| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1632 | 0.06% |
GBPUSD | 1.3190 | -0.31% |
AUDUSD | 0.6529 | 0.20% |
NZDUSD | 0.5652 | 0.41% |
USDJPY | 154.51 | -0.06% |
USDCHF | 0.7925 | -0.15% |
USDCAD | 1.4035 | -0.11% |
GOLDUD | 4177.28 | -0.09% |
USD/IDR | 16,717 | 0.10% |
Fokus EURUSD:
Jumat, 14 November 2025 – Euro dibuka di 1.1632 dan menguat 0.06%. Penguatan EURUSD semakin solid setelah euro menembus area 1.1600, didorong oleh pelemahan dolar AS yang kehilangan daya tarik meskipun pemerintahan AS resmi dibuka kembali setelah shutdown terpanjang dalam sejarah. Shutdown yang berlangsung 43 hari tersebut menimbulkan ketidakpastian mengenai ketersediaan data ekonomi penting, termasuk CPI dan Nonfarm Payrolls Oktober yang kemungkinan besar tidak akan dirilis. Ketidakpastian ini terjadi di saat kondisi tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan yang jelas ADP mencatat rata-rata penurunan pekerjaan mingguan sepanjang Oktober, sementara laporan Challenger melaporkan lonjakan PHK lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski sejumlah pejabat Fed menegaskan sikap hawkish dan peringatan agar tidak terlalu cepat melonggarkan kebijakan, pasar tetap melihat bahwa risiko perlambatan ekonomi semakin besar, sehingga dolar tetap tertekan dan memberi ruang bagi penguatan euro.
Dari sisi Eropa, kondisi fundamental cenderung lebih stabil dan memberikan dukungan konsisten bagi euro. Inflasi Jerman bertahan di kisaran 2,3% dekat target ECB sementara aktivitas industri Eurozone masih bertumbuh meski sedikit di bawah ekspektasi. Data PMI yang masih berada di atas 50 dan kenaikan penjualan ritel memperkuat pandangan bahwa ekonomi kawasan tetap resilien di tengah tekanan global. ECB sendiri tampil hati-hati, dengan pejabat seperti Isabel Schnabel menegaskan bahwa suku bunga saat ini sudah berada di tingkat yang sesuai dan tidak ada urgensi untuk perubahan kebijakan dalam waktu dekat. Selain itu, dinamika politik internal ECB semakin menjadi fokus pasar, dengan munculnya kandidat-kandidat beraliran hawkish seperti Joachim Nagel, Klaas Knot, dan Pablo Hernández de Cos sebagai calon potensial penerus Lagarde. Arah kepemimpinan yang lebih konservatif ini meningkatkan persepsi bahwa Eropa akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat, sehingga mendorong daya tarik euro dalam jangka menengah.
Secara lebih luas, pasar global mulai melihat Eropa sebagai wilayah dengan stabilitas ekonomi dan politik yang relatif lebih baik dibanding AS, terutama dalam konteks risiko fiskal dan ketidakpastian data ekonomi akibat shutdown. Langkah Komisi Eropa yang memperkenalkan aturan lebih ketat terhadap impor berbiaya rendah dari Tiongkok juga dipandang sebagai sinyal ketegasan ekonomi kawasan, memperkuat sentimen terhadap euro. Dengan dolar AS yang terjebak antara risiko perlambatan ekonomi dan komunikasi kebijakan Fed yang beragam, sementara Eurozone menunjukkan fondasi yang lebih stabil, EURUSD terus bergerak naik dan mempertahankan posisi menguat meskipun momentum sempat tertahan oleh area resistance di sekitar 1.1660. Kombinasi ini menciptakan lingkungan fundamental yang semakin mendukung apresiasi euro, sehingga tren penguatan EURUSD tetap terjaga.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekat berada di 1.1605, sementara resistance di 1.1655. Support lanjutan berada di zona 1.1585 dan dilanjutkan ke zona 1.1520. Resistance lanjutan berada di zona 1.1680 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1720.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3190, melemah -0.31%. Pound Sterling kembali menguat dan bergerak mendekati level tertinggi dua minggu seiring pelemahan broad-based pada USD setelah pemerintah AS resmi dibuka kembali. Reopening ini membuka aliran dana bagi lembaga pemerintah serta memastikan rilis kembali data ekonomi yang sebelumnya tertunda, termasuk NFP September yang diperkirakan keluar pekan depan. Namun, optimisme pasar terhadap GBP dibatasi oleh data GDP Inggris yang lebih lemah dari ekspektasi, kontraksi 0,1% MoM dan pertumbuhan tahunan hanya 1,3%. Sentimen juga dibebani ketidakpastian politik Inggris, termasuk rumor upaya menggulingkan PM Keir Starmer dan keputusan pemerintah membatalkan rencana kenaikan pajak, yang menambah noise terhadap prospek fiskal. Meskipun demikian, GBPUSD tetap mendapat dorongan karena pasar semakin melihat peluang besar pemotongan suku bunga The Fed pada Desember atau Januari, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap melemahnya pasar tenaga kerja AS. Komentar pejabat Fed seperti Daly dan Hammack yang menyoroti inflasi masih ‘lengket’ namun kondisi tenaga kerja melemah membuat USD kehilangan daya tarik. Saat pasar menanti tumpukan data AS pasca-shutdown, ketidakpastian tersebut justru memberi momentum bullish tambahan bagi GBP, meskipun ruang penguatan Pound ke depan tetap rentan terhadap pricing BoE cut yang kini mendekati 80%. Support terdekat berada di 1.3160, dan resistance di 1.3215.