| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1970 | -0.47% |
GBPUSD | 1.3809 | -0.35% |
AUDUSD | 0.7046 | -0.51% |
NZDUSD | 0.6077 | -0.48% |
USDJPY | 153.07 | 0.46% |
USDCHF | 0.7641 | 0.58% |
USDCAD | 1.3489 | 0.27% |
GOLDUD | 5419.64 | -2.21% |
USD/IDR | 16,781 | 0.00% |
Fokus GBP/USD:
Jumat, 30 Januari 2026 – Poundsterling dibuka di 1.3809 dan turun -0.35%. Pound sterling mengalami tekanan signifikan terhadap dolar AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga dan menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai menunjukkan stabilisasi. Pesan ini diterjemahkan pasar sebagai sinyal bahwa The Fed tidak berada di bawah tekanan untuk segera melanjutkan pelonggaran kebijakan, sehingga mendorong penguatan dolar secara luas. Penguatan dolar tersebut tercermin dari lonjakan indeks dolar, yang sekaligus memicu pelemahan aset berisiko global, termasuk saham, komoditas mulia, dan mata uang berimbal hasil tinggi. Dalam konteks ini, sterling ikut terseret arus risk-off global, meskipun tidak ada rilis data domestik Inggris yang secara langsung memburuk.
Dari sisi kebijakan moneter, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell memperkuat persepsi bahwa bank sentral AS kini berada pada fase evaluasi dampak dari tiga kali pemangkasan suku bunga tahun lalu. Powell menegaskan bahwa perekonomian AS masih solid, risiko lonjakan pengangguran telah menurun, namun inflasi belum sepenuhnya jinak. Sikap yang lebih netral dan berhati-hati ini mendorong pasar untuk menahan ekspektasi pelonggaran lanjutan dalam waktu dekat, sehingga menopang dolar AS. Selain itu, komentar pejabat AS mengenai komitmen terhadap kebijakan dolar kuat dan meredanya kekhawatiran penutupan pemerintah AS turut membantu memulihkan kepercayaan terhadap greenback.
Di sisi Inggris, ketiadaan katalis ekonomi jangka pendek membuat sterling relatif rentan terhadap dinamika eksternal. Fokus pasar kini beralih ke keputusan kebijakan Bank of England pekan depan, di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu politik domestik dan arah fiskal pemerintahan Partai Buruh. Sejumlah analis menilai bahwa ketidakpastian politik dalam negeri berpotensi kembali membebani sterling dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika Bank of England mulai memberi sinyal kehati-hatian yang lebih besar terhadap pertumbuhan. Dengan kombinasi dolar AS yang kembali menemukan pijakan dan minimnya dukungan domestik, GBP/USD berisiko tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek, meskipun volatilitas masih akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan The Fed dan dinamika politik global.
Koreksi masih berlanjut, dengan support terdekat di 1.3760 dan resistance di 1.3865.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1970 dan melemah cukup dalam -0.47%. Pasangan EUR/USD mulai kehilangan momentum penguatannya setelah reli tajam yang sebelumnya dipicu oleh pelemahan dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat. Meskipun isu independensi Federal Reserve dan volatilitas kebijakan perdagangan AS masih menjadi faktor struktural yang membebani dolar, sentimen pasar mulai bergeser setelah The Fed menegaskan sikap yang lebih berhati-hati dalam pertemuan FOMC terakhir. Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid, sementara inflasi memang melandai namun belum sepenuhnya kembali ke target. Sikap ini membuat ekspektasi pelonggaran agresif mereda, sehingga dolar AS memperoleh kembali sebagian daya tariknya. Di sisi lain, tekanan terhadap euro justru meningkat dari dalam kawasan Eropa sendiri. Apresiasi euro yang terlalu cepat mulai memicu kekhawatiran di kalangan pejabat ECB karena berpotensi menekan inflasi lebih jauh dan mengganggu pemulihan ekonomi. Pernyataan beberapa anggota Dewan Gubernur ECB yang membuka peluang pelonggaran kebijakan lebih awal membuat pasar mulai menghitung risiko perubahan arah kebijakan moneter Eropa. Dengan demikian, meskipun dolar AS masih menghadapi tantangan struktural, kombinasi sikap Fed yang relatif tegas dan kekhawatiran ECB terhadap euro yang terlalu kuat membuat EUR/USD rentan mengalami pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Tekanan jual terlihat dominan seiring aksi profit taking, dengan support terdekat di 1.1915 dan resistance di 1.2025.