Home
>
News
>
Publication
>
Emas Menanjak, Ketegangan Dagang AS–China dan Shutdown AS Dukung Permintaan Safe Haven
Emas Menanjak, Ketegangan Dagang AS–China dan Shutdown AS Dukung Permintaan Safe Haven
Friday, 17 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1686

0.21%

GBPUSD

1.3432

0.15%

AUDUSD

0.6484

-0.14%

NZDUSD

0.5723

-0.09%

USDJPY

150.41

-0.25%

USDCHF

0.7925

-0.21%

USDCAD

1.4053

-0.12%

GOLDUD

4338.03

0.99%

USD/IDR

16575

0.00%

Fokus Emas:

  1. Spekulasi pemotongan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar AS
  2. Ketegangan dagang AS–China, krisis politik domestik AS, dan shutdown pemerintah meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Jumat, 17 Oktober 2025 – Harga emas naik ke level $4.338 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, memperpanjang reli pekan ini di tengah ketegangan perdagangan yang kembali memanas antara AS dan China. Washington menuding ekspansi kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earths) oleh Beijing sebagai ancaman bagi rantai pasok global, memicu kekhawatiran baru di pasar komoditas strategis. Situasi ini mendorong investor beralih ke aset safe haven, sementara penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) terus menekan sentimen dan menunda publikasi sejumlah data ekonomi utama. Pejabat Departemen Keuangan AS memperingatkan dampak shutdown dapat menekan perekonomian hingga USD 15 miliar per minggu akibat hilangnya output. Di tengah ketidakpastian tersebut, menurut CME FedWatch Tool, pasar menilai peluang 98% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, disusul peluang 95% untuk pelonggaran lanjutan pada Desember.

Nada dovish dari pejabat The Fed, Christopher Waller, memperkuat prospek pelonggaran moneter lebih lanjut. Dalam pernyataannya, Waller menilai bahwa bank sentral “dapat menurunkan suku bunga untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja” yang kini menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Hal ini menekan imbal hasil Treasury AS, dengan yield tenor 10 tahun turun ke 3,86%, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak menawarkan imbal hasil. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,4% terhadap sekeranjang mata uang utama, memperkuat permintaan global atas logam mulia.

Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump dikabarkan sepakat dengan Presiden Vladimir Putin untuk mengadakan pertemuan puncak baru guna membahas perang Ukraina, sementara dialog AS–China masih buntu. Dalam jangka pendek, fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi PCE inti AS pekan depan yang akan menjadi panduan penting arah kebijakan moneter selanjutnya. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.159 hingga $4.110, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.237 hingga $4.266. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.032, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.334.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

Federal Budget Balance

198.0B

42.3B

-344.8B

3:15am

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

5:00am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

 

Day 5

All

IMF Meetings

-

-

-

11:15pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788