Home
>
News
>
Publication
>
Performa USDCAD Melemah di Tengah Tekanan Politik AS dan Data Kanada
Performa USDCAD Melemah di Tengah Tekanan Politik AS dan Data Kanada
Tuesday, 30 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1726

0.05%

GBPUSD

1.3426

0.08%

AUDUSD

0.6576

0.18%

NZDUSD

0.5776

0.17%

USDJPY

148.53

-0.02%

USDCHF

0.7972

-0.18%

USDCAD

1.3912

-0.04%

GOLDUD

3832.57

0.48%

USD/IDR

16675

0.00%

Fokus USDCAD:

  1. GDP Kanada beri dukungan terbatas
  2. Minyak jatuh, CAD tertekan komoditas

Selasa, 30 September 2025 – Mata uang Loonie melemah tipis hingga -0.04% di level 1.3912. USDCAD melemah seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat menjelang potensi penghentian operasional pemerintah atau government shutdown. Kebuntuan anggaran di Kongres menimbulkan risiko tertundanya rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls yang sangat berpengaruh bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Investor semakin berhati hati karena Presiden Donald Trump juga melontarkan ancaman pemangkasan besar besaran tenaga kerja federal, yang dinilai bisa mengganggu belanja konsumen domestik. Selain itu, kebijakan tarif baru hingga seratus persen pada produk farmasi impor serta tarif signifikan terhadap furnitur dan kendaraan menambah kekhawatiran pada outlook perdagangan Amerika Serikat. Tekanan gabungan faktor politik dan perdagangan ini membuat Dolar Amerika Serikat tertekan dan tidak mampu menguat terhadap Dolar Kanada.

Dari sisi Kanada, revisi pertumbuhan Produk Domestik Bruto bulan Juli menjadi nol koma dua persen dan proyeksi stagnasi pada Agustus menunjukkan bahwa ekonomi bergerak di jalur moderat, tidak terlalu lemah namun juga tidak cukup kuat. Kondisi ini memberi dukungan terbatas pada Dolar Kanada karena kekhawatiran resesi lebih dalam dapat ditepis, meski prospek pertumbuhan jangka menengah tetap terbatas. Pasar kini menanti data Purchasing Managers Index serta ringkasan rapat Bank of Canada yang dapat memberi gambaran arah kebijakan moneter berikutnya. Jika bank sentral Kanada menegaskan komitmen mempertahankan suku bunga tinggi demi menjaga inflasi, CAD berpeluang mendapatkan momentum tambahan. Namun apabila nada dovish yang muncul, Dolar Kanada bisa kehilangan daya dukung dan kembali bergantung pada faktor eksternal.

Selain itu, harga minyak dunia yang turun lebih dari tiga persen akibat kembalinya ekspor dari Kurdistan Irak juga menekan Dolar Kanada mengingat Kanada adalah eksportir utama minyak mentah. Penambahan pasokan di pasar global memperparah kondisi kelebihan suplai dan menurunkan harga energi sehingga CAD tidak mendapat dorongan berarti dari sisi komoditas. Walau demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada bulan Oktober membuat Dolar Amerika Serikat semakin rentan, yang pada gilirannya memberi ruang bagi CAD untuk bertahan lebih kuat. Dengan kombinasi faktor tersebut, arah USD CAD dalam jangka pendek sangat ditentukan oleh interaksi antara ketidakpastian politik Amerika Serikat, arah kebijakan Bank of Canada, serta pergerakan harga minyak dunia yang masih bergejolak.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD melemah. Support terdekat di 1.3885, resistance di 1.3940. Support lanjutan di zona 1.3850 dan dilanjutkan ke zona 1.3815. Resistance lanjutan di zona 1.3970 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3995.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1726, naik tipis 0.05%. EURUSD menguat seiring pelemahan dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi shutdown pemerintahan AS. Situasi politik di Washington yang penuh ketidakpastian telah menekan kepercayaan investor pada dolar, meskipun data perumahan AS menunjukkan hasil solid. Selain itu, ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan segera melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga menjadi faktor utama yang membebani greenback. Peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Oktober semakin besar, sementara pasar juga memperhitungkan kemungkinan tambahan pelonggaran moneter pada bulan Desember. Kondisi ini memberi ruang bagi euro untuk tetap berada di zona positif. Dari kawasan Eropa, data sentimen konsumen menunjukkan sedikit perbaikan, walaupun masih berada di bawah rata-rata historis, sehingga menandakan adanya tekanan dari ketidakpastian ekonomi. Di sisi lain, kepercayaan industri melemah lebih kecil dari perkiraan, tetapi sektor jasa mencatat penurunan lebih dalam. Meskipun data tersebut tidak cukup kuat untuk mendorong reli signifikan euro, faktor eksternal berupa pelemahan dolar AS memberikan dorongan besar bagi EURUSD. Dengan pidato para pejabat ECB yang dijadwalkan minggu ini, pelaku pasar akan mencermati apakah bank sentral tetap mempertahankan sikap hawkish guna mengantisipasi risiko inflasi. Support terdekat berada di 1.1700, sedangkan resistance di 1.1755.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3426 dengan kenaikan 0.08%. Poundsterling berhasil melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS, didukung oleh ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pernyataan bernada hawkish dari pejabat BoE menegaskan bahwa tren disinflasi di Inggris mengalami stagnasi, sehingga suku bunga restriktif tetap diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target. Kondisi ini menambah daya tarik pound di tengah perbedaan arah kebijakan dengan The Fed yang semakin condong ke pelonggaran. Meskipun terdapat kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Inggris, pasar tetap fokus pada prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka menengah. Faktor eksternal dari Amerika Serikat turut memperkuat GBPUSD. Ancaman penutupan pemerintahan AS membuat investor mengurangi eksposur terhadap dolar, apalagi muncul kabar bahwa Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan menunda publikasi data ketenagakerjaan jika shutdown benar terjadi. Hal ini menambah ketidakpastian terhadap keputusan The Fed, karena data Nonfarm Payrolls adalah acuan penting kebijakan moneter. Dengan latar belakang ini, pound berpeluang mempertahankan momentumnya, terlebih bila rilis data PDB Inggris selanjutnya menunjukkan stabilitas pertumbuhan sesuai ekspektasi. Support terdekat berada di 1.3400, sementara resistance di 1.3460.

