Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Eskalasi Tensi AS - Iran Buat Minyak Turut Terangkat
Sinyal Eskalasi Tensi AS - Iran Buat Minyak Turut Terangkat
Wednesday, 04 February 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1816

0.13%

GBPUSD

1.3694

0.12%

AUDUSD

0.7020

0.23%

NZDUSD

0.6044

0.12%

USDJPY

155.71

0.30%

USDCHF

0.7765

-0.28%

USDCAD

1.3645

-0.10%

GOLDUD

4,959.76

1.89%

COFU

63.80

0.42%

USD/IDR

16,795

-0.18%

Fokus Crude Oil:

  • Jet tempur AS tembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk AS di Laut Arab, kata Komando Pusat AS.
  • Kilang minyak AS kesulitan menyerap lonjakan pengiriman minyak dari Venezuela, ungkap sumber pedagang.

************************************************************

Rabu, 04 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh serangan AS terhadap drone Iran yang berpotensi memicu eskalasi tensi lebih lanjut antara AS dengan Iran. Selain itu, laporan stok API juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Militer AS menembak jatuh sebuah drone yang mendekati kapal perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab pada hari Selasa, ungkap pernyataan dari juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins. Di hari sama, sebuah kapal perusak Angkatan Laut datang membantu sebuah kapal tanker berbendera AS yang diganggu oleh beberapa kapal kecil Iran saat melintasi Selat Hormuz. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan kembali meningkatkan ketegangan antara AS dengan Iran yang berpotensi mengarah pada konflik baru.

Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru grup industri API untuk pekan yang berakhir 30 Januari, yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS anjlok sebesar 11,1 juta barel, yang sekaligus menandai penurunan paling tajam sejak Agustus 2023. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.

Sementara itu, kilang minyak di Pantai Teluk AS kesulitan menyerap lonjakan pengiriman minyak mentah Venezuela yang cepat pasca kesepakatan antara Caracas dan Washington bulan lalu, menurut para pedagang dan data pengiriman. Situasi tersebut menyebabkan beberapa volume tidak terjual dan menekan harga. Muatan minyak Venezuela untuk pengiriman di Pantai Teluk ditawarkan dengan harga sekitar $9,50 per barel di bawah patokan Brent, dibandingkan dengan diskon antara $6 dan $7,50 per barel pada pertengahan Januari.

Turut membebani harga, pemerintah AS sedang berupaya menerbitkan lisensi umum paling cepat minggu ini yang memungkinkan perusahaan untuk memproduksi minyak dan gas di Venezuela, ungkap tiga sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Composite PMI Final

 

52.8

52.7

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

52.5

52.5

22:00

USA - ISM Services PMI

 

53.5

54.4

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-2.296M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

0.224M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788