| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1632 | 0.06% |
GBPUSD | 1.3190 | -0.31% |
AUDUSD | 0.6529 | 0.20% |
NZDUSD | 0.5652 | 0.41% |
USDJPY | 154.51 | -0.06% |
USDCHF | 0.7925 | -0.15% |
USDCAD | 1.4035 | -0.11% |
GOLDUD | 4,177.28 | -0.09% |
COFU | 58.71 | 2.27% |
USD/IDR | 16,717 | 0.10% |
Jumat, 14 November 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari rilisnya data positif ekonomi terbaru China, dan kerusakan depot minyak Rusia. Meski demikian, proyeksi suram IEA dan permintaan yang lesu di pasar energi AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Produksi industri di Tiongkok naik 4,9% secara tahunan pada bulan Oktober, ungkap Biro Statistik Nasional pada hari Jumat. Selain itu, penjualan ritel juga dilaporkan naik 2,9% secara tahunan - melampaui ekspektasi 2,7% setelah naik 3,0% pada bulan sebelumnya.
Dukungan lainnya datang dari Ukraina yang meluncurkan serangan drone pada Jumat dini hari dan merusak sebuah kapal, gedung apartemen, serta menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak di pelabuhan Laut Hitam Rusia, Novorossiysk, kata pejabat setempat. Serangan tersebut memicu kekhawatiran dapat semakin memperketat pasokan minyak dari Rusia, yang saat ini tengah menghadapi tekanan sanksi AS.
Sementara itu, dalam laporan bulanan yang dirilis pada hari Kamis, IEA mengatakan bahwa pasar minyak global sedang menuju kelebihan pasokan. Badan tersebut memperkirakan pasokan global akan meningkat sebesar 3,1 juta bph, mencapai 106,3 juta bph pada tahun 2025, dan kembali meningkat sebesar 2,5 juta bph pada tahun depan, mencapai 108,7 juta bph.
Turut membebani harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 6,4 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 7 November, jauh melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan turun sebesar 945,000 barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,9 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | -0.1% |
20:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.4% | 0.6% |
20:30 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.1% | 0.2% |