Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Permintaan Pasar Energi AS Buat Minyak Ikut Tertekan
Lesunya Permintaan Pasar Energi AS Buat Minyak Ikut Tertekan
Thursday, 16 October 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1646

0.23%

GBPUSD

1.3439

0.01%

AUDUSD

0.6505

0.15%

NZDUSD

0.5723

0.54%

USDJPY

151.03

-0.34%

USDCHF

0.7965

-0.38%

USDCAD

1.4038

-0.11%

GOLDUD

4,212.56

0.49%

COFU

58.77

-0.07%

USD/IDR

16,573

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • PM Modi menjamin bahwa India akan berhenti membeli minyak dari Rusia, meski tidak akan segera, namun dalam waktu singkat, kata Trump.
  • China masih dapat merubah keputusan terkait kontrol ekspor tanah jarang, sama halnya dengan kenaikan tarif balasan 100%, kata Perwakilan Dagang AS.

************************************************************

Kamis, 16 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish tertekan oleh sentimen pasca rilisnya laporan stok API, dan potensi Rusia untuk memasok lebih banyak minyak ke pasar. Meski demikian, komitmen India untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, dan komentar dari Perwakilan Dagang AS menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 7,36 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 10 Oktober. Selain itu stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2,99 juta barel. Peningkatan stok minyak dan bensin tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Kamis malam.

Turut membebani harga, Pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiisk, telah mencapai kapasitas maksimumnya untuk ekspor, sehingga para pedagang kesulitan mengalihkan minyak mentah yang tidak dapat disuling di dalam negeri, ungkap tiga sumber pasar. Kilang-kilang minyak Rusia melakukan pemeliharaan kilang dalam jumlah rekor pada bulan Agustus dan September, sebagian karena kerusakan yang disebabkan oleh serangan drone Ukraina, yang mengindikasikan bahwa kapasitas untuk memproses minyak mentah di dalam negeri berkurang dan Rusia memiliki lebih banyak minyak untuk diekspor. Hal ini terlihat dari ekspor Rusia bulan lalu yang mencapai rekor 2,5 juta bph, dan dari jumlah tersebut, ekspor dan transit melalui jalur pipa Transneft ke Novorossiisk mencapai 0,8 juta bph - level tertinggi dalam setidaknya lima tahun, tambah sumber pasar tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji akan berhenti membeli minyak dari Rusia, yang memasok sekitar sepertiga impornya. Trump menambahkan bahwa peralihan ini tidak akan terjadi segera, tetapi "dalam waktu singkat". Selain itu, Trump juga mengindikasikan bahwa ia akan mencoba membuat China melakukan hal yang sama. Diharapkan dengan penghentian impor minyak Rusia oleh India dan Tiongkok yang merupakan dua eksportir utama minyak Rusia, maka akan menekan pendapatan energi Moskow dan mendorong untuk mengurangi produksinya.

Dukungan lainnya datang dari komentar Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer yang pada hari Rabu mengatakan bahwa China masih dapat mengubah rencana kontrol ekspor tanah jarang karena masih berupa draft kebijakan, sama halnya seperti AS yang belum menerapkan tarif balasan sebesar 100% terhadap impor Tiongkok. Greer juga menekankan bahwa Washington tidak ingin meningkatkan eskalasi konflik lebih lanjut, yang telah mengguncang pasar keuangan dan membuat hubungan AS-Tiongkok memburuk.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

23:00

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

3.715M

23:00

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-1.6M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788