Home
>
News
>
Publication
>
Euro Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Stabilitas Politik di Zona Euro
Euro Menguat di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Stabilitas Politik di Zona Euro
Thursday, 16 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1646

0.23%

GBPUSD

1.3439

0.01%

AUDUSD

0.6505

0.15%

NZDUSD

0.5723

0.54%

USDJPY

151.03

-0.34%

USDCHF

0.7965

-0.38%

USDCAD

1.4038

-0.11%

GOLDUD

4212.56

0.49%

USD/IDR

16573

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
  2. Ketegangan Dagang AS–China

Kamis, 16 Oktober 2025 – Euro dibuka di 1.1646 dan menguat 0.23%. Euro memperpanjang penguatannya terhadap Dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Komentar dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyoroti perlambatan signifikan dalam perekrutan tenaga kerja di AS, memicu keyakinan bahwa langkah pelonggaran moneter tambahan akan dilakukan pada Oktober dan Desember mendatang. Pasar kini memperkirakan peluang hampir penuh untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan terakhir tahun ini. Pelemahan data ketenagakerjaan serta penundaan rilis data ekonomi akibat potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) menambah kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi AS, sehingga menekan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Sentimen ini semakin menguat setelah The Fed merilis Beige Book yang menunjukkan stagnasi aktivitas ekonomi di berbagai distrik serta perlambatan belanja konsumen.

Faktor eksternal lain yang menekan Dolar adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Perselisihan perdagangan kembali memanas setelah China memperketat pembatasan ekspor mineral penting dan AS mengancam akan menambah tarif terhadap produk-produk asal China. Meski Menteri Keuangan AS Scott Bessent mencoba meredakan ketegangan dengan menawarkan penundaan kenaikan tarif sebagai bentuk kompromi, ketidakpastian hubungan dagang kedua negara tetap tinggi dan menjadi beban bagi prospek pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa The Fed akan bersikap lebih akomodatif dalam beberapa bulan mendatang untuk menahan risiko perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Dengan demikian, tekanan terhadap Dolar AS tetap kuat secara fundamental karena kebijakan moneter yang cenderung melonggar di tengah prospek pertumbuhan yang melambat.

