Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Menguat Didukung Kesepakatan Dagang AS-UE dan Kekhawatiran Fiskal AS
EURUSD Menguat Didukung Kesepakatan Dagang AS-UE dan Kekhawatiran Fiskal AS
Monday, 26 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1365

0.45%

GBPUSD

1.3518

0.54%

AUDUSD

0.6491

0.54%

NZDUSD

0.5981

0.59%

USDJPY

142.41

0.27%

USDCHF

0.8227

-0.35%

USDCAD

1.3713

-0.16%

GOLDUD

3351.4

-0.60%

USD/IDR

16284

-0.77%

Fokus EURUSD:

  1. Kesepakatan tarif AS-Uni Eropa
  2. Kehati-hatian The Fed

Senin, 26 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1370. Kinerja mata uang Euro mendapatkan dorongan setelah laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, telah sepakat untuk menunda tenggat waktu tarif 50% terhadap Uni Eropa hingga 9 Juli mendatang. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, melalui media sosial pada Minggu menyatakan bahwa Uni Eropa siap untuk mempercepat pembicaraan dagang dengan AS, meskipun masih membutuhkan waktu tambahan untuk mencapai kesepakatan. Langkah ini memberikan jeda yang menenangkan pasar di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pelemahan Dolar AS terus berlanjut seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap defisit fiskal AS yang diproyeksikan akan semakin memburuk jika “One Big Beautiful Bill” yang diajukan Trump disetujui Senat. Hal ini menimbulkan potensi kenaikan biaya pinjaman yang lebih lama, menekan sentimen pasar terhadap Dolar AS. Moody’s sebelumnya telah menurunkan peringkat kredit AS dari Aaa menjadi Aa1, memperingatkan bahwa rasio utang pemerintah federal dapat melonjak hingga 134% dari PDB pada 2035, naik signifikan dari 98% di 2023. Hal ini mendorong pasar untuk lebih berhati-hati dalam memegang Dolar AS.

