| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1729 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3475 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6614 | 0.08% |
NZDUSD | 0.5816 | 0.24% |
USDJPY | 147.04 | -0.06% |
USDCHF | 0.7969 | -0.14% |
USDCAD | 1.3934 | -0.04% |
GOLDUD | 3864.41 | -0.30% |
USD/IDR | 16675 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Kamis, 02 Oktober 2025 - Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1729 dan naik sebesar 0.09%. Euro berhasil mempertahankan tren penguatan terhadap Dolar AS, didukung oleh kombinasi faktor fundamental yang berasal dari zona Euro maupun dari Amerika Serikat. Dari sisi Eropa, data inflasi terbaru menunjukkan konsistensi yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Inflasi harmonisasi tahunan (HICP) meningkat ke 2,2% pada September dari 2% di bulan sebelumnya, sementara inflasi inti tetap stabil di 2,3%. Meskipun laju inflasi ini masih sedikit di atas target ECB di 2%, pasar melihatnya tidak cukup untuk mendorong bank sentral melakukan kenaikan suku bunga baru. Sebaliknya, stabilitas harga yang terjaga justru memperkuat keyakinan bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang sudah akomodatif untuk mendorong pemulihan ekonomi. Selain itu, data inflasi Jerman juga menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan, menambah sentimen positif terhadap Euro karena Jerman sebagai ekonomi terbesar di kawasan memiliki bobot penting dalam arah kebijakan ECB.
Di sisi lain, kondisi di Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang semakin rapuh. Penutupan pemerintahan (government shutdown) telah resmi dimulai, menjadi yang pertama sejak tujuh tahun terakhir. Shutdown ini berpotensi menunda rilis data ekonomi penting seperti Nonfarm Payrolls, yang biasanya menjadi acuan utama kebijakan moneter The Fed. Ketidakpastian fiskal ini membuat investor semakin berhati-hati terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS. Selain itu, data tenaga kerja swasta dari ADP justru menunjukkan pelemahan yang cukup tajam, dengan penciptaan lapangan kerja jauh di bawah ekspektasi dan revisi negatif pada bulan sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS yang selama ini relatif solid mulai kehilangan momentum. Ditambah lagi, PMI manufaktur AS masih berada di bawah level 50, menandakan kontraksi berkelanjutan pada sektor industri. Kombinasi faktor ini memperbesar ekspektasi pasar bahwa The Fed tidak punya banyak ruang selain kembali menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Prospek kebijakan moneter yang semakin longgar di AS tercermin jelas pada pergerakan pasar suku bunga berjangka, di mana probabilitas pemangkasan 25 bps pada pertemuan Oktober melonjak mendekati kepastian penuh, bahkan peluang tambahan pemangkasan di bulan Desember juga meningkat tajam. Perubahan ekspektasi ini secara langsung memperlebar selisih suku bunga implisit antara Eurozone dan AS, dari -1,93% menjadi -1,84% dan diproyeksikan terus naik hingga -1,55% pada Maret 2026. Kenaikan spread ini menciptakan tekanan ke atas pada EUR/USD secara struktural. Dengan latar belakang tersebut, sentimen pasar saat ini lebih berpihak pada Euro karena investor menilai risiko ekonomi di AS lebih tinggi akibat kombinasi pelemahan pasar tenaga kerja, tekanan politik akibat shutdown, dan prospek penurunan suku bunga Fed. Hal ini membuka peluang bagi Euro untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka menengah, terutama jika data lanjutan dari AS kembali mengonfirmasi pelemahan ekonomi yang lebih dalam.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekat berada di 1.1700, sementara resistance terdekat berada di 1.1760. Support lanjutan di zona 1.1670 dan dilanjutkan ke zona 1.1650. Resistance lanjutan di zona 1.1790 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1795.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3475 dan menguat tipis 0.06%. Poundsterling terus menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat, didorong oleh kombinasi melemahnya data tenaga kerja Amerika dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Laporan ADP Employment Change mencatat kontraksi signifikan sebesar 32 ribu di bulan September, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan lima puluh ribu. Lebih jauh lagi, angka bulan Agustus juga direvisi turun dari kenaikan lima puluh empat ribu menjadi penurunan tiga ribu. Data yang lemah ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja Amerika mulai kehilangan momentum, yang menjadi alasan kuat bagi The Federal Reserve untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Oktober dan Desember mendatang. Selain itu, krisis politik yang memicu penutupan sebagian aktivitas pemerintahan Amerika Serikat memberikan tekanan tambahan pada dolar. Dengan penundaan publikasi data resmi seperti Nonfarm Payrolls, investor kehilangan pijakan fundamental utama untuk menilai kondisi ekonomi. Hal ini memberi ruang bagi poundsterling untuk bergerak lebih tinggi, terlebih ketika spread imbal hasil obligasi Inggris dan Amerika semakin mendukung sterling. Walaupun data ekonomi Inggris masih menunjukkan tantangan berupa defisit transaksi berjalan yang melebar serta inflasi yang masih tinggi, pound tetap menemukan dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England tidak akan terburu-buru melakukan pemangkasan suku bunga. Kombinasi faktor eksternal dari sisi Amerika dan stabilitas relatif dari sisi Inggris membuat pasangan GBPUSD tetap dalam tren penguatan. Support terdekat berada di 1.3445, dan resistance terdekat berada di 1.3500.