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7046 dan melemah -0.51%. AUD/USD juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan meskipun didukung oleh data inflasi Australia yang relatif tinggi dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia. Pasar memang telah memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan RBA dalam waktu dekat, namun sentimen global yang memburuk mulai mengurangi daya tarik mata uang berisiko seperti dolar Australia. Volatilitas di pasar komoditas, khususnya emas dan logam industri, serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan global menjadi faktor penekan utama bagi AUD. Selain itu, penguatan kembali dolar AS turut membatasi ruang gerak AUD/USD. Pernyataan pejabat AS mengenai komitmen terhadap kebijakan dolar kuat, serta sikap Fed yang menegaskan pendekatan data-dependent, membuat arus modal kembali mengalir ke aset berdenominasi dolar. Di tengah ketidakpastian geopolitik, ancaman penutupan pemerintah AS, dan meningkatnya tensi perdagangan global, investor cenderung mengurangi eksposur pada mata uang siklikal. Kondisi ini membuat AUD/USD lebih rentan terkoreksi meskipun fundamental domestik Australia relatif solid. Tekanan jual cukup kuat, dengan support di 0.6995 dan resistance terdekat di 0.7095.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6077 dan turun -0.48%. NZD/USD turut mengalami tekanan setelah sebelumnya mencatat penguatan yang cukup konsisten didukung oleh data neraca perdagangan Selandia Baru yang membaik. Surplus perdagangan memang memberikan dukungan fundamental jangka pendek bagi dolar Selandia Baru, namun sentimen tersebut mulai kalah oleh faktor eksternal. Sikap Federal Reserve yang cenderung menahan pelonggaran agresif membuat dolar AS kembali menarik, sehingga mengurangi minat investor terhadap mata uang dengan imbal hasil relatif lebih kecil seperti NZD. Selain itu, pasar global saat ini berada dalam fase defensif, di mana investor lebih fokus pada stabilitas dibandingkan potensi pertumbuhan. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global, ketegangan geopolitik, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia membuat mata uang komoditas dan mata uang berisiko kehilangan momentum. Dalam konteks ini, NZD/USD cenderung melemah karena pasar mulai mengalihkan fokus dari data domestik positif ke risiko global yang lebih luas. Pelemahan masih berlanjut, dengan support terdekat di 0.6030 dan resistance di 0.6125.
USDJPY – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 153.07 dan naik 0.46%. USD/JPY menunjukkan penguatan seiring meningkatnya daya tarik dolar AS di tengah sikap Fed yang relatif tegas dan membaiknya persepsi terhadap stabilitas ekonomi AS. Meskipun inflasi Jepang menunjukkan tanda-tanda perlambatan, kebijakan moneter Bank of Japan masih sangat akomodatif dibandingkan bank sentral utama lainnya. Selisih kebijakan ini membuat dolar AS tetap lebih menarik dibandingkan yen, terutama ketika sentimen risiko global memburuk. Selain faktor kebijakan, pergerakan USD/JPY juga dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang cenderung defensif. Ketika volatilitas meningkat dan investor mencari likuiditas, dolar AS sering kali menjadi pilihan utama dibandingkan yen, terutama karena yen tidak lagi sekuat dulu sebagai safe haven murni. Dengan BoJ yang masih berhati-hati dalam menormalisasi kebijakan, USD/JPY memiliki ruang untuk tetap kuat dalam jangka pendek. Penguatan masih terjaga, dengan support di 152.50 dan resistance terdekat di 153.80.