Kamis, 05 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari jaminan Saudi terkait pengiriman melalui pelabuhan Laut Merah, dan rilisnya laporan stok EIA. Meski demikian, potensi harga kembali menguat masih cukup kuat didukung oleh situasi di Timur Tengah yang terus memanas, terutama yang berdampak pada gangguan di jalur Selat Hormuz.
Rabu, 04 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish mencapai level tertinggi sejak akhir Januari 2025, yang pemicunya masih datang dari eskalasi konflik AS dengan Iran yang telah berdampak pada gangguan pasokan energi secara global. Meski demikian, aktivitas pabrik di China yang melesu, dan laporan stok API menjadi katalis yang membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Rabu, 4 Maret 2026 – Euro dibuka di 1.1620 dan melemah -0.40%. EUR/USD mengalami tekanan tajam dan sempat menyentuh area terendah tiga bulan di kisaran 1.1530–1.1585 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS, Iran, dan Israel. Sentimen risk-off mendorong lonjakan permintaan safe haven terhadap Dolar AS, dengan US Dollar Index (DXY) menembus level tertinggi lebih dari satu bulan. Eskalasi konflik, termasuk ancaman gangguan di Selat Hormuz, memperbesar kekhawatiran inflasi global akibat potensi lonjakan harga energi, sekaligus membebani prospek pertumbuhan Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.
Selasa, 03 Maret 2026 – Harga emas melonjak ke kisaran US$5.344 per troy ons pada awal sesi perdagangan, mempertahankan tren bullish seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang kian meluas.
Selasa, 03 Maret 2026 – Euro dibuka di 1.1707 dan melemah -0.19%. EUR/USD menjadi sorotan utama perdagangan hari ini, dengan pasangan mata uang ini tercatat melemah sekitar -0,19% dan sempat menyentuh area 1.1680–1.1740, level terendah dalam lebih dari satu bulan. Tekanan terhadap Euro meningkat tajam seiring eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu aksi balasan berupa serangan rudal dan drone. Situasi tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset safe haven, memperkuat Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Senin, 02 Maret 2026 - Setelah dibuka menguat hingga 12% dari penutupan akhir pekan, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi bearish di kisaran level $70 per barel menyusul keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat seiring dengan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mengancam gangguan di sisi pasokan.
Senin, 2 Maret 2026 – USDCAD dibuka di 1.3680 dan turun -0.41%. USD/CAD menjadi salah satu pasangan yang paling aktif di awal pekan ini, namun pergerakannya justru berlawanan dengan kekuatan umum Dolar AS. Di tengah eskalasi besar konflik Timur Tengah yang pecah setelah serangan militer terkoordinasi antara AS dan Israel terhadap Iran serta respons balasan dari Teheran dan kelompok sekutunya. Indeks Dolar AS sempat menguat karena investor menghindari risiko, sementara pasar ekuitas global tertekan dan harga emas melonjak signifikan. Namun, dalam konteks USD/CAD, faktor geopolitik ini memicu dampak yang lebih kompleks karena implikasinya terhadap pasar energi jauh lebih dominan dibandingkan sekadar arus lindung nilai ke USD.