AUDUSD – Dolar Australia menguat 0.18% ke level 0.6576. Dolar Australia mendapatkan dukungan penguatan beruntun seiring pelemahan dolar AS serta berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Inflasi konsumen Australia yang lebih tinggi dari perkiraan menjadi alasan utama pasar memperkirakan RBA akan menahan suku bunga lebih lama, sehingga memberi sentimen positif pada AUD. Selain itu, data PDB kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan menunjukkan bahwa ekonomi Australia masih cukup resilien di tengah tekanan global. Faktor ini membantu Aussie menjaga posisinya meskipun data ketenagakerjaan baru-baru ini mencatat pelemahan. Dari eksternal, prospek penurunan suku bunga The Fed di akhir tahun mempersempit selisih imbal hasil, sehingga meningkatkan minat investor terhadap mata uang berimbal hasil lebih tinggi termasuk AUD. Kekhawatiran mengenai shutdown pemerintah AS juga menambah tekanan pada dolar, sehingga AUDUSD mendapat dorongan lebih besar. Sementara itu, pelaku pasar masih menunggu keputusan kebijakan moneter RBA yang diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan terdekat. Namun, pernyataan resmi bank sentral mengenai outlook inflasi dan tenaga kerja akan menjadi faktor kunci arah AUD selanjutnya. Support terdekat di 0.6545, resistance di 0.6605.

NZDUSD – Kiwi naik 0.17% ke posisi 0.5776. Dolar New Zealand menguat terbatas, ditopang oleh pelemahan dolar AS serta sentimen positif dari membaiknya data manufaktur Tiongkok. PMI manufaktur Tiongkok yang keluar lebih baik dari ekspektasi memberikan harapan bahwa permintaan eksternal terhadap ekspor New Zealand, terutama sektor komoditas, masih dapat bertahan. Meskipun demikian, penguatan kiwi tetap tertahan karena investor masih memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) berpotensi melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut, terutama dengan kondisi pasar tenaga kerja domestik yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Faktor utama yang mengangkat NZDUSD tetap berasal dari eksternal, terutama ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga dan meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai kondisi politik di Washington. Kekhawatiran bahwa data ketenagakerjaan AS akan tertunda akibat shutdown menambah tekanan pada greenback. Walaupun tren jangka menengah dolar New Zealand masih cenderung melemah karena faktor fundamental domestik, saat ini pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama penguatan kiwi. Investor akan terus mencermati data ekonomi global dan komentar pejabat RBNZ sebelum mengambil posisi lebih lanjut. Support terdekat berada di 0.5750, sementara resistance di 0.5805.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 148.53 dengan pelemahan tipis dolar -0.02%. USDJPY melemah signifikan ke area 14860 setelah sebelumnya gagal mempertahankan momentum di atas 15000. Pelemahan Dolar Amerika terjadi karena meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi penutupan pemerintah Amerika Serikat, yang mendorong investor beralih ke aset safe haven termasuk Yen Jepang. Ketidakpastian politik di Washington membuat pasar lebih defensif, terlebih ketika Partai Demokrat menolak mendukung rancangan pendanaan jangka pendek yang diajukan Partai Republik. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa jika penutupan berlangsung lama, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dapat tertekan dan mendorong Federal Reserve untuk bersikap lebih akomodatif. Sementara itu, data inflasi PCE yang sesuai perkiraan tidak menambah tekanan baru terhadap inflasi, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Oktober tetap terjaga. Fokus utama investor kini beralih ke laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls akhir pekan ini, di mana hasil yang lebih lemah dapat memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja menjadi titik rapuh dalam perekonomian. Dari sisi Jepang, Yen mendapat dorongan tambahan dari pernyataan salah satu anggota dewan Bank of Japan, Asahi Noguchi, yang menilai kebutuhan kenaikan suku bunga semakin mendesak seiring kenaikan upah dan berlanjutnya transfer kenaikan biaya ke harga konsumen. Meski demikian, inflasi Tokyo Core CPI bulan September stagnan di 25 persen, lebih rendah dari perkiraan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya stabil, sehingga langkah Bank of Japan masih dibayangi dilema antara mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas harga. Namun pernyataan bernuansa hawkish tersebut cukup memberi sinyal bahwa sikap ultra longgar Bank of Japan perlahan bergeser. Kombinasi pelemahan Dolar Amerika karena faktor politik dan potensi pergeseran kebijakan Bank of Japan memperkuat arah pelemahan USDJPY dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 148.20, resistance di 148.90.

