Home
>
News
>
Publication
>
NZDUSD Menguat Didukung Lonjakan Inflasi dan Tekanan terhadap Dolar AS di Tengah Kekhawatiran Global
NZDUSD Menguat Didukung Lonjakan Inflasi dan Tekanan terhadap Dolar AS di Tengah Kekhawatiran Global
Monday, 20 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1663

0.03%

GBPUSD

1.3429

0.05%

AUDUSD

0.6483

0.48%

NZDUSD

0.5724

0.33%

USDJPY

150.61

-0.19%

USDCHF

0.7930

-0.25%

USDCAD

1.4013

-0.04%

GOLDUD

4267.07

0.05%

USD/IDR

16575

0.06%

Fokus NZDUSD:

  1. Inflasi Selandia Baru meningkat ke 3,0% YoY
  2. Kinerja ekonomi China yang masih solid

20 Oktober 2025 – Mata uang Kiwi dibuka di 0.5724 dan naik 0.33%. Pasangan NZDUSD bergerak menguat pada awal pekan ini setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) Selandia Baru menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, menandakan tekanan harga yang mulai pulih di tengah kondisi ekonomi yang masih lemah. Berdasarkan laporan resmi Statistics New Zealand, inflasi tahunan (YoY) tercatat 3,0% pada kuartal III-2025, naik dari 2,7% pada kuartal sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Secara kuartalan, inflasi meningkat tajam menjadi 1,0% dari 0,5% pada kuartal II, mencerminkan adanya kenaikan harga di sektor perumahan, jasa transportasi, serta biaya makanan yang lebih tinggi akibat pelemahan mata uang domestik. Kenaikan inflasi ini memicu pandangan bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menunda langkah pemangkasan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat. Sebelumnya, bank sentral telah memangkas suku bunga secara agresif sebesar 50 basis poin untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Namun dengan tekanan harga yang mulai stabil, prospek kebijakan moneter yang terlalu longgar dapat kembali ditinjau ulang guna menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi jangka menengah.

