Home
>
News
>
Publication
>
Poundsterling Mencapai Titik Tertinggi Tahun Ini di Tengah Lonjakan Inflasi Inggris
Poundsterling Mencapai Titik Tertinggi Tahun Ini di Tengah Lonjakan Inflasi Inggris
Thursday, 22 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1283

0.42%

GBPUSD

1.3418

0.02%

AUDUSD

0.6433

0.17%

NZDUSD

0.5937

0.05%

USDJPY

143.65

-0.24%

USDCHF

0.8250

-0.18%

USDCAD

1.3858

-0.06%

GOLDUD

3319.9

0.64%

USD/IDR

16408

-0.12%

Fokus GBPUSD:

  1. Rilis angka CPI Inggris
  2. DXY melemah ke level 99.50

Kamis, 22 Mei 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3430. Pound Sterling (GBP) menguat tajam terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu (22/5), mencetak level tertinggi tahunannya. Penguatan ini dipicu oleh rilis data inflasi Inggris yang jauh melampaui ekspektasi pasar dan memupus harapan pasar atas kelanjutan pelonggaran moneter dari Bank of England (BoE) dalam waktu dekat. Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan naik ke 3,5% pada April dari 2,6% di bulan sebelumnya, melampaui konsensus 3,3%. CPI inti juga naik signifikan ke 3,8% dari 3,4%, tertinggi sejak April 2024. Lonjakan inflasi ini dipicu oleh kenaikan tarif energi, air, dan biaya transportasi, serta tekanan biaya hidup yang masih membebani rumah tangga Inggris. Dengan angka inflasi yang kembali menjauh dari target 2%, pasar mulai mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga BoE, dan kini hanya memperkirakan pelonggaran sebesar 35 basis poin hingga akhir tahun.

Sementara itu, dari sisi Dolar AS, pelemahan berlanjut seiring meningkatnya tekanan fiskal dan ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, turun 0,52% ke area 99.50, level terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh kegagalan Trump meyakinkan rekan separtainya untuk mendukung RUU pemangkasan pajak besar-besaran “One Big Beautiful Bill”, yang diperkirakan akan menambah defisit anggaran AS hingga $5 triliun dalam sepuluh tahun ke depan. Selain itu, Moody’s telah menurunkan peringkat kredit jangka panjang AS dari Aaa menjadi Aa1, mencerminkan kekhawatiran atas kesehatan fiskal dan prospek utang jangka panjang. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya permintaan dalam lelang obligasi 20 tahun AS, yang menandakan investor mulai kehilangan kepercayaan terhadap aset-aset AS.

