| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1278 | 0.31% |
GBPUSD | 1.3417 | 0.19% |
AUDUSD | 0.6408 | 0.37% |
NZDUSD | 0.5897 | 0.22% |
USDJPY | 144.00 | -0.31% |
USDCHF | 0.8284 | -0.25% |
USDCAD | 1.3855 | -0.16% |
GOLDUD | 3,297.80 | -0.26% |
COFU | 60.81 | -0.05% |
USD/IDR | 16,314 | -0.04% |
Jumat, 23 Mei 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh isyarat OPEC+ untuk kembali melakukan peningkatan output yang memicu potensi pasokan berlebih. Meski demikian, sinyal eskalasi konflik Gaza dan ketidakpastian jelang pertemuan nuklir antara AS dengan Iran berpotensi mendukung harga kembali menguat.
Kelompok aliansi OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk kembali melakukan peningkatan produksi besar lainnya pada bulan Juli mendatang sebesar 411.000 barel per hari, ungkap laporan yang dirilis hari Kamis oleh Bloomberg News. Rencananya potensi kenaikan produksi itu akan dibahas dalam pertemuan kelompok tersebut pada tanggal 1 Juni nanti. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan membuat pasokan global melebihi pertumbuhan permintaan.
Sementara itu, Israel berpotensi meningkatkan serangan lebih lanjut di Gaza pasca terjadinya penembakan dua staf kedutaan muda Israel pada Rabu malam di Washington. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa penembakan tersebut merupakan contoh mengerikan dari tindakan antisemitisme yang meningkat di seluruh dunia sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Dukungan lainnya datang dari sinyal peningkatan tensi antara AS dengan Iran jelang pertemuan negosiasi nuklir putaran kelima pada hari ini di Roma. Menyusul beredarnya berita bahwa Israel mungkin sedang mempersiapkan serangan terhadap Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi pada hari Kamis memperingatkan bahwa AS akan bertanggung jawab penuh secara hukum apabila Israel sampai menyerang fasilitas nuklir miliknya, dan Iran akan menanggapi ancaman apa pun dengan tegas.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - New Home Sales |
| ;0.692M | 0.724M |
23:00 | USA - Fed Cook Speech |
|
|
|