Kamis, 05 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish tertekan oleh sentimen dari penegasan komitmen AS dan Iran untuk tetap bertemu pada akhir pekan sesuai jadwal. Meski demikian, isyarat meredanya tensi antara AS dengan China, dan rilisnya laporan stok EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Kamis, 05 Februari 2026 – Harga emas pulih pada level US$4.995 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, menandai upaya pemulihan lanjutan setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kamis, 5 Februari 2026 – Harga CPO diperkirakan tetap berada pada level stabil hingga menguat tipis pada perdagangan 5 Februari 2026. Faktor penopang seperti permintaan biodiesel, pandangan positif terhadap konsumsi global, serta dampak dari kebijakan ekspor diperkirakan akan membatasi risiko penurunan signifikan harga sawit dalam jangka pendek.
Nama baru PT Quickpro Berjangka Indonesia dipilih untuk mencerminkan identitas perusahaan yang lebih modern, profesional, dan kompetitif, serta selaras dengan visi dan strategi pengembangan usaha Perseroan ke depan.
Rabu, 04 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh serangan AS terhadap drone Iran yang berpotensi memicu eskalasi tensi lebih lanjut antara AS dengan Iran. Selain itu, laporan stok API juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Rabu, 4 Febuari 2026 – Harga CPO berpotensi tetap stabil hingga meningkat secara moderat, terutama bila tren permintaan global tetap kuat dan pasokan tetap terkendali. Fluktuasi harian tetap mungkin terjadi tergantung data panen, cuaca, serta dinamika pasar ekspor/impor. Namun, proyeksi jangka pendek masih menunjukkan arah yang menguntungkan bagi petani dan pengusaha sawit nasional.
Rabu, 04 Februari 2026 – Harga emas naik pada level US$4.959 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, menandai fase pemulihan setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Rabu, 04 Februari 2026 – Kiwi dibuka di 0.6044 dan naik 0.12%. Pergerakan NZD/USD yang bertahan di area penguatan mencerminkan kombinasi sentimen eksternal yang relatif mendukung dan tekanan domestik yang masih membayangi. Dari sisi global, melemahnya Dolar AS menjadi faktor utama yang memberi ruang bagi Dolar Selandia Baru untuk menguat. Ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat, termasuk dinamika fiskal dan penundaan rilis data ekonomi penting akibat gangguan administrasi pemerintah, membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar. Dalam kondisi seperti ini, mata uang yang dipersepsikan lebih stabil atau memiliki eksposur positif terhadap siklus global, termasuk NZD, mendapat aliran minat meskipun secara fundamental domestik belum sepenuhnya kuat.