Home
>
News
>
Publication
>
Harga WTI Kembali Tertekan Akibat Ekspektasi Kenaikan Produksi OPEC+
Harga WTI Kembali Tertekan Akibat Ekspektasi Kenaikan Produksi OPEC+
Wednesday, 01 October 2025

Indikator Harga


Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1732

0.09%

GBPUSD

1.3444

0.05%

AUDUSD

0.6612

0.09%

NZDUSD

0.5792

0.12%

USDJPY

147.80

-0.03%

USDCHF

0.7968

-0.23%

USDCAD

1.3929

-0.13%

GOLDUD

3860.08

0.23%

COFU

62.53

-0.15%

USD/IDR

16.687

0.00%

Fokus Minyak:

  1. Ekspektasi kenaikan produksi OPEC+
  2. Ekspor minyak Kurdistan kembali berjalan

Rabu, 01 Oktober 2025 - Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terus melemah, diperdagangkan di sekitar level USD 62,90 per barel pada sesi Asia. Tekanan jual muncul akibat ekspektasi kenaikan produksi tambahan oleh OPEC+ termasuk Rusia, menyusul dilanjutkannya ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak. Langkah ini menambah suplai ke pasar yang sudah menghadapi risiko surplus, dengan potensi tambahan pasokan awal mencapai 180.000–190.000 barel per hari menuju pelabuhan Ceyhan, Turki. Pasar kini menanti konfirmasi resmi dari pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.

Selain itu, laporan Bloomberg memperkuat spekulasi bahwa OPEC+ akan mempercepat pelonggaran pemangkasan produksi. Jika realisasi terjadi, pasokan dapat meningkat hingga 500 ribu barel per hari mulai November, jauh lebih besar dari target sebelumnya 137 ribu barel. Skenario ini jelas tidak menguntungkan harga minyak, apalagi ditambah sentimen geopolitik seperti sanksi Uni Eropa terhadap Iran dan ketidakpastian politik di Timur Tengah yang masih membayangi.

Dari sisi makro, potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat juga menjadi faktor tambahan yang menekan harga minyak. Kekhawatiran bahwa penutupan tersebut bisa memperlambat belanja publik, memicu ekspektasi melemahnya permintaan energi di AS. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data stok minyak mentah mingguan EIA, yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah harga WTI ke depan. Dengan kombinasi kenaikan suplai global dan risiko permintaan yang melemah, outlook WTI cenderung masih tertekan.

Secara teknikal, WTI masih berada dalam tren pelemahan setelah turun tajam dalam dua sesi terakhir. Saat ini harga menemukan support sementara di area USD 62,00 per barel, yang menjadi level kunci penahan pelemahan lanjutan. Jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi mendorong harga menuju area support berikutnya di kisaran USD 61,20 – USD 60,50. Sementara itu, di sisi atas, area USD 63,50 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang pemulihan. Apabila berhasil melewati level tersebut, kenaikan berpotensi menguji resistance selanjutnya di sekitar USD 64,20 – USD 65,00. Namun selama harga masih tertahan di bawah area resistance tersebut, bias teknikal WTI tetap condong negatif dengan dominasi tekanan jual.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

6:10am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

7:15pm

USD

ADP Non-Farm Employment Change

-

52K

54K

8:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

52

52

9:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49

48.7

9:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

62.7

63.7

9:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

-0.1%

-0.1%

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.2M

16.1M

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

1.5M

-0.6M

11:15pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788