Di tengah kombinasi sentimen hawkish terhadap BoE dan memburuknya fundamental fiskal AS, pasangan GBPUSD diperkirakan akan tetap dalam tren naik jangka menengah. Fokus selanjutnya tertuju pada rilis data PMI Inggris yang akan dirilis Kamis, yang dapat memberikan sinyal lanjutan terkait kekuatan aktivitas bisnis pasca lonjakan inflasi. Dari AS, data penting seperti S&P Global PMIs, klaim pengangguran mingguan, dan Existing Home Sales akan diamati ketat oleh pelaku pasar untuk menilai kekuatan ekonomi AS di tengah ketidakpastian fiskal dan geopolitik. Jika sentimen negatif terhadap USD terus berlanjut dan inflasi Inggris tetap tinggi, peluang GBPUSD untuk menguji resistance di atas 1.3500 dalam waktu dekat semakin terbuka.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3385 dan resistance terdekatnya di zona 1.3480. Support lanjutan di zona 1.3355 dan dilanjutkan ke zona 1.3320. Resistance lanjutan di zona 1.3510 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3555.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1340.  Kinerja pasangan mata uang Euro memperpanjang reli ke hari ketiga berturut-turut seiring pelemahan Dolar AS (USD) akibat tekanan di pasar obligasi Treasury. Lonjakan imbal hasil obligasi AS bertenor 20 tahun hingga melewati 5% memicu aksi jual di pasar obligasi, namun rendahnya minat investor tercermin dari rasio bid-to-cover yang turun di bawah rata-rata enam bulan terakhir. Di tengah kekhawatiran fiskal, RUU anggaran dan pemotongan pajak senilai $3-5 triliun dari Presiden Donald Trump menimbulkan kekhawatiran tambahan terhadap keberlanjutan utang pemerintah AS yang telah mencapai $36 triliun, terutama setelah pemangkasan rating kredit AS oleh Moody’s ke Aa1 dari Aaa. Sementara itu, investor menanti rilis data PMI dari zona euro dan AS pada Kamis. PMI Manufaktur dan Jasa zona euro diperkirakan sedikit meningkat, sedangkan data dari AS diproyeksikan cenderung datar atau melemah. Di sisi fundamental, komentar pejabat ECB terus memberi sinyal pelonggaran moneter lebih lanjut, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Juni. Selain itu, sentimen terhadap euro juga didorong oleh optimisme terkait potensi gencatan senjata Rusia-Ukraina serta wacana penghapusan tarif perdagangan antara Uni Eropa dan AS, yang disampaikan langsung oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz usai bertemu Presiden Trump. Support terdekatnya di zona 1.1280 dan resistance terdekatnya di zona 1.1370.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6430. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis, memperpanjang penguatan ke hari kedua berturut-turut setelah rilis data PMI awal S&P Global. PMI Manufaktur Australia untuk Mei tercatat tetap di 51.7, sementara PMI Jasa turun tipis menjadi 50.5 dari 51.0, dan PMI Komposit melemah ke 50.6 dari 51.0. Dukungan terhadap AUD juga datang dari keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 3.85%. Gubernur RBA Michele Bullock menyebut pemangkasan ini sebagai langkah proaktif untuk mendukung kepercayaan pasar dan menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan lanjutan bila diperlukan, dengan tetap fokus pada pengendalian inflasi. Sementara itu, Dolar AS tetap tertekan setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit AS dari Aaa menjadi Aa1, memperparah kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan fiskal AS. Proyeksi Moody’s menyebut rasio utang terhadap PDB AS bisa melonjak ke 134% pada 2035, seiring kenaikan biaya layanan utang dan penurunan penerimaan pajak. Selain itu, pernyataan pejabat Federal Reserve seperti Raphael Bostic, Beth Hammack, dan Mary Daly menggarisbawahi risiko dari kebijakan tarif yang tidak konsisten di bawah pemerintahan Trump, serta penurunan kepercayaan konsumen dan korporasi. Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed di tahun depan menambah tekanan pada Greenback, sementara AUD diuntungkan oleh sentimen positif dari kemungkinan gencatan senjata dagang AS-China serta optimisme terhadap kesepakatan perdagangan baru. Support terdekatnya di zona 0.6395 dan resistance terdekatnya di zona 0.6470.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5920. Dolar Selandia Baru (NZD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Kamis, didorong oleh lonjakan surplus perdagangan Selandia Baru yang mencapai NZ$1,426 juta di bulan April, jauh melampaui ekspektasi NZ$500 juta dan rekor sebelumnya sebesar NZ$794 juta. Data dari Statistics New Zealand tersebut menunjukkan ketahanan ekspor, khususnya dari sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap peningkatan tahunan. Meski ketegangan dagang AS–China masih membayangi terutama setelah Kementerian Perdagangan China menuduh langkah AS terhadap chip China sebagai bentuk proteksionisme sepihak sentimen terhadap Kiwi tetap positif karena ketergantungannya pada perdagangan dengan China diimbangi oleh kinerja ekspor yang kuat. Di sisi lain, Dolar AS berada di bawah tekanan akibat kombinasi faktor domestik yang membebani prospek ekonomi AS. Kekhawatiran meningkat terhadap defisit fiskal AS yang kian membesar setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit pemerintah AS dan proposal Presiden Donald Trump untuk memperpanjang pemotongan pajak 2017 melalui RUU besar-besaran yang dijuluki “One Big Beautiful Bill.” RUU ini diperkirakan akan menambah lebih dari $3,8 triliun pada defisit dalam satu dekade mendatang. Ketidakpastian fiskal ini memperlemah daya tarik USD sebagai aset safe haven dan mendorong investor beralih ke NZD, yang saat ini diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam beberapa minggu. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan politik di Washington terkait pengesahan RUU pajak tersebut. Support terdekatnya di area 0.5890 dan resistance terdekatnya di zona 0.5970.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 143.30. Pasangan mata uang USDJPY melemah menyentuh level terendah dua minggu di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen Jepang (JPY). Dukungan terhadap JPY menguat setelah data Core Machinery Orders Jepang untuk Maret mencatat lonjakan mengejutkan sebesar 13,0%, jauh melampaui ekspektasi penurunan 1,6%. Data ini mengindikasikan potensi pemulihan investasi dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi pada tahun 2025. Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik global dan sentimen risk-off turut mendongkrak permintaan terhadap Yen. Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan setelah muncul kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS akibat RUU pajak besar-besaran Presiden Donald Trump yang diperkirakan akan menambah utang negara hingga $5 triliun dalam satu dekade ke depan. Moody’s sebelumnya telah menurunkan peringkat kredit AS, dan pelemahan hasil lelang obligasi tenor 20 tahun semakin memperburuk sentimen pasar terhadap aset AS. Di sisi lain, ketegangan dagang AS–China kembali mencuat setelah China menuduh AS melakukan praktik proteksionisme unilateral atas larangan penggunaan chip AI Huawei. Ditambah dengan situasi global yang memanas termasuk konflik di Ukraina dan Gaza permintaan terhadap Yen Jepang sebagai mata uang safe haven kian menguat, menekan USD/JPY lebih lanjut. Support terdekatnya di area 142.80 dan resistance terdekatnya di zona 144.50.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3850. Pasangan USDCAD terus bergerak turun tertekan oleh melemahnya Dolar AS di tengah tema investasi "Sell America" yang terus membebani sentimen terhadap Greenback. Tekanan meningkat setelah hasil lelang obligasi AS yang mengecewakan memperkuat kekhawatiran terhadap permintaan aset-aset AS di tengah memburuknya kondisi fiskal, terutama menjelang pemungutan suara RUU pajak besar Presiden Donald Trump. Di sisi lain, meskipun penurunan harga minyak mentah dapat memberikan tekanan terhadap Dolar Kanada (CAD) mengingat Kanada adalah eksportir minyak terbesar ke AS-CAD tetap relatif tangguh karena lemahnya USD lebih dominan dalam mengarahkan pergerakan pasangan ini. Pasar kini menanti serangkaian data ekonomi AS, termasuk PMI awal dari S&P Global, klaim pengangguran mingguan, dan data penjualan rumah bekas untuk menentukan arah selanjutnya. Support terdekatnya di zona 1.3800 dan resistance terdekatnya di zona 1.3920.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8240. Mata uang Swiss memperpanjang tren penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. Tekanan terhadap pasangan ini didorong oleh terus melemahnya Dolar AS setelah Moody’s memangkas peringkat kredit jangka panjang Amerika Serikat dari Aaa menjadi Aa1, menyoroti kekhawatiran fiskal yang semakin dalam. Indeks Dolar AS (DXY) merosot mendekati level 99.50, titik terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan Greenback juga diperparah oleh kegagalan Presiden AS Donald Trump dalam meyakinkan Partai Republik untuk mendukung RUU pemotongan pajak barunya, yang diperkirakan akan menambah utang negara hingga $3-$5 triliun dalam satu dekade ke depan. Di sisi lain, Franc Swiss (CHF) tetap menguat karena minimnya risiko domestik dan prospek suku bunga negatif dari Swiss National Bank (SNB) jika ketidakpastian global memburuk akibat kebijakan tarif AS. Pasar kini menanti sinyal lebih lanjut dari SNB dalam minggu yang minim data ekonomi Swiss. Support terdekatnya di area 0.8200 dan resistance terdekatnya di zona 0.8280.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:00am