Dari sisi eksternal, dinamika ekonomi China turut menjadi katalis penting bagi arah pergerakan Kiwi Dollar, mengingat China merupakan mitra dagang utama bagi Selandia Baru terutama dalam sektor ekspor produk susu, daging, dan kayu. Data terbaru dari National Bureau of Statistics (NBS) menunjukkan bahwa ekonomi China tumbuh 4,8% YoY pada Q3-2025, sedikit melambat dari 5,2% di kuartal sebelumnya namun masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara produksi industri melonjak 6,5% YoY dan penjualan ritel meningkat 3,0%, menandakan adanya daya tahan aktivitas ekonomi di tengah tekanan eksternal. Namun, investasi aset tetap menurun 0,5%, mencerminkan melemahnya kepercayaan bisnis dan investasi sektor manufaktur akibat ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat. Konflik dagang antara kedua negara kembali memanas setelah Washington memperluas sanksi terhadap sejumlah perusahaan China, diikuti dengan langkah Beijing yang membatasi ekspor logam tanah jarang strategis. Situasi ini menambah ketidakpastian rantai pasok global dan berpotensi menekan outlook ekspor bagi Selandia Baru, terutama jika permintaan industri China mengalami kontraksi lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dari Amerika Serikat, tekanan terhadap Dolar AS (USD) tetap tinggi akibat kombinasi dari shutdown pemerintahan yang berkepanjangan dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (Fed). Penutupan sebagian aktivitas pemerintahan AS yang telah memasuki minggu ke-19 tanpa solusi politik konkret menimbulkan kekhawatiran terhadap kinerja fiskal serta keterlambatan publikasi data ekonomi penting. Sementara itu, pernyataan dovish dari beberapa pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell dan Gubernur Christopher Waller, memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan memotong suku bunga acuan hingga dua kali lagi pada Oktober dan Desember 2025 untuk mendukung pertumbuhan di tengah perlambatan sektor ketenagakerjaan dan inflasi yang mulai moderat. Kondisi ini membuat Greenback cenderung tertekan, memberikan ruang bagi mata uang komoditas seperti NZD untuk menguat. Dengan kombinasi antara inflasi domestik Selandia Baru yang tinggi, stabilitas data ekonomi China, serta pelonggaran kebijakan moneter AS, pasangan NZDUSD berpotensi mempertahankan momentum penguatannya dalam jangka pendek, meskipun volatilitas pasar global tetap tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD menguat. Support terdekat berada di 0.5700, dan resistance di 0.5745. Support lanjutan berada di zona 0.5670 dan dilanjutkan ke zona 0.5730. Resistance lanjutan berada di zona 0.5770 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5795.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1663 dan menguat tipis 0.03%. Pasangan EURUSD menunjukkan penguatan moderat pada Jumat, ditopang oleh meredanya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa rencana tarif 100% terhadap impor Tiongkok “tidak berkelanjutan.” Sentimen ini mengangkat minat risiko global dan menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai. Meski demikian, penguatan Euro cenderung terbatas karena pelaku pasar menilai ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin kuat dapat mengimbangi potensi penguatan mata uang tunggal tersebut. Sementara itu, data inflasi zona euro yang stabil di kisaran 2,2% secara tahunan memperkuat pandangan bahwa ECB tidak akan tergesa menurunkan suku bunga lebih lanjut, mengingat tekanan harga tetap terkendali dan risiko politik di Prancis mulai mereda setelah Perdana Menteri Lecornu lolos dari mosi tidak percaya. Secara fundamental, arah pergerakan EURUSD saat ini lebih banyak ditentukan oleh konvergensi kebijakan moneter antara ECB dan The Fed. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali lagi hingga akhir tahun, sementara ECB masih menunggu sinyal konfirmasi pemulihan ekonomi sebelum melakukan pelonggaran tambahan. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi perlambatan ekonomi AS akibat penutupan pemerintahan yang berlarut-larut menjadi katalis negatif bagi dolar. Dengan kondisi tersebut, Euro berpeluang mempertahankan momentum positifnya dalam jangka pendek, selama sentimen global tetap stabil dan tidak ada kejutan hawkish dari pejabat The Fed.  Support terdekat berada di 1.1640, sementara resistance di 1.1680.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3429, naik 0.05%. Mata uang Pound Sterling menguat terhadap dolar AS, didorong oleh ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menahan pelonggaran kebijakan lebih lanjut setelah data pertumbuhan ekonomi Inggris menunjukkan peningkatan 0,1% pada Agustus. Meskipun kecil, hasil tersebut meredakan kekhawatiran akan risiko resesi teknikal dan mendukung sentimen terhadap Sterling. Di sisi lain, dolar AS masih berada di bawah tekanan setelah beberapa pejabat The Fed, termasuk Jerome Powell dan Christopher Waller, kembali menyuarakan nada dovish dengan menekankan perlunya pemangkasan suku bunga tambahan di tengah perlambatan pasar tenaga kerja AS. Namun, secara keseluruhan outlook jangka pendek untuk GBPUSD tetap berhati-hati. Ketidakpastian fiskal di Inggris menjelang pengumuman anggaran musim gugur, serta rencana kenaikan pajak untuk menstabilkan defisit anggaran, berpotensi menahan penguatan lebih lanjut Sterling. Sementara itu, pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga BoE pada Desember sebesar 44%, menurun dari 60% pekan lalu, menunjukkan mulai tumbuhnya keyakinan terhadap stabilitas ekonomi Inggris. Support terdekat berada di 1.3400, dan resistance di 1.3455.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6483 dan menguat cukup signifikan 0.48%. Pasangan AUDUSD mencatatkan penguatan, didorong oleh meredanya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok dan meningkatnya ekspektasi terhadap prospek ekonomi Australia yang lebih stabil. Sikap lebih lunak Presiden AS Donald Trump terhadap Beijing membantu memulihkan selera risiko pasar, yang secara historis menjadi faktor positif bagi dolar Australia sebagai mata uang berisiko. Selain itu, sejumlah pejabat Reserve Bank of Australia (RBA) menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah mendekati tingkat netral, menandakan peluang terbatas untuk pemangkasan suku bunga lanjutan dalam waktu dekat. Hal ini menjadi dukungan fundamental bagi Aussie di tengah tekanan global terhadap dolar AS. Meski demikian, tantangan tetap ada dari sisi domestik, terutama setelah data ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran menjadi 4,5%, tertinggi dalam hampir empat tahun. Namun, dengan inflasi yang diperkirakan tetap lebih tinggi dari proyeksi dan kebijakan fiskal yang masih akomodatif, investor menilai RBA akan lebih bersabar dalam melanjutkan pelonggaran moneter. Sementara itu, pelemahan dolar AS akibat ketidakpastian fiskal dan penutupan pemerintahan di Washington memberikan ruang tambahan bagi AUD untuk menguat. Support terdekat berada di 0.6460, sedangkan resistance di 0.6505.