Home
>
News
>
Publication
Selasa, 27 Mei 2025 – Harga emas turun ke level $3.346 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meredanya permintaan terhadap aset safe haven setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda rencana pemberlakuan tarif sebesar 50% terhadap produk-produk asal Uni Eropa.
Senin, 26 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1370. Kinerja mata uang Euro mendapatkan dorongan setelah laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, telah sepakat untuk menunda tenggat waktu tarif 50% terhadap Uni Eropa hingga 9 Juli mendatang. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, melalui media sosial pada Minggu menyatakan bahwa Uni Eropa siap untuk mempercepat pembicaraan dagang dengan AS, meskipun masih membutuhkan waktu tambahan untuk mencapai kesepakatan. Langkah ini memberikan jeda yang menenangkan pasar di tengah ketidakpastian global.
Senin, 26 Mei 2025 - Mengawali pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi di tengah berlangsungnya libur perayaan Memorial Day di AS. Sinyal positif negosiasi nuklir Iran berpotensi menambah pasokan barel Iran ke pasar minyak global. Meski demikian, meredanya potensi perang dagang AS dengan UE, dan isyarat memanasnya konflik di Ukraina dan Gaza, berpotensi mendorong harga minyak kembali bullish.
Senin, 26 Mei 2025 – Harga emas turun ke level $3.351 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, setelah mencatat reli hampir 5% sepanjang pekan lalu. Koreksi ini dipicu oleh meredanya permintaan safe haven seiring langkah Presiden AS Donald Trump yang secara tak terduga menunda penerapan tarif 50% terhadap barang-barang dari Uni Eropa. Penundaan hingga batas waktu baru, 9 Juli, memberikan ruang negosiasi tambahan dan meredakan kekhawatiran pasar atas eskalasi ketegangan dagang trans-Atlantik.
Jumat, 23 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1311. Pasangan mata uang Euro menguat kembali pada Kamis meski sebelumnya sempat tergelincir melemah, terdorong oleh pelemahan Dolar AS pasca rilis data ekonomi campuran dan kekhawatiran fiskal AS. Indeks Dolar AS (DXY) sempat menurun ke area 99.50 karena investor mencerna dampak dari disetujuinya RUU pajak besar Presiden Donald Trump di DPR, yang diproyeksikan menambah defisit fiskal AS hingga USD 3,8 triliun dalam 10 tahun ke depan. Meskipun data PMI AS untuk bulan Mei menunjukkan ekspansi kuat di sektor manufaktur dan sektor jasa, dengan masing-masing naik ke 52.3. Pelaku pasar masih khawatir terhadap ketidakpastian fiskal jangka panjang dan potensi tekanan inflasi akibat tarif baru yang diberlakukan. Hal ini membatasi prospek pelonggaran suku bunga oleh The Fed, walaupun beberapa pejabat seperti Christopher Waller menyebut pemangkasan
Jumat, 23 Mei 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh isyarat OPEC+ untuk kembali melakukan peningkatan output yang memicu potensi pasokan berlebih. Meski demikian, sinyal eskalasi konflik Gaza dan ketidakpastian jelang pertemuan nuklir antara AS dengan Iran berpotensi mendukung harga kembali menguat.
Jumat, 23 Mei 2025 – Harga emas turun ke level $3.297 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, mencatat penurunan moderat setelah sempat menyentuh level tertinggi dua pekan sebelumnya. Tekanan jual dipicu oleh aksi ambil untung teknikal serta penguatan dolar AS, yang mengurangi daya tarik emas bagi investor non-AS.
Kamis, 22 Mei 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3430. Pound Sterling (GBP) menguat tajam terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu (22/5), mencetak level tertinggi tahunannya. Penguatan ini dipicu oleh rilis data inflasi Inggris yang jauh melampaui ekspektasi pasar dan memupus harapan pasar atas kelanjutan pelonggaran moneter dari Bank of England (BoE) dalam waktu dekat. Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan naik ke 3,5% pada April dari 2,6% di bulan sebelumnya, melampaui konsensus 3,3%. CPI inti juga naik signifikan ke 3,8% dari 3,4%, tertinggi sejak April 2024. Lonjakan inflasi ini dipicu oleh kenaikan tarif energi, air, dan biaya transportasi, serta tekanan biaya hidup yang masih membebani rumah tangga Inggris. Dengan angka inflasi yang kembali menjauh dari target 2%, pasar mulai mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga BoE, dan kini hanya memperkirakan pelonggaran sebesar 35 basis poin hingga akhir tahun.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788