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6614, naik sebesar 0.08%. Dolar Australia bergerak lebih tinggi terhadap dolar Amerika, mendapat dorongan dari pelemahan greenback akibat ketidakpastian fiskal Amerika serta prospek pelonggaran kebijakan The Federal Reserve. Walaupun data neraca perdagangan Australia menunjukkan surplus yang menyempit signifikan menjadi 1,8 miliar dolar Australia dari sebelumnya 7,3 miliar, reaksi pasar cenderung terfokus pada sentimen global dan melemahnya dolar Amerika. Data ekspor Australia yang turun 7,8 persen turut menunjukkan tekanan pada sektor komoditas, namun kenaikan impor sebesar 3,2 persen mencerminkan adanya permintaan domestik yang tetap stabil. Di sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga acuan di level 3,6 persen, dengan nada hati-hati terkait prospek inflasi. Gubernur Michele Bullock menekankan bahwa meskipun inflasi menunjukkan perlambatan, tekanan harga belum sepenuhnya hilang. Hal ini membuat bank sentral tidak terburu-buru untuk melakukan pemangkasan suku bunga, sehingga memberikan dukungan jangka menengah bagi dolar Australia. Sementara itu, dolar Amerika justru berada dalam tekanan akibat pelemahan data tenaga kerja dan penghentian sebagian kegiatan pemerintahan. Situasi ini memberikan keunggulan relatif bagi dolar Australia sehingga pasangan AUDUSD berpotensi tetap bertahan pada tren penguatan. Support terdekat berada di 0.6590, dan resistance berada di 0.6640.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5816 dan menguat 0.24%. Dolar Selandia Baru juga mencatat penguatan terhadap dolar Amerika, dipicu oleh melemahnya data ketenagakerjaan Amerika dan meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Federal Reserve akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga. Laporan ADP yang jauh lebih lemah dari perkiraan serta penundaan rilis Nonfarm Payrolls akibat shutdown pemerintahan Amerika membuat investor kehilangan pegangan fundamental dari sisi Amerika. Dalam kondisi ini, dolar Selandia Baru mampu menarik dukungan sebagai alternatif bagi investor yang mencari diversifikasi dari dolar Amerika. Namun, dari sisi domestik, Reserve Bank of New Zealand tetap mempertahankan nada dovish dengan memberikan sinyal potensi pemangkasan suku bunga tambahan hingga Maret tahun depan. Meski demikian, prospek pemangkasan The Federal Reserve yang lebih agresif justru membuat dolar Amerika dalam posisi lebih lemah dibandingkan kiwi. Data pembangunan perumahan di Selandia Baru yang meningkat 5,8 persen pada Agustus juga memberikan sedikit dukungan pada outlook domestik. Dengan kombinasi ketidakpastian di Amerika dan arah kebijakan bank sentral yang relatif lebih stabil, pasangan NZDUSD cenderung mempertahankan momentum penguatannya. Support terdekat berada di 0.5790, dan resistance berada di 0.5850.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.04, turun tipis -0.06%.
USDJPY kembali melemah tajam hingga menyentuh area 14705 seiring meningkatnya tekanan terhadap Dolar Amerika. Faktor utama berasal dari kombinasi data ketenagakerjaan ADP yang jauh di bawah ekspektasi dan berlanjutnya ketidakpastian politik akibat penutupan pemerintah Amerika Serikat. Laporan ADP menunjukkan penurunan 32000 tenaga kerja pada September, berbeda jauh dengan perkiraan kenaikan 50000. Data ini semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali lagi tahun ini, dengan peluang hampir pasti untuk pemangkasan pada Oktober. Situasi shutdown pemerintah yang baru pertama kali terjadi dalam tujuh tahun menambah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi Amerika, karena berpotensi menunda rilis data resmi seperti Nonfarm Payrolls dan memperburuk prospek pasar tenaga kerja. Dari Jepang, faktor domestik memberikan dorongan tambahan bagi penguatan Yen. Ringkasan opini Bank of Japan memperlihatkan sebagian pembuat kebijakan mulai mendorong pengetatan lebih lanjut, dengan sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan pada Oktober atau Desember. Selain itu, survei Tankan menunjukkan perbaikan sentimen bisnis manufaktur meski tidak sebesar perkiraan, tetapi tetap memperkuat pandangan bahwa ekonomi Jepang lebih resilien dibandingkan risiko eksternal seperti tarif Amerika Serikat. Kombinasi pandangan hawkish BoJ dan arus safe haven membuat Yen semakin diminati. Dengan faktor politik di Washington yang menekan Dolar dan arah kebijakan BoJ yang lebih condong normalisasi, tren pelemahan USDJPY berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Support terdekat ada di 146.80, dan resistance di 147.40.