari Swiss serta fokus pasar pada agenda ekonomi AS membuat USD/CHF lebih dipengaruhi oleh dinamika dolar. Selama pasar tetap menilai bahwa kebijakan moneter AS akan lebih ketat dibandingkan negara-negara maju lainnya, USD/CHF berpotensi mempertahankan tren penguatan secara fundamental. Penguatan cenderung terbatas, dengan support terdekat di 0.7745 dan resistance di 0.7830.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3660 dan naik 0.17%. Dolar AS menguat terhadap dolar Kanada seiring kombinasi penguatan dolar global dan tekanan dari sisi harga komoditas. Kenaikan dolar AS didorong oleh data manufaktur AS yang kuat serta ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Di saat yang sama, penurunan harga minyak mentah memberikan tekanan tambahan bagi dolar Kanada, mengingat ketergantungan ekonomi Kanada terhadap ekspor energi. Sentimen ini membuat USD/CAD bergerak naik meskipun data manufaktur Kanada menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Dari sisi kebijakan, Bank of Canada memilih mempertahankan suku bunga dengan menekankan tingginya ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan perdagangan AS dan dinamika geopolitik. Sikap hati-hati ini, meskipun mendukung stabilitas domestik, belum cukup untuk menandingi daya tarik dolar AS. Selama dolar AS tetap diuntungkan oleh data ekonomi yang kuat dan harga minyak belum menunjukkan pemulihan signifikan, USD/CAD cenderung mempertahankan bias penguatan dalam jangka pendek. Pergerakan masih positif terbatas, dengan support di 1.3615 dan resistance terdekat di 1.3715.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

2:00am

USD

Loan Officer Survey

-

-

-

4:45am

NZD

Building Consents m/m

-4.6%

-

2.7%

6:50am

JPY

Monetary Base y/y

-9.5%

-10.3%

-9.8%

7:30am

AUD

Building Approvals m/m

-14.9%

-6.2%

13.1%

10:30am

AUD

Cash Rate

-

3.9%

3.6%

10:30am

AUD

RBA Monetary Policy Statement

-

-

-

10:30am

AUD

RBA Rate Statement

-

-

-

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

2.10|3.3

11:30am

AUD

RBA Press Conference

-

-

-

2:45pm

EUR

French Gov Budget Balance

-

-

-155.4B

2:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

-0.1%

0.1%

3:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

13.4K

-16.3K

Tentative

GBP

10-y Bond Auction

-

-

4.46|3.3

8:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:40pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

Tentative

USD

JOLTS Job Openings

-

7.23M

7.15M

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

47.9

47.2

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

15.3M

16.0M

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

1.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788