| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1622 | -0.15% |
GBPUSD | 1.3171 | -0.17% |
AUDUSD | 0.6530 | -0.15% |
NZDUSD | 0.5673 | -0.23% |
USDJPY | 154.37 | 0.19% |
USDCHF | 0.7929 | 0.23% |
USDCAD | 1.4015 | 0.12% |
GOLDUD | 4106.70 | -0.70% |
USD/IDR | 16,705 | 0.13% |
Fokus USDCHF :
Senin, 17 November 2025 – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7929 dan menguat 0.23%. USDCHF mulai menguat kembali setelah sempat jatuh ke posisi terendah dalam beberapa minggu, di tengah kombinasi rebound dolar AS dan dukungan sentimen dari kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Swiss. Pengumuman bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif ekspor Swiss dari sekitar tiga puluh sembilan persen menjadi lima belas persen membantu meredam tekanan terhadap dolar dan mendongkrak optimisme pasar. Selain itu, rencana investasi Swiss senilai sekitar dua ratus miliar dolar di Amerika Serikat juga memperbaiki persepsi terhadap hubungan ekonomi kedua negara, sehingga memberi ruang bagi USDCHF untuk keluar dari tren pelemahan tujuh hari sebelumnya.
Di sisi Amerika Serikat, meskipun pemerintah telah kembali beroperasi setelah penutupan terpanjang dalam sejarah, ketidakpastian mengenai jadwal rilis data ekonomi tetap mengganggu sentimen. Banyak laporan penting seperti CPI Oktober atau laporan ketenagakerjaan masih belum jelas apakah dapat dipublikasikan tepat waktu, sehingga pelaku pasar menahan posisi besar sambil menunggu kejelasan. Walaupun beberapa pejabat Federal Reserve menyampaikan pandangan berhati hati terkait pemotongan suku bunga, pasar tetap melihat perlambatan ekonomi dan pelemahan pasar tenaga kerja sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter berpotensi longgar beberapa bulan ke depan. Namun ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember yang turun menjadi sekitar lima puluh persen justru memberi sedikit dukungan bagi dolar, membantu USDCHF berupaya bangkit dari area tujuh puluh sembilan koma sepuluh.
Sementara itu, franc Swiss tetap memperoleh dukungan struktural dari preferensi pasar terhadap aset aman di tengah sentimen global yang berhati hati. Tekanan risk off di Eropa dan Asia mendorong arus ke mata uang safe haven, membuat pergerakan USDCHF tetap volatil meski dolar AS mencoba menguat. Pelaku pasar juga mencermati komentar terbaru dari bank sentral Swiss yang menunjukkan keyakinan bahwa inflasi domestik akan meningkat dalam beberapa kuartal mendatang, meski data produsen dan harga impor masih menunjukkan tekanan deflasi. Dengan kombinasi rebound dolar, perkembangan perdagangan internasional, dan perbedaan dinamika kebijakan moneter antara Federal Reserve dan SNB, pasangan USDCHF memasuki fase pemulihan jangka pendek dengan prospek yang lebih stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Secara teknikal kinerja mata uang Swiss Frac menguat. Support terdekat berada di 0.7905, dan resistance di 0.7955. Support selanjutnya berada pada level 0.7885 dan dilanjutkan ke level 0.7840. Sedangkan resistance lanjutan di area 0.7970 hingga 0.7995.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1622 dan melemah -0.15%. EUR/USD kembali melemah setelah sentimen terhadap Dolar AS menguat di tengah komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Fed yang menegaskan bahwa kebijakan moneter masih perlu tetap restriktif. Para pejabat seperti Schmid, Hammack, dan Musalem menekankan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan ruang penurunan suku bunga pada Desember belum bisa dipastikan, sehingga pasar memangkas probabilitas rate cut dari sebelumnya mendekati 70% menjadi sekitar 50%. Dukungan tambahan bagi USD muncul setelah pemerintahan AS kembali beroperasi pasca penandatanganan anggaran oleh Presiden Trump, membuka jalan bagi rilis backlog data ekonomi yang berpotensi mengungkap pelemahan aktivitas ekonomi AS selama masa shutdown. Kondisi ini membuat investor berhati-hati mengambil posisi short USD, sehingga menekan EUR/USD. Dari sisi Eropa, Euro tidak mendapatkan dorongan berarti meski data GDP Zona Euro stabil di 0.2% QoQ dan revisi naik menjadi 1.4% YoY. Berbagai komentar dari pejabat ECB seperti Olli Rehn mengindikasikan perlunya kewaspadaan terhadap risiko perlambatan inflasi, meskipun pertumbuhan masih bertahan meski tertahan oleh tekanan eksternal seperti tarif AS. Namun pasar tetap melihat bahwa Euro lebih banyak didukung oleh pelemahan USD ketimbang fundamental domestik yang benar-benar kuat. Ketidakpastian arah kebijakan AS menjelang rilis data ekonomi tertunda juga membuat investor lebih cenderung menutup posisi risk untuk sementara, memperkuat tekanan terhadap EUR/USD pada awal pekan ini. Support terdekat berada di 1.1595, sementara resistance di 1.1655.