USDCHF – Pasangan USDCHF melemah -0.18% ke level 0.7972. USDCHF juga mengalami pelemahan setelah sempat menguat dalam dua sesi terakhir, dengan posisi saat ini turun ke sekitar 07960. Dolar Amerika kehilangan daya tariknya karena risiko penutupan pemerintah semakin besar, sementara investor menilai peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Oktober kian terbuka. Data inflasi PCE yang stabil di 27 persen sesuai ekspektasi membuat pasar menilai inflasi tidak kembali melonjak, sehingga The Fed dapat lebih fokus menjaga stabilitas lapangan kerja. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi kepemilikan Dolar menjelang rilis data ketenagakerjaan yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya. Jika data tenaga kerja kembali mengecewakan, peluang pemangkasan suku bunga berlapis pada Oktober dan Desember semakin menguat, yang berarti tekanan tambahan bagi Dolar Amerika terhadap mayoritas mata uang utama termasuk Franc Swiss. Sementara dari Swiss, Bank Sentral Swiss pada pertemuan terakhir mempertahankan suku bunga di nol persen setelah serangkaian penurunan sejak Maret 2024. Pasar menilai siklus pelonggaran sudah berakhir dan SNB kemungkinan mempertahankan tingkat suku bunga stabil hingga tahun depan, mengingat inflasi domestik rendah serta adanya risiko perlambatan global akibat ketegangan perdagangan. Faktor ini seharusnya membatasi penguatan Franc, namun arus global saat ini lebih ditentukan oleh sentimen terhadap Dolar Amerika. Dengan ketidakpastian politik di Washington serta ekspektasi pelonggaran The Fed yang lebih besar, USDCHF cenderung melemah dalam jangka pendek meski secara fundamental Franc tetap menghadapi tantangan dari kebijakan moneter yang ultra longgar. Support terdekat di 0.7940, sedangkan resistance di 0.7995.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00pm

JPY

Housing Starts y/y

-

-5.2%

-9.7%

12:30pm

AUD

RBA Press Conference

-

-

-

1:00pm

EUR

German Import Prices m/m

-

-0.2%

-0.4%

1:00pm

EUR

German Retail Sales m/m

-

0.6%

-1.5%

1:00pm

GBP

Current Account

-

-24.8B

-23.5B

1:00pm

GBP

Final GDP q/q

-

0.3%

0.3%

1:00pm

GBP

Revised Business Investment q/q

-

-4.0%

-4.0%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

-

0.2%

0.1%

1:45pm

EUR

French Consumer Spending m/m

-

0.3%

-0.3%

1:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

-0.9%

0.4%

2:00pm

CHF

KOF Economic Barometer

-

97.1

97.4

2:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

8K

-9K

4:00pm

EUR

Italian Prelim CPI m/m

-

-0.1%

0.1%

5:00pm

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

6:50pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

All Day

CAD

Bank Holiday

-

-

-

7:50pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

HPI m/m

-

-0.2%

-0.2%

8:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

1.7%

2.1%

8:25pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Chicago PMI

-

43.4

41.5

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.19M

7.18M

9:00pm

USD

CB Consumer Confidence

-

96

97.4

10:30pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788