Rabu, 4 Febuari 2026 - Memasuki awal Februari 2026, kabar baik mengalir dari sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia. Harga tandan buah segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan tren penguatan yang memberikan angin segar bagi petani serta pelaku industri di seluruh wilayah produksi utama seperti Riau dan Kalimantan Timur. Data per 3 Februari 2026 menunjukkan momentum positif yang penting bagi kesejahteraan petani dan stabilitas pasar sawit nasional.
Harga TBS untuk Periode 4–10 Februari 2026, Provinsi Riau – Kelapa Sawit Mitra Plasma, naik menjadi sekitar Rp3.743,34/kg, meningkat sekitar 3,65% dari periode sebelumnya berkat kenaikan CPO dan kernel di pasar, begitu juga dengan Provinsi Riau – Sawit Mitra Swadaya, tertinggi mencapai sekitar Rp3.668,25/kg, dengan kenaikan sekitar 3,50% dibanding periode akhir Januari–awal Februari, dan Di wilayah Kalimantan Timur, data terbaru laporan awal Februari menunjukkan tren harga TBS ikut mengalami penguatan signifikan mencapai sekitar Rp3.200/kg, dipengaruhi oleh permintaan global yang kuat terhadap CPO.
Sementara itu, harga CPO di pasar internasional dan regional menunjukkan dinamika yang tetap positif secara umum. Catatan harga kontrak CPO futures per 3 Februari 2026 menunjukkan angka benchmark pada kisaran 4.100–4.200 Ringgit Malaysia per ton untuk berbagai kontrak pengiriman 2026. Meskipun sedikit fluktuatif di tengah sesi perdagangan global, harga tetap berada pada level yang mendukung pendapatan petani dan pabrik.
Secara komparatif terhadap beberapa periode sebelumnya:
Dan Faktor Pendukung Tren Positif
Melangkah ke pertengahan Februari 2026, sebagian analis pasar memproyeksikan harga CPO berpotensi tetap stabil hingga meningkat secara moderat, terutama bila tren permintaan global tetap kuat dan pasokan tetap terkendali. Fluktuasi harian tetap mungkin terjadi tergantung data panen, cuaca, serta dinamika pasar ekspor/impor. Namun, proyeksi jangka pendek masih menunjukkan arah yang menguntungkan bagi petani dan pengusaha sawit nasional.
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.