| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1726 | 0.05% |
GBPUSD | 1.3426 | 0.08% |
AUDUSD | 0.6576 | 0.18% |
NZDUSD | 0.5776 | 0.17% |
USDJPY | 148.53 | -0.02% |
USDCHF | 0.7972 | -0.18% |
USDCAD | 1.3912 | -0.04% |
COFU | 63.04 | -0.65% |
GOLDUD | 3832.57 | 0.48% |
USD/IDR | 16675 | 0.00% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 30 September 2025 - Harga minyak mentah mengalami pelemahan setelah sempat menyentuh level tertinggi tujuh minggu di sekitar 66 dolar per barel pada akhir pekan lalu. Sentimen negatif muncul seiring ekspektasi bahwa kelompok produsen OPEC dan sekutunya akan kembali meningkatkan produksi pada pertemuan yang dijadwalkan pada awal Oktober. Rencana kenaikan produksi ini diperkirakan menambah pasokan global di tengah perlambatan permintaan akibat tensi perdagangan Amerika Serikat, sehingga menciptakan kekhawatiran oversupply yang membebani harga minyak.
Selain faktor OPEC+, tambahan tekanan datang dari kesepakatan antara pemerintah federal Irak dan pemerintah regional Kurdistan untuk menyalurkan sekitar seratus delapan puluh ribu hingga seratus sembilan puluh ribu barel per hari ke pasar global melalui pelabuhan Ceyhan di Turki. Penambahan pasokan ini terjadi pada saat pasar minyak masih berjuang menyeimbangkan permintaan yang lemah, sehingga memicu tekanan jual lebih lanjut. Kondisi ini menegaskan bahwa meski ada dukungan sementara dari pelemahan dolar Amerika Serikat, faktor fundamental suplai tetap mendominasi arah pergerakan minyak.
Dari sisi perusahaan energi, Imperial Oil yang merupakan unit dari Exxon Mobil di Kanada, mengumumkan langkah restrukturisasi besar dengan memangkas sekitar sembilan ratus posisi dan mencatat biaya restrukturisasi sebesar tiga ratus tiga puluh juta dolar Kanada. Langkah efisiensi ini mencerminkan upaya produsen untuk bertahan di tengah ketidakpastian harga minyak global. Brent crude sendiri telah turun hampir sepuluh persen sepanjang tahun ini, dengan prospek pasar yang semakin menantang akibat potensi oversupply. Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa harga minyak mentah masih rentan melemah dalam jangka pendek meski sempat mendapat dorongan dari faktor teknis dan pelemahan dolar Amerika Serikat.
Secara teknikal, Support terdekat berada di area 62.80 hingga 62.50, yang menjadi zona awal penahan apabila tekanan jual berlanjut. Jika menembus ke bawah, support berikutnya dapat dilihat di 61.90 hingga 61.50, dengan titik psikologis penting di sekitar 61.00. Resistance terdekat saat ini berada di kisaran 63.70 hingga 64.20. Apabila harga mampu menembus level tersebut, maka target kenaikan berikutnya mengarah ke area 65.00 hingga 65.40. Untuk jangka menengah, resistance yang lebih kuat berada di sekitar 66.00 hingga 66.20 yang sebelumnya menjadi level tertinggi tujuh minggu.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:00pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
8:00pm | USD | FOMC Member Collins Speaks | - | - | - |
8:00pm | USD | HPI m/m | - | -0.2% | -0.2% |
8:00pm | USD | S&P/CS Composite-20 HPI y/y | - | 1.7% | 2.1% |
8:45pm | USD | Chicago PMI | - | 43.4 | 41.5 |
9:00pm | USD | JOLTS Job Openings | - | 7.19M | 7.18M |
9:00pm | USD | CB Consumer Confidence | - | 96 | 97.4 |
10:30pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks | - | - | - |