Home
>
News
>
Publication
20 Oktober 2025 – Mata uang Kiwi dibuka di 0.5724 dan naik 0.33%. Pasangan NZDUSD bergerak menguat pada awal pekan ini setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) Selandia Baru menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, menandakan tekanan harga yang mulai pulih di tengah kondisi ekonomi yang masih lemah. Berdasarkan laporan resmi Statistics New Zealand, inflasi tahunan (YoY) tercatat 3,0% pada kuartal III-2025, naik dari 2,7% pada kuartal sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Secara kuartalan, inflasi meningkat tajam menjadi 1,0% dari 0,5% pada kuartal II, mencerminkan adanya kenaikan harga di sektor perumahan, jasa transportasi, serta biaya makanan yang lebih tinggi akibat pelemahan mata uang domestik. Kenaikan inflasi ini memicu pandangan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menunda langkah pemangkasan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat. Sebelumnya, bank sentral telah memangkas suku bunga secara agresif sebesar 50 basis poin untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun dengan tekanan harga yang mulai stabil, prospek kebijakan moneter yang terlalu longgar dapat kembali ditinjau ulang guna menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi jangka menengah.
Senin, 20 Oktober 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak lesu terbebani oleh sentimen pasca rilisnya data suram pertumbuhan ekonomi terbaru di China. Selain itu, ancaman tarif masif Trump terhadap India, dan dilanjutkannya kembali gencatan senjata di Gaza turut menjadi katalis yang menekan pergerakan harga lebih lanjut.
Senin, 20 Oktober 2025 – Harga emas naik tipis ke level $4.267 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, di tengah penguatan dolar AS dan pernyataan bernada lebih lunak dari Presiden AS Donald Trump terkait tarif perdagangan terhadap China.
Jumat, 17 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bearish dipicu oleh sentimen dari kesepakatan tak terduga antara Trump dan Putin untuk bertemu membahas perang Ukraina. Selain itu, sinyal lesunya permintaan di pasar minyak AS juga turut menjadi katalis yang membebani pergerakan harga lebih lanjut.
Jumat, 17 Oktober 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6505 dan naik 0.15%. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) setelah rilis data tenaga kerja September yang menunjukkan perlambatan signifikan pada pasar kerja Australia. Berdasarkan data dari Australian Bureau of Statistics (ABS), tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,5% dari 4,3% pada bulan sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar dan menjadi level tertinggi sejak November 2021. Pertumbuhan lapangan kerja hanya mencapai 14,9 ribu, di bawah perkiraan 17 ribu, memperlihatkan lemahnya permintaan tenaga kerja. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat kembali melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya dalam waktu dekat guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah lemahnya konsumsi domestik.
Jumat, 17 Oktober 2025 – Harga emas naik ke level $4.338 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, memperpanjang reli pekan ini di tengah ketegangan perdagangan yang kembali memanas antara AS dan China.
Kamis, 16 Oktober 2025 – Euro dibuka di 1.1646 dan menguat 0.23%. Euro memperpanjang penguatannya terhadap Dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Komentar dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyoroti perlambatan signifikan dalam perekrutan tenaga kerja di AS, memicu keyakinan bahwa langkah pelonggaran moneter tambahan akan dilakukan pada Oktober dan Desember mendatang. Pasar kini memperkirakan peluang hampir penuh untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan terakhir tahun ini. Pelemahan data ketenagakerjaan serta penundaan rilis data ekonomi akibat potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) menambah kekhawatiran terhadap ketahanan ekonomi AS, sehingga menekan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Sentimen ini semakin menguat setelah The Fed merilis Beige Book yang menunjukkan stagnasi aktivitas ekonomi di berbagai distrik serta perlambatan belanja konsumen.
Kamis, 16 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish tertekan oleh sentimen pasca rilisnya laporan stok API, dan potensi Rusia untuk memasok lebih banyak minyak ke pasar. Meski demikian, komitmen India untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, dan komentar dari Perwakilan Dagang AS menjadi katalis yang berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788