Senin, 17 November 2025 - Harga emas naik ke US$4.078 per troy ons pada awal perdagangan pagi ini, setelah koreksi dua hari beruntun seiring meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Pelaku pasar kembali menimbang komentar pejabat The Fed yang menegaskan minimnya urgensi untuk menurunkan biaya pinjaman, terutama setelah enam minggu tanpa data inflasi dan tenaga kerja akibat penutupan pemerintahan AS. Saat ini, pasar belum menemukan konsensus: probabilitas pemangkasan 25 bps di Desember turun ke sekitar 54%, dibandingkan lebih dari 60% pada pekan sebelumnya.
Senin, 17 November 2025 – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7929 dan menguat 0.23%. USDCHF mulai menguat kembali setelah sempat jatuh ke posisi terendah dalam beberapa minggu, di tengah kombinasi rebound dolar AS dan dukungan sentimen dari kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Swiss. Pengumuman bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif ekspor Swiss dari sekitar tiga puluh sembilan persen menjadi lima belas persen membantu meredam tekanan terhadap dolar dan mendongkrak optimisme pasar. Selain itu, rencana investasi Swiss senilai sekitar dua ratus miliar dolar di Amerika Serikat juga memperbaiki persepsi terhadap hubungan ekonomi kedua negara, sehingga memberi ruang bagi USDCHF untuk keluar dari tren pelemahan tujuh hari sebelumnya.
Jumat, 14 November 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya data positif ekonomi terbaru China, dan kerusakan depot minyak Rusia. Meski demikian, proyeksi suram IEA dan permintaan yang lesu di pasar energi AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Jumat, 14 November 2025 – Euro dibuka di 1.1632 dan menguat 0.06%. Penguatan EURUSD semakin solid setelah euro menembus area 1.1600, didorong oleh pelemahan dolar AS yang kehilangan daya tarik meskipun pemerintahan AS resmi dibuka kembali setelah shutdown terpanjang dalam sejarah. Shutdown yang berlangsung 43 hari tersebut menimbulkan ketidakpastian mengenai ketersediaan data ekonomi penting, termasuk CPI dan Nonfarm Payrolls Oktober yang kemungkinan besar tidak akan dirilis. Ketidakpastian ini terjadi di saat kondisi tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan yang jelas ADP mencatat rata-rata penurunan pekerjaan mingguan sepanjang Oktober, sementara laporan Challenger melaporkan lonjakan PHK lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski sejumlah pejabat Fed menegaskan sikap hawkish dan peringatan agar tidak terlalu cepat melonggarkan kebijakan, pasar tetap melihat bahwa risiko perlambatan ekonomi semakin besar, sehingga dolar tetap tertekan dan memberi ruang bagi penguatan euro.
Jumat, 14 November 2025 – Mengacu pada kondisi saat ini dan dinamika pasar yang teramati, harga CPO berpotensi naik tipis sekitar 1-2% jika permintaan dari pasar ekspor menunjukkan peningkatan atau jika ada sentimen pasokan yang sedikit terbatas dari Malaysia/Indonesia.
Jumat, 14 November 2025 – Harga emas turun ke level $4.177 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, menghentikan reli empat hari beruntun menyusul aksi jual yang meluas di pasar keuangan global. Sentimen risk-on meningkat setelah pemerintah AS kembali beroperasi sepenuhnya, mengakhiri penutupan selama 43 hari melalui kesepakatan pendanaan sementara hingga 30 Januari 2026. Kembalinya pemerintahan membuka jalan bagi publikasi ulang data ekonomi resmi, termasuk inflasi dan ketenagakerjaan. Hal ini mendorong investor menilai ulang prospek pelonggaran moneter jangka pendek. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun yang sempat turun 1,3% ke level terendah sejak 5 November kini mulai stabil, menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Kamis, 13 November 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari proyeksi pesimis pasar minyak terbaru dari EIA dan OPEC. Meski demikian, dibukanya kembali pemerintahan AS pasca Trump mengesahkan UU pendanaan berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Kamis, 13 November 2025 – Dolar Australia dibuka di 0.6523 dan melemah -0.06%. Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS untuk hari kedua berturut-turut setelah rilis data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Tingkat pengangguran Australia turun menjadi 4,3% pada Oktober dari 4,5% sebelumnya, dengan tambahan lapangan kerja mencapai 42,2 ribu, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 20 ribu. Kenaikan signifikan pada pekerjaan penuh waktu sebesar 55,3 ribu menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja Australia, sementara tingkat partisipasi tetap stabil di 67%. Data ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Australia masih solid meskipun tekanan global meningkat.