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3171, turun -0.17%. GBP/USD juga mengalami pelemahan akibat kombinasi dari tekanan domestik dan menguatnya Dolar AS. Dari Inggris, sentimen pasar melemah setelah pemerintah membatalkan rencana kenaikan pajak pendapatan, yang menimbulkan kekhawatiran baru terkait kesehatan fiskal negara tersebut menjelang anggaran 26 November. Data fundamental Inggris pun tidak mendukung, dengan wage growth yang melandai dan pertumbuhan GDP yang lemah, sehingga pasar meningkatkan spekulasi bahwa Bank of England berpotensi menurunkan suku bunga pada Desember. Probabilitas rate cut kini melonjak mendekati 80%, menekan Pound lebih dalam. Sementara dari sisi eksternal, investor tetap menunggu rilis data AS yang sempat tertunda selama shutdown, yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas terkait kondisi ekonomi. Meskipun ada ekspektasi bahwa data-data tersebut dapat menunjukkan perlambatan ekonomi AS, komentar hawkish pejabat The Fed masih menjadi faktor dominan yang mengangkat USD. Dengan kombinasi tekanan domestik dan dominasi USD secara global, GBP/USD berada dalam tren pelemahan yang konsisten meskipun sesekali muncul technical rebound intraday. Support terdekat berada di 1.3145, dan resistance di 1.3205.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6530 dan melemah -0.15%. AUD/USD ikut melemah meskipun data domestik Australia relatif solid. Pasar tetap menjual Aussie setelah USD menguat kembali menyusul berkurangnya peluang pemotongan suku bunga The Fed bulan Desember. Data pasar tenaga kerja Australia sebenarnya lebih kuat dari ekspektasi, dengan penurunan pengangguran menjadi 4.3% dan penambahan 42.2K pekerjaan, sebagian besar full-time. Namun sentimen global mendominasi, terutama karena DXY kembali menguat setelah pejabat Fed menekankan perlunya kebijakan tetap ketat untuk menahan inflasi. Dalam kondisi ini, kekuatan data Australia belum cukup menjadi katalis untuk menahan tekanan. Faktor eksternal lainnya datang dari China. Meski data Retail Sales dan Industrial Production China lebih kuat dari perkiraan, investor masih ragu-ragu terhadap ketahanan momentum pemulihan ekonomi negara tersebut. Ketidakpastian data AS yang tertunda serta potensi revisi data inflasi dan tenaga kerja membuat USD tetap dipandang lebih aman dalam jangka pendek. Kombinasi pelemahan antipodean currencies secara luas dan dominasi USD membuat AUD/USD bergerak menurun, sejalan dengan risk sentiment global yang belum stabil. Support terdekat berada di 0.6505, dan resistance di 0.6555.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5673 dan turun -0.23%. NZD/USD ikut melemah setelah sebelumnya sempat menguat akibat USD yang melemah. Namun, sentimen terhadap Kiwi tetap rapuh karena fundamental domestik New Zealand masih lemah. Data tenaga kerja menunjukkan kenaikan pengangguran ke 5.3% tertinggi dalam hampir sembilan tahun dan ekspektasi pasar bahwa RBNZ akan memotong suku bunga kembali pada pertemuan berikutnya tetap tinggi. Walaupun ada dukungan sementara dari penghapusan tarif AS terhadap sebagian ekspor New Zealand, dampaknya terbatas mengingat tekanan ekonomi domestik dan turunnya prospek pasar tenaga kerja. Dari sisi eksternal, Kiwi melemah selaras dengan mata uang berisiko lainnya akibat penguatan USD pasca komentar hawkish pejabat Fed. Ketidakpastian apakah CPI AS bulan Oktober bisa dirilis akibat gangguan data selama shutdown juga menambah volatilitas sentimen, membuat pasar lebih memilih USD sebagai aset defensif. Meskipun data China sedikit lebih baik dari ekspektasi, hal ini belum cukup untuk memberikan sokongan yang berkelanjutan bagi NZD. Dengan demikian, pelemahan NZD/USD tercermin sebagai kombinasi dari fundamental domestik yang lemah dan kebangkitan kekuatan USD secara global. Support terdekat berada di 0.5650, dan resistance di 0.5695.