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 150.61, melemah -0.19% terhadap Dolar AS. Pasangan USDJPY kembali melemah setelah sempat rebound dari posisi terendah dua minggu. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski dolar AS sempat menguat akibat meredanya retorika Presiden Donald Trump terhadap Tiongkok, tekanan terhadap Greenback tetap tinggi akibat prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed dan meningkatnya ketidakpastian fiskal di AS. Trump yang menyebut rencana tarif 100% terhadap impor Tiongkok “tidak berkelanjutan” membantu menenangkan pasar sementara, namun investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan APEC di Korea Selatan yang dapat menentukan arah hubungan dagang AS–Tiongkok ke depan. Dari sisi kebijakan, pelaku pasar kini sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Oktober dan Desember mendatang, seiring komentar dovish dari pejabat The Fed seperti Alberto Musalem dan Christopher Waller yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inflasi dan pasar tenaga kerja. Dari Jepang, komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang menegaskan bahwa bank sentral masih menunggu data lebih lengkap sebelum menyesuaikan kebijakan menambah ketidakpastian arah suku bunga. Meskipun inflasi inti Jepang untuk September diproyeksikan meningkat ke 2,9% secara tahunan, pasar menilai BoJ masih jauh dari sikap hawkish. Imbal hasil obligasi AS yang menurun juga memperkecil daya tarik dolar terhadap Yen. Dengan kombinasi antara ekspektasi pelonggaran moneter AS, penurunan yield AS, dan meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Support terdekat berada di 150.30, dan resistance di 150.90.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7930 dan turun -0.25%. Pasangan USDHF terus mencatat pelemahan hingga menyentuh level terendah satu bulan di mencerminkan tekanan kuat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset aman. Ketegangan perdagangan AS–Tiongkok yang belum menunjukkan tanda mereda, ditambah dengan penutupan pemerintahan AS yang kini berlangsung lebih dari dua minggu, memperburuk kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi AS. Prospek pemangkasan suku bunga tambahan oleh The Fed semakin memperdalam pelemahan Greenback, apalagi setelah laporan Beige Book menunjukkan perlambatan belanja konsumen dan stagnasi pasar tenaga kerja. Di tengah kombinasi faktor tersebut, indeks dolar AS (DXY) turun ke posisi terendah mingguan, menunjukkan melemahnya daya tarik dolar terhadap mata uang utama lainnya. Sementara itu, Franc Swiss (CHF) tetap diminati meskipun data domestik menunjukkan pelemahan harga produsen untuk bulan kelima berturut-turut. Laporan SECO yang menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB Swiss 2026 ke 0,9% tidak mengurangi status CHF sebagai aset safe haven. Investor global tetap memilih Franc di tengah ketidakpastian geopolitik dan fiskal AS yang tinggi. Pernyataan Trump pada Jumat, yang menyebut tarif 100% terhadap Tiongkok “tidak berkelanjutan,” sempat menahan pelemahan dolar namun efeknya terbatas. Dengan meningkatnya tekanan terhadap Greenback dan kondisi risiko global yang belum membaik. Support terdekat berada di 0.7905, dan resistance di 0.7950.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4013, melemah -0.04%. Pasangan USDCAD bergerak melemah seiring pelemahan dolar AS yang terus berlanjut di tengah penutupan pemerintahan AS dan memburuknya hubungan dagang dengan Tiongkok. Gagalnya Senat AS untuk kesepuluh kalinya dalam meloloskan rancangan anggaran menambah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS, dengan lebih dari 10.000 pegawai federal terancam dirumahkan tanpa kepastian. Tekanan terhadap dolar juga meningkat setelah pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan Stephen Miran, mendukung langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan kebijakan bulan ini. Dengan peluang pemangkasan hampir 100% menurut CME FedWatch Tool, investor kini menilai ekonomi AS tengah memasuki fase pelonggaran agresif yang dapat menekan nilai tukar dolar dalam jangka menengah. Sebaliknya, dolar Kanada (Loonie) mendapatkan dukungan dari data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan, yang mengurangi peluang pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC) bulan ini. Meskipun harga minyak dunia turun ke level terendah sejak Mei, fundamental Kanada relatif stabil. Investor melihat perbedaan arah kebijakan moneter antara BoC yang cenderung hati-hati dan The Fed yang semakin dovish sebagai katalis utama penguatan CAD. Kombinasi antara ketidakpastian fiskal di AS, tekanan pada dolar global. Support terdekat berada di 1.3985, dan resistance di 1.4035.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZD

CPI q/q

1.0%

0.8%

0.5%

6:01am

GBP

Rightmove HPI m/m

0.3%

-

0.4%

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.0%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.5%

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.4%

-

-0.3%

9:00am

CNY

GDP q/y

-

4.7%

5.2%

9:00am

CNY

Industrial Production y/y

-

5.0%

5.2%

9:00am

CNY

Retail Sales y/y

-

-

3.4%

9:00am

CNY

Fixed Asset Investment ytd/y

-

0.1%

0.5%

9:00am

CNY

NBS Press Conference

-

-

--

9:00am

CNY

Unemployment Rate

-

5.3%

5.3%

1:00pm

EUR

German PPI m/m

-

0.1%

-0.5%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-12.7%

3:00pm

EUR

Current Account

-

22.5B

27.7B

7:30pm

CAD

IPPI m/m

-

-

0.50%

7:30pm

CAD

RMPI m/m

-

-

-0.60%

9:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

0.10%

-0.50%

9:30pm

CAD

BOC Business Outlook Survey

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788