Di sisi kebijakan moneter, pejabat Federal Reserve menunjukkan kehati-hatian untuk menahan suku bunga, mencerminkan ketidakpastian seputar kebijakan tarif Trump dan arah fiskal ke depan. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa ancaman tarif terbaru dari Trump kemungkinan akan menunda penyesuaian suku bunga. Sementara itu, Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menekankan pentingnya data ekonomi yang keras sebelum memutuskan kebijakan moneter lebih lanjut. Kombinasi kekhawatiran fiskal AS dan potensi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Fed semakin membuka jalan bagi penguatan Euro, menjaga EURUSD tetap pada tren positif.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1340 dan resistance terdekatnya di zona 1.1430. Support lanjutan di zona 1.1300 dan dilanjutkan ke zona 1.1270. Resistance lanjutan di zona 1.1470 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1515.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3520. Kenaikan passangan mata uang Poundsterling didukung oleh data penjualan ritel Inggris yang solid pada Jumat lalu, yang mengindikasikan belanja konsumen tetap menjadi titik cerah di tengah prospek ekonomi yang suram, serta inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada April, memicu spekulasi bahwa Bank of England (BoE) kemungkinan akan menahan diri dari pemangkasan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Di sisi lain, Dolar AS (USD) masih tertekan oleh kekhawatiran bahwa kebijakan fiskal terbaru akan memperburuk defisit anggaran AS, serta ekspektasi pasar yang menguat bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada 2025, mendorong USD ke level terendah dalam hampir satu bulan dan semakin memperkuat tren positif GBPUSD. Support terdekatnya di area 1.3490 dan resistance terdekatnya di zona 1.3600.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6530. Pasangan AUDUSD memperpanjang kenaikannya didorong oleh tren "sell America" yang menekan Dolar AS (USD) di tengah kekhawatiran perang dagang yang berkelanjutan dan prospek fiskal AS yang semakin rapuh. Libur Memorial Day di AS juga membuat likuiditas di pasar USD lebih tipis, sementara para pejabat Federal Reserve (Fed) mempertahankan nada hati-hati di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Trump. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyebut ancaman tarif Trump menambah kerumitan kebijakan dan kemungkinan menunda perubahan suku bunga, sementara Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menekankan perlunya fokus pada data riil dalam pengambilan keputusan suku bunga. USD makin kesulitan sejak Moody’s menurunkan peringkat kredit AS dari Aaa ke Aa1, mengikuti langkah Fitch Ratings dan Standard & Poor’s. Di sisi lain, meski Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga menjadi 3,85% dari 4,15% pekan lalu, Aussie tetap diuntungkan dari pelemahan USD, meski prospek kenaikan AUD dibatasi oleh kekhawatiran RBA atas dampak perang tarif global, terutama dengan China sebagai mitra dagang utama Australia. Support terdekatnya di zona 0.6470 dan resistance terdekatnya di zona 0.6540.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6020. Dolar Selandia Baru (NZD) menguat signifikan terhadap Dolar AS (USD), didorong oleh data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan dan pelemahan Dolar AS secara luas. Penjualan ritel Selandia Baru naik 0,8% di kuartal pertama 2025, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 0,1%, mencerminkan pertumbuhan belanja konsumen yang stabil dan memperkuat sentimen positif untuk Kiwi. Selain itu, proyeksi defisit anggaran yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya juga mendukung penguatan NZD. Sementara itu, pelemahan Dolar AS dipicu oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 50% pada impor dari Uni Eropa, yang meningkatkan aliran keluar USD. Sentimen pasar terhadap USD semakin rapuh meski pejabat The Fed mempertahankan nada hawkish, dan pelaku pasar menantikan pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell pada Minggu yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi AS. Support terdekatnya di area 0.5970 dan resistance terdekatnya di zona 0.6080.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 142.30. Dolar Jepang (JPY) mengalami penguatan signifikan terhadap Dolar AS (USD) pada sesi Asia hari Senin, didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan dagang antara Jepang dan AS pada KTT G7 15 Juni mendatang, serta ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan terus menaikkan suku bunga. Komentar Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, yang menegaskan komitmen untuk mencapai kesepakatan tarif dengan AS, semakin memperkuat posisi Yen sebagai safe haven. Di sisi lain, konflik geopolitik yang semakin memanas di Ukraina dan Timur Tengah turut meningkatkan permintaan aset aman, menopang penguatan JPY. Sementara itu, kekhawatiran mengenai membengkaknya defisit fiskal AS dan prospek pemangkasan suku bunga The Fed di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat telah menekan USD ke level terendah satu bulan. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di Jepang juga memberi ruang bagi BoJ untuk kembali menaikkan suku bunga, menambah momentum bearish untuk USD/JPY. Ke depannya, fokus pasar akan tertuju pada data ekonomi AS seperti Durable Goods Orders, Prelim GDP, dan PCE Price Index, serta risalah FOMC dan Tokyo CPI, yang akan memberikan arahan lebih lanjut untuk pergerakan pasangan USDJPY. Support terdekatnya di area 141.80 dan resistance terdekatnya di zona 143.50.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3710. Dolar Kanada (CAD) terus menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Jumat, mencatat reli lima hari berturut-turut dan menekan USDCAD hingga menembus level psikologis 1.3800 ke posisi terendah dua pekan. Penguatan Loonie ini dipicu oleh data Retail Sales Kanada yang lebih baik dari perkiraan untuk bulan Maret, meski diimbangi dengan penurunan di sektor non-otomotif. Data resmi menunjukkan penjualan ritel tumbuh 0.8% MoM, lebih tinggi dari ekspektasi 0.7% dan pulih dari revisi negatif di Februari. Namun, jika sektor otomotif dikeluarkan, penjualan ritel justru merosot 0.7%, menandakan konsumen masih menghadapi ketidakpastian akibat potensi tarif AS. Di sisi lain, USD terus melemah di tengah kekhawatiran fiskal AS yang kian memuncak dan ketidakpastian global akibat ancaman tarif 50% Presiden Donald Trump untuk barang impor dari Uni Eropa. Indeks Dolar AS (DXY) juga jatuh ke level terendah dua pekan di 99.40, memperkuat momentum bearish bagi USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.3670 dan resistance terdekatnya di zona 1.3750.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8195. Franc Swiss (CHF) terus menguat terhadap Dolar AS (USD). Penguatan Franc ini terjadi di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap perekonomian AS, terutama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 50% atas impor dari Uni Eropa mulai 1 Juni. Ancaman tarif ini memicu pengalihan dana dari USD ke aset safe haven seperti emas dan Franc Swiss. Sementara itu, pengesahan 'one big beautiful bill' oleh DPR AS, yang diperkirakan akan menambah utang pemerintah federal hingga $3.8 triliun dalam dekade berikutnya, turut menekan Greenback. Dengan proyeksi kenaikan beban utang dan kondisi ekonomi yang semakin tidak pasti, Franc Swiss mendapatkan dorongan dari statusnya sebagai aset aman, meski The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk saat ini. Support terdekatnya di area 0.8160 dan resistance terdekatnya di zona 0.8250.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:40am

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

All Day

GBP

Bank Holiday

-

-

-

All Day

USD

Bank Holiday

-

-

-

8:30pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

9:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788