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7641 dan menguat 0.58%. USD/CHF menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang likuid utama di tengah ketidakpastian global. Meskipun Swiss franc dikenal sebagai safe haven, arus modal kali ini lebih banyak mengalir ke dolar AS karena kombinasi likuiditas tinggi dan ekspektasi kebijakan moneter yang relatif stabil. Pernyataan Fed yang menegaskan bahwa kebijakan saat ini masih tepat membantu memperkuat persepsi dolar sebagai jangkar stabilitas. Selain itu, kekhawatiran terhadap geopolitik global dan ketidakpastian kebijakan fiskal AS justru mendorong sebagian investor memilih dolar dibandingkan franc. Swiss National Bank juga cenderung berhati-hati terhadap apresiasi franc yang terlalu cepat karena dapat menekan inflasi domestik. Dengan demikian, meskipun CHF tetap diminati sebagai aset defensif, USD/CHF mendapatkan dukungan dari kombinasi faktor kebijakan dan arus likuiditas global. Momentum penguatan cukup solid, dengan support terdekat di 0.7595 dan resistance di 0.7690.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3489 dan naik 0.27%. USD/CAD menguat didorong oleh kombinasi penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada. Ancaman tarif baru dari AS terhadap produk Kanada menciptakan tekanan tambahan bagi dolar Kanada, meskipun harga minyak relatif tinggi. Ketidakpastian kebijakan perdagangan ini meningkatkan risiko terhadap prospek ekspor Kanada, sehingga investor cenderung bersikap lebih hati-hati terhadap CAD. Di sisi lain, meskipun Bank of Canada mempertahankan kebijakan yang relatif stabil, perbedaan ekspektasi kebijakan dengan The Fed mulai memihak dolar AS. Pasar melihat Fed memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dibandingkan BoC. Dalam kondisi global yang sarat ketidakpastian, faktor geopolitik dan kebijakan AS menjadi pendorong utama penguatan USD/CAD. Bias cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3445 dan resistance terdekat di 1.3535.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:00am | USD | Treasury Currency Report | - | - | - |
4:30am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | Tokyo Core CPI y/y | 2.0% | 2.2% | 2.3% |
6:30am | JPY | Unemployment Rate | 2.6% | 2.6% | 2.6% |
6:50am | JPY | Prelim Industrial Production m/m | -0.1% | -0.4% | -2.7% |
6:50am | JPY | Retail Sales y/y | -0.9% | 0.7% | 1.1% |
7:30am | AUD | PPI q/q | 0.8% | 1.1% | 1.0% |
7:30am | AUD | Private Sector Credit m/m | 0.8% | 0.6% | 0.6% |
12:00pm | JPY | Housing Starts y/y | - | -4.5% | -8.5% |
1:30pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | -0.4% | -0.3% |
1:30pm | EUR | French Flash GDP q/q | - | 0.2% | 0.5% |
2:00pm | EUR | German Import Prices m/m | - | -0.4% | 0.5% |
All Day | EUR | German Prelim CPI m/m | - | 0.0% | 0.0% |
2:45pm | EUR | French Prelim Private Payrolls q/q | - | 0.1% | -0.1% |
3:00pm | CHF | KOF Economic Barometer | - | 103.1 | 103.4 |
3:00pm | EUR | Spanish Flash CPI y/y | - | 2.4% | 2.9% |
3:00pm | EUR | Spanish Flash GDP q/q | - | 0.6% | 0.6% |
3:55pm | EUR | German Unemployment Change | - | 4K | 3K |
4:00pm | EUR | German Prelim GDP q/q | - | 0.2% | 0.0% |
4:00pm | EUR | Italian Prelim GDP q/q | - | 0.2% | 0.1% |
4:30pm | GBP | M4 Money Supply m/m | - | 0.3% | 0.8% |
4:30pm | GBP | Mortgage Approvals | - | 65K | 65K |
4:30pm | GBP | Net Lending to Individuals m/m | - | 6.1B | 6.6B |
5:00pm | EUR | Italian Monthly Unemployment Rate | - | 5.8% | 5.7% |
5:00pm | EUR | Prelim Flash GDP q/q | - | 0.2% | 0.3% |
5:00pm | EUR | Unemployment Rate | - | 6.3% | 6.3% |
8:30pm | CAD | GDP m/m | - | 0.1% | -0.3% |
8:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.2% | 0.0% |
8:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.2% | 0.2% |
9:45pm | USD | Chicago PMI | - | 43.5 | 43.5 |