Dari kawasan Eropa, stabilitas politik dan data ekonomi yang relatif positif turut menopang penguatan Euro. Keputusan Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu untuk menunda pelaksanaan reformasi pensiun hingga setelah pemilihan presiden 2027 berhasil meredakan gejolak politik yang sempat mengguncang pemerintahan. Kebijakan tersebut membantu menenangkan pasar dan memperbaiki persepsi terhadap stabilitas politik di Zona Euro. Selain itu, data produksi industri kawasan Euro menunjukkan kenaikan 1,1% secara tahunan pada Agustus, melampaui ekspektasi kontraksi, menandakan adanya ketahanan pada sektor manufaktur di tengah tekanan eksternal. Dukungan dari komentar optimistis pejabat ECB, seperti Presiden Bundesbank Joachim Nagel dan Gubernur Banque de France François Villeroy de Galhau, yang menekankan bahwa ekonomi Eropa masih memiliki daya tahan terhadap guncangan global, semakin memperkuat keyakinan pasar terhadap Euro. Kombinasi antara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan fundamental ekonomi Eropa yang lebih stabil menjadikan prospek penguatan Euro terhadap Dolar AS tetap kuat dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance di 1.1670 Support lanjutan berada di zona 1.1580 dan dilanjutkan ke zona 1.1545. Resistance lanjutan berada di zona 1.1690 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1725.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3439, bergerak datar dengan kenaikan tipis 0.01%. Pound Sterling menguat terhadap Dolar AS setelah pernyataan dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengisyaratkan potensi pelonggaran ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Pernyataan ini mendorong pemulihan sentimen pasar dan meningkatkan minat terhadap aset berisiko, sehingga mendukung penguatan Pound. Dolar AS tertekan oleh komentar dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan perlunya sikap kebijakan yang lebih “netral” di tengah melemahnya pasar tenaga kerja dan risiko ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS. Di sisi domestik, Gubernur Bank of England Andrew Bailey menilai pelemahan data ketenagakerjaan Inggris memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja sedang melambat, meski pemerintah tengah menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih ketat melalui rencana kenaikan pajak dan pemangkasan belanja. Secara fundamental, prospek Pound tetap didukung oleh kombinasi sentimen global yang lebih positif dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih longgar. Meski terdapat kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal Inggris yang berpotensi menekan pertumbuhan dalam jangka menengah, fokus pasar saat ini masih tertuju pada pelemahan Dolar akibat tekanan domestik di AS. Jika laporan ekonomi Inggris mendatang, termasuk pertumbuhan PDB dan neraca perdagangan, menunjukkan perbaikan, GBP/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 1.35 dalam beberapa pekan mendatang. Support terdekat berada di 1.3410, dan resistance di 1.3465.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6505 dan naik 0.15%. Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS, ditopang oleh pernyataan dari pejabat Reserve Bank of Australia (RBA) yang menegaskan bahwa inflasi kemungkinan lebih tinggi dari perkiraan dan kondisi ekonomi masih relatif ketat. Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menyebutkan bahwa tekanan harga pada kuartal ketiga akan tetap kuat, sehingga ruang untuk pelonggaran moneter lebih lanjut menjadi terbatas. Di saat yang sama, data ketenagakerjaan Australia memang menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5%, namun pasar menilai hasil tersebut masih cukup stabil untuk mempertahankan prospek kebijakan moneter yang hati-hati. Penguatan AUD juga diperkuat oleh ekspektasi pasar bahwa RBA tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Dari sisi eksternal, Dolar AS tertekan oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hingga dua kali lagi sebelum akhir tahun, terutama setelah Powell menyoroti lemahnya pasar tenaga kerja dan perlunya stimulus tambahan. Penurunan imbal hasil obligasi AS dan lemahnya indeks Dolar mendorong mata uang berisiko seperti AUD. Selain itu, data perdagangan Tiongkok yang menunjukkan peningkatan ekspor dan impor turut memperkuat prospek permintaan terhadap komoditas Australia. Secara fundamental, AUD/USD mendapat dukungan ganda dari faktor domestik yang hawkish dan pelemahan Dolar AS, yang membuka peluang bagi penguatan lanjutan jika data inflasi Australia pada kuartal III sesuai ekspektasi RBA. Support terdekat berada di 0.6480, sedangkan resistance di 0.6525.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5723 dan menguat signifikan 0.54%. Dolar New Zealand juga mencatatkan penguatan terhadap Dolar AS setelah sempat mengalami tekanan selama sepekan sebelumnya. Pemulihan ini terjadi di tengah pelemahan Dolar AS akibat penutupan pemerintahan yang berkepanjangan serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Oktober dan Desember mendatang. Kondisi tersebut memicu penurunan imbal hasil obligasi AS dan meningkatkan minat terhadap mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti Kiwi. Selain itu, pasar menilai pelemahan ekonomi AS yang disebabkan oleh kebuntuan politik dapat menekan konsumsi dan investasi, mempercepat keputusan The Fed untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter lebih agresif. Namun demikian, faktor eksternal tetap menjadi risiko bagi prospek Kiwi. Hubungan perdagangan AS–Tiongkok yang masih tegang berpotensi menekan ekspor Selandia Baru, mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar negara tersebut. Meski demikian, jika pembicaraan dagang antara kedua negara menunjukkan tanda-tanda kemajuan dan pasar global beralih ke aset berisiko, NZD/USD berpotensi memperpanjang penguatannya. Secara fundamental, arah pergerakan Kiwi saat ini lebih ditentukan oleh pelemahan Dolar AS dan perbaikan sentimen global ketimbang faktor domestik, dengan peluang menuju kisaran 0.58 dalam jangka pendek apabila tekanan geopolitik mereda. Support terdekat berada di 0.5695, dan resistance di 0.5745.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 151.03, melemah -0.34% terhadap Dolar AS. Dolar AS melemah terhadap Yen Jepang karena meningkatnya kekhawatiran terkait ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Pengenaan biaya tambahan di pelabuhan kedua negara menimbulkan kekhawatiran baru terhadap perlambatan arus perdagangan global, yang membuat investor beralih ke aset safe haven seperti Yen. Sentimen pasar semakin tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali rencananya untuk memberlakukan tarif 100% terhadap impor Tiongkok mulai 1 November, tergantung pada langkah balasan Beijing. Di sisi kebijakan moneter, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell menambah tekanan terhadap Dolar, di mana ia mengakui bahwa perekonomian AS menghadapi risiko penurunan di pasar tenaga kerja, sementara inflasi tetap tinggi akibat dampak tarif dan ketidakpastian fiskal. Hal ini memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan mendatang, yang menurunkan daya tarik Dolar secara fundamental. Sementara itu, dari Jepang, ketidakpastian politik setelah keluarnya Partai Komeito dari koalisi pemerintahan semakin memperkuat sentimen kehati-hatian di pasar domestik. Namun, kondisi tersebut justru menambah permintaan terhadap Yen sebagai aset aman di tengah meningkatnya risiko global. Pernyataan dari penasihat ekonomi dekat Perdana Menteri Sanae Takaichi, Etsuro Honda, yang menyarankan agar Bank of Japan (BoJ) berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga juga mempertegas bahwa kebijakan moneter Jepang akan tetap longgar. Kombinasi prospek pelonggaran The Fed dan meningkatnya permintaan aset safe haven menjadikan pelemahan USD/JPY bersifat fundamental dan berpotensi berlanjut jika tensi geopolitik tidak mereda. Support terdekat berada di 150.70, dan resistance di 151.40.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7965 dan turun -0.38%. Dolar AS melemah terhadap Dolar Kanada seiring meningkatnya kekhawatiran pasar atas eskalasi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang berpotensi menekan pertumbuhan global. Investor mengurangi eksposur terhadap Dolar setelah Presiden Trump kembali mengancam penerapan tarif impor 100% terhadap produk Tiongkok. Ketegangan ini diperburuk dengan langkah kedua negara yang saling mengenakan biaya tambahan untuk kapal dagang, yang mencerminkan meningkatnya tensi perdagangan bilateral. Di sisi lain, berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) semakin menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan aktivitas ekonomi domestik. Pernyataan Powell yang menekankan meningkatnya risiko di pasar tenaga kerja memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lagi pada akhir Oktober, menekan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan Dolar secara luas. Dari sisi Kanada, fundamental ekonomi menunjukkan ketahanan moderat. Data ketenagakerjaan terakhir mencatatkan kenaikan jumlah pekerjaan, sementara inflasi yang masih berada di kisaran target 2% Bank of Canada (BoC) membuat otoritas moneter tetap berhati-hati. Harga minyak yang stabil juga memberi dukungan tambahan bagi CAD, mengingat komoditas ini merupakan ekspor utama Kanada. Namun, BoC kemungkinan akan mempertahankan pendekatan “data dependent”, dengan pasar memperkirakan peluang sekitar 50% untuk pemangkasan suku bunga tambahan pada akhir bulan ini. Dengan kombinasi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed, tekanan fiskal AS, serta kondisi ekonomi Kanada yang relatif lebih stabil, USD/CAD cenderung melemah secara fundamental dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 0.7940, dan resistance di 0.7990.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4038, melemah -0.11%. Dolar AS melemah terhadap Franc Swiss di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan lemahnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi AS. Data harga produsen dan impor Swiss yang turun 0,2% pada September memperlihatkan tekanan deflasi yang berkepanjangan, namun justru memperkuat permintaan terhadap Franc sebagai aset safe haven. Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok dan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan AS yang telah berlangsung selama tiga minggu. Di sisi AS, pasar kini memperkirakan hampir 100% kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan mendatang, setelah Powell menekankan bahwa risiko di pasar tenaga kerja kini lebih besar daripada tekanan inflasi. Faktor-faktor ini secara fundamental menekan Dolar terhadap mata uang defensif seperti CHF. Dari sisi Swiss, ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan Swiss National Bank (SNB) tetap terbuka, dengan proyeksi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin ke -0.25% pada Desember jika apresiasi Franc terus menekan inflasi domestik. Namun, faktor eksternal seperti meningkatnya risiko global dan lemahnya prospek ekonomi AS masih memberikan dukungan kuat bagi Franc. Dengan meningkatnya arus dana menuju aset aman serta ekspektasi pelonggaran The Fed yang semakin besar, USD/CHF secara fundamental masih berpotensi melanjutkan pelemahannya, terutama jika tensi geopolitik dan ketidakpastian fiskal di AS terus berlanjut Support terdekat berada di 1.4010, dan resistance di 1.4060.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