AUD

Flash Manufacturing PMI

51.7

-

51.7

6:00am

AUD

Flash Services PMI

50.5

-

51

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

13.0%

-1.5%

4.3%

7:30am

JPY

Flash Manufacturing PMI

49

49

48.7

9:00am

NZD

Annual Budget Release

-

-

-

1:00pm

GBP

Public Sector Net Borrowing

-

18.0B

16.4B

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.80%

2:15pm

EUR

French Flash Manufacturing PMI

-

48.9

48.7

2:15pm

EUR

French Flash Services PMI

-

47.7

47.3

2:15pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

2:30pm

EUR

German Flash Manufacturing PMI

-

48.8

48.4

2:30pm

EUR

German Flash Services PMI

-

49.6

49

3:00pm

EUR

Flash Manufacturing PMI

-

49.2

49

3:00pm

EUR

Flash Services PMI

-

50.4

50.1

3:00pm

EUR

German ifo Business Climate

-

87.4

86.9

3:30pm

AUD

RBA Deputy Gov Hauser Speaks

-

-

-

3:30pm

GBP

Flash Manufacturing PMI

-

46.2

45.4

3:30pm

GBP

Flash Services PMI

-

50

49

Day 3

All

G7 Meetings

-

-

-

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

-

-

-

5:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

5:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-24

-26

5:50pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

6:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

7:00pm

GBP

MPC Member Dhingra Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

IPPI m/m

-

-0.5%

0.5%

7:30pm

CAD

RMPI m/m

-

-2.2%

-1.0%

7:30pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

230K

229K

8:00pm

EUR

Belgian NBB Business Climate

-

-13.9

-14.7

8:30pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

49.9

50.2

8:45pm

USD

Flash Services PMI

-

51

50.8

9:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.15M

4.02M

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

118B

110B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788