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6529 dan menguat 0.20%. AUDUSD terus menguat dan menyentuh area tertinggi hampir dua minggu didukung data tenaga kerja Australia yang jauh lebih solid daripada perkiraan. Ekonomi Australia menambah 42,2K pekerjaan baru pada Oktober sebanyak dua kali lipat dari estimasi, sementara pengangguran turun ke 4,3%. Data ini memperkuat pandangan bahwa RBA tidak perlu terburu-buru melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga setelah memangkas OCR 75 bps tahun ini. Ketahanan sektor tenaga kerja memberikan argumen bahwa inflasi domestik dapat kembali ditekan tanpa stimulus tambahan, sehingga AUD memperoleh pijakan kuat secara fundamental. Sementara itu, pelemahan USD memberikan dorongan tambahan bagi Aussie, terutama karena pasar kembali memperkirakan peluang pemotongan suku bunga The Fed di Desember mendekati 67%. Namun investor juga mencermati perkembangan data China, mitra dagang terbesar Australia, di mana Retail Sales melemah tipis menjadi 2,9% YoY dan Industrial Production turun signifikan dari 6,5% ke 4,9%. Meski data China tidak terlalu buruk, pasar tetap sensitif terhadap perlambatan domestik Tiongkok. Untuk saat ini, kombinasi pelemahan USD + strong labour market Australia membuat AUDUSD tetap bullish, dengan potensi koreksi hanya datang dari rilis data China berikutnya. Support terdekat berada di 0.6505, dan resistance di 0.6555.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5652 dan menguat cukup kuat 0.41%. NZDUSD juga bergerak menguat secara bertahap tetapi masih tertahan oleh sentimen domestik yang lemah, khususnya dari pasar tenaga kerja Selandia Baru yang menunjukkan pelemahan signifikan. Tingkat pengangguran bertahan di 5,3%, level tertinggi 9 tahun, sementara pertumbuhan pekerjaan stagnan dan inflasi ekspektasian tetap 2,8%. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pasar bahwa RBNZ hampir pasti memangkas suku bunga 25 bps pada Desember, bahkan beberapa pelaku pasar melihat peluang pemangkasan 50 bps. Prospek kebijakan moneter yang semakin dovish inilah yang terus menahan laju penguatan Kiwi meskipun USD sedang melemah. Di sisi lain, NZDUSD juga dibayangi ketidakpastian outlook global, termasuk rilis data AS yang tertunda selama penutupan pemerintahan 43 hari, yang segera membanjiri pasar dalam beberapa hari ke depan. Walaupun pembukaan kembali pemerintahan AS sempat mengangkat USD secara teknis, pasar tetap fokus pada probabilitas Fed cut yang kini turun ke 52%, memberikan sedikit ruang bagi NZD untuk stabil. Namun secara keseluruhan, kombinasi fundamental domestik yang rapuh, ekspektasi easing RBNZ, dan sensitivitas Kiwi terhadap risk sentiment global membuat penguatannya lebih terbatas dibanding AUD dan GBP. Support terdekat berada di 0.5625, dan resistance di 0.5675.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 154.51, melemah terhadap dolar AS -0.06%. USDJPY melemah seiring berlanjutnya pelemahan US Dollar di tengah meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan The Fed. Pasar semakin ragu bahwa The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga di Desember, terutama karena data ekonomi AS masih belum lengkap akibat penutupan pemerintah selama 43 hari. Sentimen pasar menjadi lebih berhati-hati ketika pejabat-pejabat Fed seperti Lorie Logan dan Raphael Bostic memperingatkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan pemotongan suku bunga terlalu cepat dapat menciptakan risiko baru. Dengan pasar kini hanya memberi peluang sekitar 51% untuk rate cut Desember, tekanan bearish terhadap USD semakin besar dan mendorong USDJPY turun dari area tertingginya dalam sembilan bulan. Di sisi lain, penguatan Yen juga dipengaruhi oleh dinamika politik Jepang. Pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang ingin mempertahankan pendekatan “Abenomics” dan meminta BoJ tetap bekerja sama dengan pemerintah menciptakan spekulasi bahwa BoJ bisa menunda normalisasi lebih lanjut, namun pasar tetap melihat ruang intervensi FX jika USDJPY mendekati area sensitif 155.00–156.00. Walaupun prospek kebijakan BoJ masih longgar, ketidakpastian ekonomi AS jauh lebih dominan sehingga Yen mendapat permintaan sebagai aset safe haven. Selama Federal Reserve belum mendapatkan kejelasan data inflasi dan tenaga kerja, bias melemahnya USDJPY akan tetap terjaga. Support terdekat berada di 154.20, dan resistance di 154.80.