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 154.37, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.19%. Kinerja ekonomi Jepang pada kuartal ketiga menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan, dengan kontraksi sebesar nol koma empat persen secara kuartalan dan penurunan satu koma delapan persen secara tahunan. Angka ini menggambarkan kehilangan momentum yang bersumber dari turunnya konsumsi rumah tangga serta melemahnya permintaan eksternal, sementara beban impor meningkat akibat depresiasi yen. Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan masih menghadapi kesulitan besar untuk mengubah arah kebijakan moneternya. Ketika pemerintah di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi tetap mempertahankan dukungan penuh terhadap kebijakan ultra longgar serta merencanakan stimulus fiskal lanjutan, pasar semakin yakin bahwa pengetatan moneter tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Di sisi lain, pasar global juga mulai kembali meragukan peluang penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat sehingga memberi dukungan tambahan bagi dolar AS. Kombinasi fundamental ini membuat USD JPY kembali bergerak menguat mendekati area sensitif seratus lima puluh lima, sebuah zona yang dalam beberapa tahun terakhir sering dikaitkan dengan potensi intervensi, meskipun respons pemerintah Jepang sejauh ini masih bersifat verbal dan bertujuan menjaga stabilitas pergerakan. Support terdekat berada di 154.05, dan resistance di 154.70.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4015, menguat tipis 0.12%. Untuk pasangan USD CAD, pergerakan dolar Kanada sempat mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak setelah insiden serangan drone yang mengganggu fasilitas minyak di wilayah Laut Hitam Rusia. Kenaikan harga minyak biasanya menjadi katalis positif bagi dolar Kanada karena perannya sebagai eksportir utama minyak ke Amerika Serikat. Namun dukungan tersebut tidak cukup kuat untuk menahan penguatan dolar AS karena pasar kembali mengalihkan fokus kepada arah kebijakan Federal Reserve. Pernyataan pejabat bank sentral Amerika Serikat yang menegaskan perlunya kehati hatian serta tingginya inflasi di sekitar tiga persen membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada bulan Desember. Selain itu, ketidakpastian data ekonomi Amerika Serikat akibat gangguan pengumpulan data selama penutupan pemerintahan menempatkan investor pada posisi yang lebih defensif sehingga dolar AS mendapatkan aliran permintaan baru. Situasi risk off pada awal sesi Eropa semakin memperkuat posisi dolar AS, membuat pasangan USD CAD bertahan di atas area satu koma empat nol dan kembali mencoba menembus zona satu koma empat nol empat lima meskipun tingkat penerimaan di area tersebut masih terbatas. Support terdekat berada di 1.3990, dan resistance di 1.4045.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 48.7 | - | 48.3 |
4:45am | NZD | FPI m/m | -0.3% | - | -0.4% |
6:50am | JPY | Prelim GDP Price Index y/y | 2.8% | 3.1% | 3.0% |
6:50am | JPY | Prelim GDP q/q | -0.4% | -0.6% | 0.5% |
7:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | -1.8% | - | 0.3% |
11:30am | JPY | Revised Industrial Production m/m | - | 2.2% | 2.2% |
17th-24th | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -10.4% |
5:00pm | EUR | EU Economic Forecasts | - | - | - |
8:15pm | CAD | Housing Starts | - | 275K | 279K |
8:20pm | GBP | MPC Member Mann Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | CPI m/m | - | 0.2% | 0.1% |
8:30pm | CAD | Median CPI y/y | - | 3.1% | 3.2% |
8:30pm | CAD | Trimmed CPI y/y | - | 3.0% | 3.1% |
8:30pm | CAD | Common CPI y/y | - | 2.8% | 2.7% |
8:30pm | CAD | Core CPI m/m | - | - | 0.2% |
8:30pm | CAD | Foreign Securities Purchases | - | - | 25.92B |
8:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | 6.1 | 10.7 |
9:00pm | USD | FOMC Member Williams Speaks | - | - | - |
9:30pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | Construction Spending m/m | - | -0.2% | -0.1% |