| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1812 | -0.23% |
GBPUSD | 1.3685 | -0.23% |
AUDUSD | 0.6976 | -0.44% |
NZDUSD | 0.6022 | -0.53% |
USDJPY | 155.41 | 0.15% |
USDCHF | 0.7781 | 0.22% |
USDCAD | 1.3660 | 0.17% |
GOLDUD | 4,695.53 | 3.43% |
COFU | 62.28 | -0.19% |
USD/IDR | 16,795 | 0.00% |
Selasa, 03 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan minyak Venezuela, dan kesepakatan India untuk berhenti membeli minyak Rusia. Meski demikian, kekhawatiran akan kembali terjadinya aksi protes yang lebih luas di Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Ekspor minyak Venezuela menunjukkan peningkatan tajam menjadi sekitar 800.000 bph pada Januari, dari 498.000 bpd pada Desember, ungkap data terbaru pelacakan kapal tanker. Meskipun, ekspor Januari sedikit lebih rendah daripada 867.000 bpd yang dikirim pada bulan yang sama tahun lalu, namun volume tersebut diperkirakan akan terus meningkat pesat terutama sejak dikeluarkan lisensi dari Departemen Keuangan AS pada pekan lalu. Sebelumnya embargo yang dikenakan oleh AS terhadap Venezuela pada bulan Desember telah menyebabkan penumpukan lebih dari 40 juta barel minyak mentah dan bahan bakar di tangki dan kapal di darat.
Turut membebani harga, setelah pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengumumkan akan mencabut tarif tambahan 25% yang dikenakan pada impor India terkait pembelian minyak Rusia, di samping menurunkan tarif khusus negara menjadi 18% dari 25%, yang akan berlaku segera, sebagai bagian dari kesepakatan agar negara itu berhenti membeli minyak Rusia dan meningkatkan pembelian dari Venezuela dan AS. Trump juga optimis dengan India berhenti membeli minyak Rusia akan membantu mendesak Rusia untuk mengakhiri perang dengan Ukraina.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari Senin memberikan pengarahan pada para pejabat Iran untuk bersiap kembali menghadapi lebih banyak protes dan aksi kekerasan, terlebih dengan adanya tekanan eksternal seperti serangan AS yang berpotensi memperkuat aksi tersebut. Beberapa sumber mengatakan pekan lalu bahwa Trump sedang mempertimbangkan opsi terhadap Iran yang mencakup serangan terarah terhadap pasukan keamanan dan para pemimpin Teheran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - JOLTs Job Openings |
| 7.1M | 7.146M |
22:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 47.9 | 47.2 |