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7925 dan melemah -0.15%. USDCHF turun tajam memperpanjang fase pelemahannya selama tujuh hari berturut-turut. Investor melepas USD setelah sentimen risiko global membaik usai berakhirnya shutdown pemerintah AS. Dengan kembalinya operasi federal, pasar memperkirakan lonjakan rilis data ekonomi tertunda, tetapi ketidakpastian justru meningkat karena beberapa data termasuk data inflasi dan tenaga kerja Oktober kemungkinan tidak akan dirilis sama sekali. Hal ini menciptakan “blind spot” bagi The Fed, menyebabkan outlook kebijakan semakin kabur dan menekan USD. Peluang pemotongan suku bunga Desember melemah, namun hal tersebut tidak cukup untuk menopang USD karena mood pasar kini beralih ke aset berisiko. Di sisi lain, Swiss Franc tetap kuat secara struktural karena inflasi sangat rendah, prospek pertumbuhan stabil, serta keyakinan Swiss National Bank bahwa tekanan harga akan terkendali dalam beberapa kuartal ke depan. Minimnya ekspektasi bahwa SNB akan kembali ke suku bunga negatif juga membuat CHF tetap menjadi mata uang defensif yang paling diperhitungkan pasar. Ditambah rumor potensi kesepakatan perdagangan AS–Swiss yang dapat menurunkan tarif impor, posisi CHF semakin solid. Dengan USD yang masih tertekan oleh fundamental lemah dan ketidakpastian data The Fed, USDCHF kemungkinan masih akan melanjutkan tren bearish-nya. Support terdekat berada di 0.7900, dan resistance di 0.7950.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4035, turun -0.11%. USDCAD juga mengalami pelemahan yang ditopang kombinasi pelemahan USD secara broad-based dan fundamental Kanada yang lebih stabil dibanding AS. Penghentian shutdown pemerintah AS menekan USD karena hilangnya sentimen defensif, sementara backlog data ekonomi menimbulkan kebingungan mengenai arah kebijakan The Fed. Peluang rate cut The Fed pada Desember terus menurun dari 90% sebulan lalu menjadi hanya sekitar 54%, menggambarkan volatilitas ekspektasi suku bunga AS dan membuat USD kehilangan momentumnya. Sementara itu, pernyataan Fed seperti Raphael Bostic yang memperingatkan bahaya pemotongan terlalu cepat semakin menambah ketidakpastian bagi Greenback. Sementara itu, dari sisi Kanada, data ketenagakerjaan yang kuat dan sikap Bank of Canada yang lebih hawkish membantu menopang CAD. BoC masih mempertahankan pandangan berhati-hati dan pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi hingga 2026, memberikan dukungan struktural bagi Loonie. Ketika USD tetap terbebani oleh isu data yang tertunda dan prospek pertumbuhan AS yang diprediksi melemah akibat shutdown panjang, USDCAD cenderung tetap berada dalam tekanan bearish. Selama BoC mempertahankan nada ketat dan The Fed terjebak dalam ketidakpastian data, tren pelemahan USDCAD masih berpotensi berlanjut. Support terdekat berada di 1.4010, dan resistance di 1.4060.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | Crude Oil Inventories | 6.4M | 1.0M | 5.2M |
12:15am | USD | FOMC Member Musalem Speaks | - | - | - |
12:20am | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
12:30am | CHF | Gov Board Member Tschudin Speaks | - | - | - |
1:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.69|2.3 | - | 4.73|2.4 |
4:30am | NZD | BusinessNZ Manufacturing Index | 51.4 | - | 50.1 |
8:30am | CNY | New Home Prices m/m | -0.5% | - | -0.4% |
9:00am | CNY | Fixed Asset Investment ytd/y | - | -0.9% | -0.5% |
9:00am | CNY | Industrial Production y/y | - | 5.5% | 6.5% |
9:00am | CNY | NBS Press Conference | - | - | - |
9:00am | CNY | Retail Sales y/y | - | 2.7% | 3.0% |
9:00am | CNY | Unemployment Rate | - | 5.2% | 5.2% |
11:30am | JPY | Tertiary Industry Activity m/m | - | 0.3% | -0.4% |
2:45pm | EUR | French Final CPI m/m | - | 0.1% | 0.1% |
4:00pm | EUR | Italian Trade Balance | - | 3.18B | 2.05B |
5:00pm | EUR | Flash Employment Change q/q | - | 0.001 | 0.001 |
5:00pm | EUR | Flash GDP q/q | - | 0.2% | 0.2% |
5:00pm | EUR | Trade Balance | - | 8.8B | 9.7B |
8:30pm | CAD | Manufacturing Sales m/m | - | 2.8% | -1.0% |
8:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | 0.0% | -1.2% |
10:05pm | USD | FOMC Member Schmid Speaks | - | - | - |
10:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | 34B | 33B |