| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1646 | 0.23% |
GBPUSD | 1.3439 | 0.01% |
AUDUSD | 0.6505 | 0.15% |
NZDUSD | 0.5723 | 0.54% |
USDJPY | 151.03 | -0.34% |
USDCHF | 0.7965 | -0.38% |
USDCAD | 1.4038 | -0.11% |
GOLDUD | 4,212.56 | 0.49% |
COFU | 58.77 | -0.07% |
USD/IDR | 16,573 | 0.00% |
Kamis, 16 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish tertekan oleh sentimen pasca rilisnya laporan stok API, dan potensi Rusia untuk memasok lebih banyak minyak ke pasar. Meski demikian, komitmen India untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, dan komentar dari Perwakilan Dagang AS menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 7,36 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 10 Oktober. Selain itu stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 2,99 juta barel. Peningkatan stok minyak dan bensin tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Kamis malam.
Turut membebani harga, Pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiisk, telah mencapai kapasitas maksimumnya untuk ekspor, sehingga para pedagang kesulitan mengalihkan minyak mentah yang tidak dapat disuling di dalam negeri, ungkap tiga sumber pasar. Kilang-kilang minyak Rusia melakukan pemeliharaan kilang dalam jumlah rekor pada bulan Agustus dan September, sebagian karena kerusakan yang disebabkan oleh serangan drone Ukraina, yang mengindikasikan bahwa kapasitas untuk memproses minyak mentah di dalam negeri berkurang dan Rusia memiliki lebih banyak minyak untuk diekspor. Hal ini terlihat dari ekspor Rusia bulan lalu yang mencapai rekor 2,5 juta bph, dan dari jumlah tersebut, ekspor dan transit melalui jalur pipa Transneft ke Novorossiisk mencapai 0,8 juta bph - level tertinggi dalam setidaknya lima tahun, tambah sumber pasar tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji akan berhenti membeli minyak dari Rusia, yang memasok sekitar sepertiga impornya. Trump menambahkan bahwa peralihan ini tidak akan terjadi segera, tetapi "dalam waktu singkat". Selain itu, Trump juga mengindikasikan bahwa ia akan mencoba membuat China melakukan hal yang sama. Diharapkan dengan penghentian impor minyak Rusia oleh India dan Tiongkok yang merupakan dua eksportir utama minyak Rusia, maka akan menekan pendapatan energi Moskow dan mendorong untuk mengurangi produksinya.
Dukungan lainnya datang dari komentar Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer yang pada hari Rabu mengatakan bahwa China masih dapat mengubah rencana kontrol ekspor tanah jarang karena masih berupa draft kebijakan, sama halnya seperti AS yang belum menerapkan tarif balasan sebesar 100% terhadap impor Tiongkok. Greer juga menekankan bahwa Washington tidak ingin meningkatkan eskalasi konflik lebih lanjut, yang telah mengguncang pasar keuangan dan membuat hubungan AS-Tiongkok memburuk.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
23:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 3.715M |
23:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -1.6M |