| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1806 | -0.06% |
GBPUSD | 1.3654 | -0.11% |
AUDUSD | 0.7007 | -0.20% |
NZDUSD | 0.6008 | -0.20% |
USDJPY | 156.70 | 0.18% |
USDCHF | 0.7757 | 0.23% |
USDCAD | 1.3654 | 0.12% |
GOLDUD | 4,995.96 | 0.56% |
COFU | 64.49 | -0.34% |
USD/IDR | 16,795 | -0.18% |
Kamis, 05 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish tertekan oleh sentimen dari penegasan komitmen AS dan Iran untuk tetap bertemu pada akhir pekan sesuai jadwal. Meski demikian, isyarat meredanya tensi antara AS dengan China, dan rilisnya laporan stok EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Jadwal pertemuan antara AS dengan Iran akan tetap berlangsung pada hari Jumat, meskipun topik yang akan dibahas belum disepakati, kata para pejabat dari kedua belah pihak pada hari Rabu. Penegasan komitmen tersebut menyusul berita yang sebelumnya beredar di media bahwa pertemuan antara kedua negara berpotensi gagal. Sumber dari Iran mengatakan bahwa pihaknya menolak untuk menambahkan topik mengenai tuntutan penghentian pengayaan uranium di Iran, pembatasan program rudal balistik Teheran, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi regional.
Sinyal meredanya ketegangan geopolitik juga datang dari para pejabat Ukraina dan Rusia yang mengakhiri hari pertama pertemuan selama dua hari di Abu Dhabi yang dimediasi oleh AS dengan sangat produktif, kata negosiator utama Kyiv pada hari Rabu. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh seorang pejabat AS pasca pertemuan tersebut.
Sementara itu, China sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pembelian kedelai AS menjadi 20 juta metrik ton pada musim ini, naik dari 12 juta ton sebelumnya, kata Presiden Donald Trump setelah pembicaraan yang disebutnya sangat positif dengan Presiden Xi Jinping pada hari Rabu. Berita tersebut mengisyaratkan meredupkan kekhawatiran eskalasi tensi yang berpotensi memicu konflik dagang baru antara kedua negara raksasa ekonomi global itu.
Dukungan lainnya datang dari stok minyak mentah AS yang dilaporkan turun sebesar 3,46 juta barel pada pekan yang berakhir 30 Januari, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2 juta barel dan sekaligus menandai penurunan terbesar sejak Oktober, ungkap data resmi yang dirilis EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 212K | 209K |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1827K | 1850K |
22:00 | USA - JOLTs Job Openings |
| 7.2M | 7.146M |