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7969 dan melemah -0.14%. USDCHF juga mengalami pelemahan setelah sempat bertahan di atas 08000, kini bergerak di kisaran 07960–07930. Arus pelemahan Dolar Amerika semakin kuat pasca rilis data ADP yang lemah dan semakin dekatnya risiko pemangkasan suku bunga beruntun oleh The Fed. Shutdown pemerintah Amerika menambah keraguan investor terhadap stabilitas ekonomi, apalagi bila rilis data resmi ketenagakerjaan tertunda. Dengan prospek pertumbuhan yang tertekan, pasar kini hampir pasti memperhitungkan pemangkasan suku bunga pada Oktober, bahkan membuka peluang tambahan pada Desember. Kondisi ini mendorong investor melepas Dolar dan mencari alternatif safe haven lain, termasuk Franc Swiss. Dari sisi Swiss, bank sentral SNB masih mempertahankan suku bunga di nol persen, setelah serangkaian pemangkasan sejak awal tahun. Presiden SNB Martin Schlegel menegaskan bahwa inflasi diperkirakan hanya naik moderat dalam beberapa kuartal mendatang, sehingga kebijakan moneter longgar tetap akan dipertahankan. Meski secara teori hal ini menekan Franc, dinamika global justru lebih dominan, di mana kelemahan USD akibat prospek suku bunga lebih rendah membuat USDCHF tetap berada dalam tren koreksi. Dengan inflasi Swiss yang rendah namun stabil, Franc masih dipandang sebagai aset aman, terutama di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi Amerika. Situasi ini berpotensi menjaga tren pelemahan USDCHF dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.7940, dan resistance berada di 0.7995.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3934, melemah -0.04%. USDCAD juga cenderung melemah setelah sebelumnya sempat stabil di kisaran 13920–13950. Data tenaga kerja Amerika Serikat yang mengecewakan menambah tekanan pada Dolar Amerika, dengan pasar semakin yakin terhadap jalur pemangkasan suku bunga The Fed. Sementara itu, meski perekonomian Kanada menghadapi tantangan, kondisi makro domestik tetap menjadi faktor sekunder dibandingkan sentimen global. Penurunan tajam harga minyak mentah WTI ke kisaran 6150 dolar per barel memang membebani Dolar Kanada, mengingat sektor energi merupakan kontributor utama ekspor negara tersebut. Namun tekanan terhadap USD dari sisi fundamental tetap lebih dominan, terutama dengan risiko shutdown pemerintah Amerika yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mendorong The Fed lebih akomodatif. Dari dalam negeri, Kanada menghadapi kontraksi berkelanjutan di sektor manufaktur, dengan PMI yang turun ke 477 pada September, menandai delapan bulan berturut-turut berada di bawah level 50. Hal ini menunjukkan lemahnya output dan permintaan baru, serta penurunan kepercayaan bisnis. Namun, laporan terbaru juga mengindikasikan tekanan harga mulai mereda, yang memberikan ruang bagi Bank of Canada untuk terus melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi ini memang tidak terlalu mendukung Loonie, tetapi investor global lebih fokus pada arah kebijakan The Fed dan gejolak politik di Amerika. Oleh karena itu, meski Dolar Kanada memiliki beban fundamental, kelemahan USD akibat faktor eksternal tetap membuat USDCAD rawan koreksi turun. Support terdekat berada di 1.3905, dan resistance di 1.3960.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:30am | CAD | BOC Summary of Deliberations | - | - | - |
1:05am | CAD | Gov Council Member Rogers Speaks | - | - | - |
4:00am | USD | FOMC Member Goolsbee Speaks | - | - | - |
6:50am | JPY | Monetary Base y/y | -6.2% | -3.8% | -4.1% |
All Day | CNY | Bank Holiday | - | - | - |
8:30am | AUD | Goods Trade Balance | 1.83B | 6.13B | 6.61B |
8:30am | AUD | Household Spending m/m | 0.1% | 0.3% | 0.5% |
8:30am | AUD | RBA Financial Stability Review | - | - | - |
10:35am | JPY | 10-y Bond Auction | - | - | 1.61|3.9 |
12:00pm | JPY | Consumer Confidence | - | 35.1 | 34.9 |
1:30pm | CHF | CPI m/m | - | -0.2% | -0.1% |
1:45pm | EUR | French Gov Budget Balance | - | - | -142.0B |
2:00pm | EUR | Spanish Unemployment Change | - | 15.4K | 21.9K |
3:00pm | EUR | Italian Monthly Unemployment Rate | - | 6.0% | 6.0% |
4:00pm | EUR | Unemployment Rate | - | 6.2% | 6.2% |
Tentative | EUR | French 10-y Bond Auction | - | - | 3.57|2.2 |
6:30pm | USD | Challenger Job Cuts y/y | - | - | 13.3% |
Tentative | USD | Unemployment Claims | - | 225K | 218K |
Tentative | USD | Factory Orders m/m | - | 1.4% | -1.3% |
9:30pm | USD | FOMC Member Logan Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | 66B | 75B |