Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Surplus Pasokan dan Eskalasi Konflik Dagang AS - China Buat Minyak Melesu
Ancaman Surplus Pasokan dan Eskalasi Konflik Dagang AS - China Buat Minyak Melesu
Wednesday, 15 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1606

0.15%

GBPUSD

1.3315

0.26%

AUDUSD

0.6485

0.43%

NZDUSD

0.5714

0.23%

USDJPY

151.83

-0.48%

USDCHF

0.8009

-0.19%

USDCAD

1.4041

-0.07%

GOLDUD

4,140.75

1.11%

COFU

58.60

-0.09%

USD/IDR

16,572

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • IEA peringatkan potensi pasar minyak global menghadapi surplus pasokan yang besar pada tahun depan akibat kenaikan output OPEC+ dan produsen non-OPEC.
  • China umumkan sanksi terbaru terhadap lima anak perusahaan pembuatan kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, yang terkait dengan AS.

************************************************************

Rabu, 15 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak lesu dibebani oleh sentimen dari ancaman surplus pasokan minyak global yang besar pada tahun depan. Selain itu, sinyal eskalasi konflik dagang antara AS dengan China yang terus memanas juga turut menjadi katalis yang membebani pergerakan harga minyak.

Dalam laporan pasar minyak terbaru yang dirilis pada hari Selasa, IEA memperingatkan akan adanya kelebihan pasokan yang besar pada tahun depan karena produsen OPEC+ dan non-OPEC meningkatkan produksi sementara permintaan tetap lesu. Diperkirakan pasokan akan meningkat sebesar 3 juta bph menjadi 106,1 juta bph tahun ini, dan meningkat sebesar 2,4 juta bph tahun depan, kata IEA. Selain itu, permintaan dunia tahun ini dan tahun depan akan bertumbuh menjadi 700.000 bph, turun dari 740.000 bph yang diperkirakan dalam proyeksi sebelumnya, tambah IEA.

Turut membebani harga, menandai eskalasi terbaru dalam perang tarif antara China dengan AS di sektor maritim, setelah aksi saling mengenakan pungutan tarif pelabuhan, Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Selasa mengumumkan larangan transaksi bagi perusahaan-perusahaan China dengan lima anak perusahaan pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean. Keputusan itu diambil karena anak perusahaan Hanwha Ocean yang terkait dengan AS telah membantu dan mendukung kegiatan investigasi AS terhadap China di sektor industri pelayaran dunia. Kementerian tersebut juga mengancam akan mengambil tindakan pembalasan yang lebih lanjut dengan memberi sinyal akan menyerang perusahaan-perusahaan negara ketiga yang membantu Washington melawan dominasi maritim Tiongkok.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri beberapa hubungan dagang dengan Tiongkok, termasuk yang berkaitan dengan minyak goreng sebagai pembalasan atas tindakan China yang dituduh Trump sengaja tidak membeli kedelai AS sehingga menyebabkan kesulitan bagi petani kedelai di AS.

Indikator yang dipantau pelaku dalam waktu dekat untuk melihat gambaran permintaan pasar minyak AS adalah laporan stok minyak mingguan versi grup industri API yang diperkirakan akan dirilis pada pukul 16.30 EDT hari Rabu, dan menyusul laporan resmi versi pemerintah dari EIA yang dirilis pada pukul 10.30 EDT hari Kamis. Kedua laporan tersebut tertunda satu hari karena libur Hari Columbus pada hari Senin.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

-1.8

-8.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788