1:00am

USD

Beige Book

-

-

-

1:30am

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

2:45am

AUD

RBA Gov Bullock Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:10am

AUD

RBA Assist Gov Kent Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

FPI m/m

-0.4%

-

0.3%

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

-0.9%

0.4%

-4.6%

7:30am

AUD

Employment Change

14.9K

20.5K

-11.9K

7:30am

AUD

Unemployment Rate

4.5%

4.3%

4.3%

11:30am

JPY

Tertiary Industry Activity m/m

-

-0.2%

0.5%

1:00pm

GBP

GDP m/m

-

0.1%

0.0%

1:00pm

GBP

Construction Output m/m

-

-0.1%

0.2%

1:00pm

GBP

Goods Trade Balance

-

-21.8B

-22.2B

1:00pm

GBP

Index of Services 3m/3m

-

0.4%

0.4%

1:00pm

GBP

Industrial Production m/m

-

0.2%

-0.9%

1:00pm

GBP

Manufacturing Production m/m

-

0.2%

-1.3%

2:00pm

CHF

SECO Economic Forecasts

-

-

-

3:30pm

GBP

BOE Credit Conditions Survey

-

-

-

4:00pm

EUR

Trade Balance

-

6.9B

5.3B

4:00pm

EUR

Italian Trade Balance

-

8.94B

7.91B

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

-

-

3.23|1.9

7:15pm

CAD

Housing Starts

-

258K

246K

7:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

8.6

23.2

8:00pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

NAHB Housing Market Index

-

33

32

Tentative

USD

Business Inventories m/m

-

0.1%

0.2%

Day 4

All

IMF Meetings

-

-

-

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

76B

80B

9:45pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

11:00pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

Crude Oil Inventories

-

0.3M

3.7M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788