| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1686 | 0.21% |
GBPUSD | 1.3432 | 0.15% |
AUDUSD | 0.6484 | -0.14% |
NZDUSD | 0.5723 | -0.09% |
USDJPY | 150.41 | -0.25% |
USDCHF | 0.7925 | -0.21% |
USDCAD | 1.4053 | -0.12% |
GOLDUD | 4,338.03 | 0.99% |
COFU | 57.03 | -0.84% |
USD/IDR | 16,575 | 0.00% |
Jumat, 17 Oktober 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bearish dipicu oleh sentimen dari kesepakatan tak terduga antara Trump dan Putin untuk bertemu membahas perang Ukraina. Selain itu, sinyal lesunya permintaan di pasar minyak AS juga turut menjadi katalis yang membebani pergerakan harga lebih lanjut.
Pasca pembicaraan via telepon, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis sepakat untuk bertemu dalam dua minggu ke depan di Budapest guna membahas mengenai perang di Ukraina. Trump juga optimis akan dapat segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Turut membebani harga, dalam laporan terbaru yang dirilis hari Kamis oleh EIA untuk pekan yang berakhir 10 Oktober menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat sebesar 3,5 juta barel yang sebagian besar diakibatkan oleh penurunan utilisasi kilang karena memasuki masa pemulihan di musim gugur. EIA juga melaporkan peningkatan produksi ke rekor tertinggi yaitu 13,636 juta bph. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis merevisi naik prakiraan pertumbuhan ekonomi Asia, tetapi memperingatkan bahwa eskalasi ketegangan AS-Tiongkok yang kembali meningkat dapat memberikan pukulan berat bagi kawasan tersebut. Ekonomi Asia diproyeksikan akan tumbuh 4,5% pada tahun 2025, melambat dari 4,6% tahun lalu tetapi naik 0,6 poin persentase dari perkiraannya pada bulan April. Pertumbuhan positif ekonomi pasar Asia juga memicu harapan akan ikut mendorong kenaikan akan permintaan di wilayah yang menjadi konsumen minyak utama dunia, di mana China, India, dan Jepang menjadi tiga negara konsumen minyak terbesar di Asia, di samping itu China dan India juga masing-masing menjadi konsumen terbesar kedua dan ketiga secara global.
Dukungan lainnya datang dari sinyal meningkatnya ketegangan antara Qatar dengan Uni Eropa. Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, pada hari Kamis mengatakan bahwa Qatar tidak akan dapat berbisnis di Uni Eropa jika tidak ada perubahan lebih lanjut terkait aturan keberlanjutan di negara tersebut. Qatar juga memperingatkan potensi untuk menghentikan pasokan gas alam guna menutupi kesenjangan energi yang terjadi. Qatar yang merupakan salah satu eksportir gas alam terbesar dunia memasok sekitar 12%-14% gas alam ke Uni Eropa sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $59 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $54 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0.1% | 0.1% |
20:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0.1% | 0.2% |
21:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.1% | 0.2% |